Rumah Kata

tempatnya cerita indah dan puisi romantis

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Monday, October 16, 2017

Cerita Manis Remaja, I Miss You

 cicih surya     9:39 PM     cerita pendek     No comments   


 Miss You Alana


Diana  Menatap lantai sisa hujan kemarin, belum sempat dia sapu sebab hujan kembali turun dia tak tahu masihkah ada kemarau..., Mungkin ada tapi masih 2 atau 3 bulan kedepan.Tatapannya lurus membatu pada tanah basah di bawah pohon jambu. Betapa pilu

Air mata yang terus tertumpah mengenang kala itu Kecerian milik Alana, senyum itu tawa itu sekarang sudah tak ada, Entahlah apa yang dimiliki gadis itu Hingga dia begitu mudah mengambil cinta, membawa hati kami ikut serta Mamih, Papih, Vero, Richard semuanya.

Dia Alana perempuan yang memujinya sebagai simbol cantik dimatanya..Dengan Gamlang dia bilang Standar cantik ku adalah kamu Miss Diana. Dia bilang dia suka senyum ku yang sering tertunduk malu- malu, sumpah melayang rasanya Apalagi saat dia bilang, Kamu itu cantiknya Indonesia bersahaja Namun mempesona. sumpah lebih dari dirayu pacar si Richard sering gombalin aku tapi tak pernah membuatku punya wajah bersemu merah jambu

Hari itu hari sabtu seperti biasa aku minta Pak Kirman menjemputnya kemari Omah bilang dia pandai berkelakar dan membuatnya tertawa. Mamih memuji lidahnya saat harus mencicipi resep baru sebelum dilempar kepasaran ditawarkan pada pelanggan, sedang Papih senang pada gaya bicaranya yang manja Papih bilang itu mirip dengan Linxi adikku yang 7 tahun yang lalu tenggelam di pulau Seram Aku juga memang mengakuinya. suaranya Manja Mirip dengan Linxi

Dia Alana tatapnya punya sesuatu mungkin itu yang menarik darinya Kadang lembut namun mungkin kadang membakar aku tak begitu faham, sebab itu bukan penilaianku  Itu Richard yang mengungkapnya, Richard juga berpesan supaya Peri kecil Alana berhati-hati Kepribadian yang sangat menarik dihias suara manja yang menggoda akan banyak sekali mengundang orang gila. Alana cuma tertawa sembari menatap Tas kecil yang ku hadiahkan  padanya

sebulan sebelumnya Alana masih menangis di pangkuanku dan sekarang saat yang menyenangkan tapi menyakitkan itu datang Alana harus pergi tak lagi tinggal di kota ini.

"Miss... , Bagaimana jika aku  tak lolos tes kali ini...??" Katanya sambil menatap ku yang sibuk menata buku, dia menolongku merapikan meja dan kursi kelas hari ini sudah selesai, Murid ku semua sudah pulang, Tapi dentingan piano di kelas Vero masih terdengar meski sayup
"Ada apa Alana..., Inikah yang membuatmu sedih dari tadi..., Ini juga yang membuat kamu menghilang , setiap kali ditelpon Satpam selalu bilang Alana tak ditemukan" Tanyaku mencoba mencari tahu apa yang sedang membebani temanku
" Tes itu minggu lalu,,, Miss"
"Lantas...?"
" Aku Ragu..., Aku takut pada kenyataan buruk bahwa aku tak lulus seleksi. Quotanya cuma seratus Miss "
" Lalu...? "
" Ya begitu..., Miss Kumat oonnya Nih...," Rungutnya kesal
" Bahasamu masih Ambigu, Sayang..., aku orang ekonomi  bicaralah dengan tenang sopan dan detail..."Jelasku pelan tapi jelas, tatapan mataku beradu dengan matanya. Aku melihat ketakutan yang begitu perih dipendam berhari-hari. Ku benamkan kepalanya ku biarkan dia menumpahkan ketakutannya " Maaf  aku sibuk dengan urusanku hingga aku terlambat menyadari kau membutuhkan aku..."Kataku lembut kepalanya, setelah puas menangis dia mulai bicara 
" Ada  satu hal yang ku takutkan Miss, Aku gagal di kecepatan tangan..., Aku mengulangnya dua kali baloknya jatuh semua ,Tak bisa ku jaga keseimbangannya..."
" Tes lain...?"
" Aku yakin kalo yang lain..., Otakku cukup bisa untuk bersaing..." Katanya mantap. Dan aku tersenyum senang membimbingnya kembali duduk tegak 
" Dengar aku Alana..., Kenyataan mungkin tak selalu seindah yang kau harapkan, tapi kegagalan juga tidak sebegitunya mengerikan, ketakutanmu mungkin adalah cara tuhan kembali memanggilmu mendekat padaNya. Dia merindukan Air matamu Dia sedang mengujimu  Ingin kau mendatangiNya, Yakinlah pada dirimu...,berjuang. Saat surat pengumuman ditanganmu panggil aku kita akan membukanya bersama " Kataku  yakin dia diam hanya kedipan matanya saja yang mengiyakan,
" Jika kau gagal Alana kau masih punya kami..., Kami akan mengajarimu mengelola rumah belajar seperti yang kami lakukan..." Kata Vero dipintu
"Aku Miss Vero... ,Mengajar....?"
" Iyya..., Richard bilang Kamu bisa dilatih untuk jadi seorang pendidik, meskipun tanpa pendidik formal... karena kamu itu senang berbagi..., kamu tidak membiarkan orang tersesat dalam kebodohan  kamu punya tangan yang lembut membimbing..., itu pondasi awalnya yang lain bisa diajarkan sambil jalan " Jelas Vero menyakinkan
" Aku tak yakin..."Alana berusaha menyangkal, sementara aku diam mendengar
"Kadang seseorang memerlukan orang lain untuk melihat apa yang bisa dilakukannya, atau apa kekurangan dalam dirinya sebab kita tak bisa melihat sempurna punggung kita meski dengan bantuan dua kaca..." Vero semakin menancapkan motivasinya Alana menganguk Mantap.Mulai melihat cahaya kecil dalam jalannya yang gelap.

Seminggu setelah itu  surat pengumuman datang Alana lulus Ujian permohonan Beasiswanya di kabulkan, Kami yang di sergap  dawai-dawai kesepian malam terakhir sebelum pergi Kami mengadakan pesta makan malam special and only Untuk Alana. Kala pamitan Alana menyentil kami sekeluarga Bahwa yang Ada dihadapan mereka adalah Alana  Bukan Linxia. Kami harus belajar melepas Linxia dari padangan kami. Linxia membutuhkan kerelaan dari orang-orang  yang mencintainya. Agar dia tenang disana..., dan kita bisa melangkahkan kaki lebih ringan menatap masa depan sebab hati tidak terbebani dengan duka dan dendam... Kami semua terdiam Papih berdiri ku pikir akan menampar...ternyata dia memeluk Alana dan melepaskan semua duka yang selama ini membebaninya...Selesai


selesai see you dear ... simpan lingku assalamualaikum wr wb 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Puisi Pilu kekasih,Keajaiban

 cicih surya     7:54 AM     puisi cinta     No comments   

Dan Jika

Dalam harap yang hampa
Semua tanpa kata
Hanya mendung
Selimut bingung

Diam semakin dalam
Dan doa
Tuhan....
Aku yakin bisa
Satu keajaiban cukup 

Jadi...
Maka jadilah
Bangkit 
Maka bangkitlah

Tolong tuhan
Beri dia kesempatan kedua
Untuk satu janji
Menjaga ku lebih lama


Saat semua pintu terasa tertutup.duka lara sampai pada gerbangnya  hanya doa yang mampu tenangkan perasaan yang gulana






Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tuesday, October 10, 2017

Cerita manis Romantis

 cicih surya     7:36 PM     cerita pendek     No comments   

 Aku punya cerita baru yang dijamin seru dan mengharu biru,,, ga percaya...ok  bismilah pembawa berkah dan salam penebar damai...tirai dibuka masuklah dan duduk tenang
 Ada Rindu Dimatamu

Di sebuah hutan yang tenang , hijau Gemericik air bening desau angin derit ranting beradu perlahan, Harmoni ketenangan. Singa jantan mengaung gaduh, meraung, menatap nanar matanya begitu liar aungannya penuh amarah, hingga hutan tak lagi terasa ramah semua hewan keluar dari sarangnya, Riuh mereka bertanya dengan sesamanya, sebagian mendekat bertanya sangat pelan diantara takut dan heran mengapa sang Raja hutan begitu garang
"Aku marah..., betina ku salah arah..., Dia bersama kucing liar di sana..." Kata Singa jantan penuh Amarah
" Tenangkanlah hatimu  lihat lebih dulu..." Kata sang burung Pipit dengan manis
"Aku sudah melihatnya, Aku saksikan sendiri dia bercanda riang kesana kemari melayani kucing kecil dan singa lain yang mencoba merayunya, dia tertawa mengayunkan ekornya penuh pesona seolah memberi tanda kalo dia juga suka, kucing itu semakin dekat, malah kulihat semakin banyak aku mulai kalap..." Jawab Sang singa mulai bercerita sedikit tenang, Burung pipit menganguk  mengerti dengan bijak, penghuni hutan mulai mengerubungi mendengarkan kata demi kata cerita demi cerita Singa jantan terus memamerkan kekesalanya  yang lain mulai berani bicara menyapa dan manis berusaha mencuri hati. Tapi burung pipit gemericit penuh arti mengingatkan singa jantan untuk berhati -hati.

Singa betina mendekat perlahan, tapi sang jantan mengusirnya sangat kasar..." Pergilah aku malas melihatmu penghianat, Kau latnat  keparat..." Ujarnya meraung keras membangunkan penghuni hutan
" Apa salahku...?"Tanya sang betina lembut.
" Kau masih bertanya begitu bodohkah kau sayangku yang penghianat. Kau bersama mereka saling merayu menjelajahi hutan bersama, dan kau masih tanyakan apa salahmu. Manis sekali!!!"Jawab sang Jantan Amarahnya seperti api yang menyala terus berkobar
" Sekarang dengarkan Aku..., Aku atau kau yang bodoh Aku memberitahu mu  kemana aku pergi, hutan mana yang kujelajahi selebihnya aku ada di sarang menunggumu pulang. Tapi kau diam menjawab dengan aungan yang kadang sulit ku mengerti"
" Pergilah... tak perlu bicara lagi mulut penghianat sepertimu terlalu kotor untuk membela diri..." Usir sang jantan emosi, Betina pergi dengan sedih Sang jantan melihat kekasihnya menjauh dengan hati perih

Hutan kian gelap malam semakin merangkak, Bulan bergantung anggun dibalik awan menjadikan hutan bagai siluet raksasa alam raya, Singa jantan berjalan dengan lesu ada yang hilang dihatinya yang pernah biru, aungan manja betinanya yang dia suka, menggangu harinya hingga dia tak sanggup pejamkankan mata Caranya mengerakan ekor yang begitu anggun terbayang di depan mata 

"Oh..., Betina  kenapa kau begitu tega..., mengempaskan aku kembali ke jurang luka lara tidakkah kau tahu aku mencintaimu teramat sangat lebih dari yang dulu..." Desahnya sangat pahit tenggorokannya terasa terhimpit tangis yang begitu perih.

Sementara di tempat lain di waktu yang sama
Singa betina terdiam dalam duka Larut dalam perasaan tak berharga " mengapa kau tak bisa mendengarku, mempercayai aku Tahukah kau aku menempatkanmu ditempat yang paling tinggi, karena aku menghormatimu menyayangimu dan aku tak ingin Singa lain menggapaimu... karena kau milikku."Desisnya dalam rintih yang menyayat jiwa. 
Betina berjalan pelan  merajut rindu kian membatu menelusuri hutan sendirian sampai saat malam patah di pertengahan tatapannya terpaku pada sosok membeku didepanya membisu, dia mendekat pelan sampai langkahnya nyaris tak terdengar

" Bolehkah aku menemanimu...?" Sapa sang betina sedikit takut dan segan. Singa jantan menoleh pelan tatapanya masih nanar, sang betina diam menunduk sedih tapi tak pergi dia memaku diri. perlahan tatapan sang jantan melunak dia mendekat.
" Kenapa sendirian..., kenapa tak ajak pejantan muda itu sayang...? "
" Aku tak mau, lebih baik aku sendiri jika tidak denganmu. Bisakah kita tak membicarakan dia atau siapapun aku rindu bau tubuhmu diamlah..."
"Jangan coba merayuku... hatiku tertutup untukmu..."
" Benarkah...?, tapi mengapa apa yang ku dengar dan ku dengar berbeda
" Maksudmu...? "
" Aku mendengar penolakan dari mulutmu, tapi aku melihat rindu dimatamu"
"Sok tahu..." Pergilah bukankah sudah ada pejantan muda yang merindukanmu aku bisa mengerti jika kau memilih nya aku harus tahu diri aku hanya singa tua jelek yang mengemis padamu. Pejantan itu masih muda lebih pantas dan sepadan denganmu." Ujar Singa jantan pasrah dia menatap bintang di atas sana sangat sedih, 
" Lihat aku...",Sang betina pindah berhadapan dengan jantannya, 
" Aku tahu pejantan muda pasti lebih berenergi saat berlari, lebih sepadan jika berjalan, lebih berkilau saat harus dipamerkan, tapi mereka biasa saja untukku tak ada yang membuatku Angkat topi lebih dari kamu..."
" Bukankah kau juga punya singa yang aungannya lebih merdu dari aku..."
" Benar... , banyak malah..., tapi yang bisa menudukan kepalaku hanya kamu "
Singa jantan menggerakan kaki depannya mencakar tanah dia diam sangat lama, batina pun diam  menikmati malam yang semakin dingin hari beranjak pagi semakin sepi.

" Tapi aku tak punya waktu banyak untuk menemani mu..., Kau akan tersiksa jika tidak ku lepas  aku sibuk berburu " 
" Aku tak minta banyak darimu satu helaan Nafas cukup untukku, Aku terbiasa berjalan seorang diri aku bersahabat dengan sepi, aku terlatih menyendiri di sarangku aku hanya pergi jika aku harus melangkahkan kaki, jika aku harus berburu seorang diri tentu aku akan jalani. Aku hanya minta jangan diam lagi" 
" Bagaimana aku percaya padamu..., sementara  pejantan lain mengelilingimu?
" Mudah..."
"Mendekatlah apa kau mencium air seni singa lain di tubuhku., apakah kau lupa bahwa kau memandikan aku dengan air seni yang banyak hari itu, itu cukup  untuk menjagaku agar tak diganggu saat berburu salama kau tak disampingku. jika itu tak cukup menyakinkan untukmu periksa punggungku apakah kau menemukan cakaran singa lain disana. Kau pasti ingat..., aku mudah kau sapa tapi tak mudah kau sentuh..., Aku mengaung manja pada semua penghuni hutan. tapi tak semua  semua bisa berjalan menemaniku menyusuri hutan, Hanya yang kupercayai saja  sayang 
" Beri aku waktu untuk percaya padamu..." 
" Tentu aku akan menunggu.. "
" Kau merindukanku..."
" Sangat..."
" apa yang kau mau dariku...."
" Cakaranmu..." 
"Aku akan mencakarimu... sampai tak mampu mengaung lagi...."
"Lakukan jika kau mampu..." Tantang Sang betina sambil berlari menjauh sang jantan mengejar dangan gemas  Raungan manja sapasang singa menjadi penghias malam bersama embun yang mulai turun sang jantan kembali memandikan betinanya dengan air seni,menandai tubuh betinanya dengan cakaran yang banyak sekali. Dia memenuhi janjinya membuat betianya tak mampu meraung lagi  THE  END


Setia adalah saat kau mampu diam untuk dia yang menitipi mu hati dan kau dikelilingi orang yang  yang terlihat menggiurkan. Hanya yang sejati yang siap bertahan dan menjadi pemenang karena setia itu berat sekali

 

 

 
 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Wednesday, October 4, 2017

3 Jimat Jendral Soedirman

 cicih surya     10:52 PM     Motivasi     2 comments   

 3 Jimat Sang Jendral

Panglima besar Jendral Soedirman siapa yang tak mengenalnya? Kamu tak tahu Ach terlalu..., beliau  terkenal gigih dan pemberani. Teknik pertempuran Gerilya membingungkan terntara Belanda ,  membahas kegigihan dan Patriotisme beliau di buku sejarah juga banyak...,atau coba cari di Google pasti  puas deh bacanya...

But disini Aku ga bahas soal itu...Aku bahas sisi lain dari Pak Jendral... yang Jarang di kupas orang,Apaan...?

Pak Jendral punya 3 Jimat Rahasia yang membuatnya tak takut dengan peluru  tak gentar kilatan pedang...,Tunggu ini tidak seperti yang terbesit dalam fikiran teman-teman jimat Beliau tidak berupa keris atau buntelan-buntelan magic...Lalu apa?

Pak Jendral menjaga  wudhu, meskipun beliau keluar masuk hutan dengan ditandu tapi satu prajuritnya setia membawa air dalam kendi , jika batal maka segera berwudhu kembali

Beliau memelihara sholatnya tepat waktu

Beliau gigih berjuang bukan untuk diri atau keluarganya tidak juga untuk golongannya , Beliau berjuang untuk bangsanya 

Memelihara diri disiplin waktu dan rasa cinta  adalah 3 hal yang menjadi Motivasi beliau dalam menjaga bumi pertiwi

Tulisan ini terinpirasi Sosio Drama HUT TNI ke 72,Selamat Ulang Tahun TNI bersama Rakyat TNI kuat Panglima Besar Jendral Soedirman  mungkinkah kami punya Jendral sehebat tuan?
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Newer Posts Older Posts Home

Followers

Translate

Popular Posts

  • Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II
    Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutany...
  • Puisi Nasehat pernikahan dari Ayah untuk Putrinya
    Menikah adalah sesuatu yang sakral dan mengharukan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Biasanya mereka menitipkan pesan yang ...
  • Cerpen terbaru kunci sukses Mama
    Matahari ku Rara masih bersembunyi di balik selimutnya, padahal matahari mengelitiki matanya yang terasa perih saat harus di buka, sinar...
  • Cerita Tragis Perempuan
    Dia tak tampan Bukan hartawan Dia hanya sopan Dan itu yang istimewa Aku tertawan oleh senyuman Tersesat tak bisa pulang Rahasia Bint...
  • Cerita Manis sahabat
    Dear Mbak Devi Mbak Devi 10 tahun kita ga ketemu, Entah dimana keberadaanmu saat ini, di Jakarta atau pulang ke Padang. Kabar yang ku...
  • cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V
    Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...! Akhir sebuah pencarian Angin pagi yang me...
  • Cerita Tentang Seorang Nenek
    Nasehatnya... Peluknya... Bau tubuhnya Manjanya tak ada yang lebih indah Dari senyum tanpa gigi Milik Embah Masuk yuk kita bernostalgia t...
  • Pesan cinta mama
    Perintah tanpa alasan Argumen Atau sebuah penjelasan Yang dia tahu Hanya harus Tak punya frasa Tepat Agar kau percaya Cerita ind...
  • Puisi romantis kasih tak sampai
    Kekasihku yang indah yang diam di ruang sunyi sendiri...begumul dengan rindu,sibuk dengan dunianya tak peduli padaku Karena aku hanya lelaki...
  • Novelet Remaja: Hijab Jingga Kinar bagian X
          Perjumpaan Kinar dengan ayahnya akhirnya menjadi nyata pertemuan yang merubah warna dunia Kinar. Lanjut yuk, masuk dan duduk manis jan...

Recent Posts

Categories

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)
Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Flickr Images

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Download

Sample Text

Copyright © Rumah Kata | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates