Rumah Kata

tempatnya cerita indah dan puisi romantis

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized
Showing posts with label cerbung. Show all posts
Showing posts with label cerbung. Show all posts

Wednesday, May 16, 2018

Cerita misteri, I am Indigo bagian I

 cicih surya     9:33 PM     cerbung     4 comments   

Menjadi sosok yang berbeda dari orang kebanyakan entah itu dengan kekurangan atau kelebihan , kadang membuat kita jadi tak nyaman tak jarang itu menjadi alasan untuk menarik diri dari kehidupan sosial dan berdiam diri dalam keterasingan

Mungkin itu yang terjadi dengan gadis berambut pirang dengan mata kelabu serta tatapan tajam yuk masuk👇👇👇

 Perang Dalam Darah

Daniela kembali dengan wajah cemberut hari itu pipi putih nya yang pucat tampak merah terbakar matahari yang cukup terik ,hari begitu panas mengapa tubuhnya dingin seperti berada di tumpukan salju.

Oh tidak ini tak boleh terjadi dia tak boleh tertidur di pinggir jalan ,langkahnya terasa semakin berat tapi dia berusaha menyeretnya cepat dan lebih cepat lagi. sebenarnya ingin berlari tapi kakinya seperti terikat rantai besi lebih dari sekkilo di setiap jari.

Mom selalu berpesan untuk mampu mengedalikan diri. belajar untuk mengontrol bisikan dan ajakan yang di didengar supaya tidak sesat dan membinggungkan yang akhirnya  mencelakai diri sendiri.

Seperti hari ini  di kelas dia selalu ingin marah emosinya mendidih entah karena apa , tak ada teman yang membuatnya marah ,guru pelajaran semua bisa di tangani tapi dadanya penuh dengan api hingga dia merasa gerah sendiri.

Dad mengajari untuk meditasi sederhana ,dia melakukannya sambil duduk di bangku mengatur nafas tanpa memejamkan mata ,tujuannya agar tak memancing perhatian kawan- kawan kemudian dia semakin dianggap gila dan dikucilkan  meski tanpa perudungan tapi duduk sendirian dibangku paling depan itu cukup menyakitkan.

Kesalahannya hanya satu dia sering bicara tanpa alasan ,mengatakan sesuatu  yang tak bisa dijelaskan ,melihat apa yang tidak bisa di lihat orang , ngocehin sesuatu tentang masa lalu dan masa depan ,marah tanpa sebab sedih tanpa persoalan. Dia sadar dia aneh dia berbeda dari sana dia belajar memahami siapa dirinya,
15 menit meditasi  ada perang dalam darahnya tubuhnya menggigil dan ngantuk tak tertahankan dengan ucapan terburu -buru dia pamit pada guru dan pulang tanpa merapikan buku tas sekolahnya diambil sembari berlari meninggalkan kelas sang guru  sempat teriak untuk berhati -hati .

Pihak sekolah sudah memahami perbedaan yang terjadi pada diri Daniela . Dad datang secara khusus untuk bercerita tentang putrinya tapi tidak demikian dengan para murid ,Cara pikir Daniela yang sangat dewasa juga kebiasaannya yang senang berdoa membuat teman-teman menuduh Daniela sebagai tukang sihir yang menakutkan. Karena itu dia di kucilkan meski tak ada  kata-kata perundungan.

" Oh Tuhanku selamatkan aku..., Izinkanlah aku sampai rumah saja...," Pinta hatinya sembari menyeret kakinya yang terasa makin berat kantuk semakin parah hingga matanya sulit terbuka . teras putih tulang,dan tembok biru cerah sebenarnya sudah kian dekat tak lebih dari sepuluh langkah dia ada dipintu .

Dengan nafas yang semakin sesak dia membuka pintu setelah itu dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya badannya terasa lemas pandangan gelap terasa ada yang keluar dari tubuhnya lalu melayang...Bersambung




Apa yang akan terjadi dengan Daniela tunggu selanjutnya , terimakasih sudah mampir kemari See you
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, March 26, 2018

Cerbung:Bismilah, Pelarian terbaik bag V

 cicih surya     3:15 AM     cerbung     No comments   

Biarlah bunga  bersemi indah di hatimu ,Biarkan saja rindu membiru jangan lagi kau diam dalam bisu

musim semi datang... memekarkan tulip putih unggu dan merah jambu di Cina ,Belanda ,Atau Pakistan Akan ku rangkai Tulip putih dan ku jadikan mahkota  yang bertengger indah menghias hijab mu Zefara

Bukan aku tak sanggup memberikan merah Delima atau logam mulya tapi aku tak mau memberikannya aku ga mau kau marah karena merasa harga dirimu ku tukar dengan berlian dan batu mulya.


Episode yang lalu...
Faisal Darmawan mendatangi zefara dan meminta waktu untuk menyelesaikan pergolakan bathinnya, Zefara mengangukan kepala Tapi Abik memintanya kembali datang karena ada sesuatu dengan Zefara,
Apa...?
simak dibawah ini sekarang...,cayyooooooo

Tulip Putih


Menyusuri pematang sawah , padi hampir menguning di sorot matahari pagi ,hangat menyusup halus menjalari tulang punggung . Seorang lelaki tua dengan janggut  yang di pelihara, panjangnya mungkin tak lebih dari dua buku jari, memutih seperti menguatkan karakter diri,
kerut di kening yang sudah dalam , menjalar ke pipi tangannya yang juga kurus sudah keriput dijalari urat membiru seperti berada di bawah kulit ari.

Di belakangnya turut manut membuntut seorang pemuda berkulit putih, badannya tinggi kurus , dia sibuk mendengar nyanyian lirih si burung pipit yang riang hinggap di batang -batang padi meski orang-orangan sawah menakuti , kaleng-kaleng yang tertiup angin juga mengusirnya lantang tapi si burung tetap gagah mengambil haknya untuk mengisi tembolok kecil sampai saatnya tak muat lagi.
Desau angin membelai rambutnya yang menyentuh kerah air wajahnya sangat bahagia angannya berlari menyentuh langit matanya yang teduh menantang mentari
" Hari ini Milikku Ya Robb...,Izinkan aku mengisinya  dengan bait-bait kebaikan ,dengan simpul-simpul ketulusan...,dengan janji yang -satu-persatu ku tepati , Berikan aku kekuatan Ya Robb..., untuk meniti sabar dan tak berputus asa mencari jalan. Sesungguhnya tak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganmu...," Bisik bahtin Faisal sembari mengatur nafas membuka lebar diagfragmamya agar oksigen masuk utuh mengisi setiap gelembung paru-paru .

" Apa yang kau fikirkan dengan tanah ini...,apakah sebagai pemborong dan pemilik modal ,kau akan mendirikan penginapan bertema perkampungan seperti yang banyak bermunculan sekarang...,Tanah ini milikku dari mulai saung kecil tadi sampai di sungai sana..." Jelas Abik agak berbangga diri

" Terlalu sayang jika di tanah yang produktif seperti ini , dialih fungsikan menjadi bangunan ,jika tanah ini milik saya , saya akan fungsikan tempat ini sebagai pusat tanaman obat ,jadi jika orang datang kemari dia akan menemukan tanaman apa saja yang dibutuhkannya untuk kesembuhan ,agar kisah kelam Ayah saya tidak terulang ,beliau buta karena mengalami pembekuan darah , tapi menolak minum obat karena tahu kalo obat yang diminumnya mengandung sesuatu yang diharamkan sampai penyakitnya semakin parah dan kematian menjemputnya...," Balas Faisal serius memori otaknya otomatis membuka kembali kisah duka yang paling memilukan dalam hidupnya ,hari itu Allah takdirkan dirinya menjadi yatim dan ibunya berduka menjadi janda,

" Sayangnya tanah ini mungkin tak akan jadi milikmu , jadi kau harus mengubur dala-dalam mimpimu...,"Kata Abik semakin mencabik sembari duduk di batu besar di hulu sungai yang bening membiarkan kakinya terendam air setengah lutut begitupun dengan faisal , mata Abik menatap lawan bicaranya seperti mencari kejujuran di air muka lawan bicaranya ,Faisal menatap arah lain sejak awal jumpa dia tak suka dengan tatapan Abik yang berlaga sok detektif seperti ini .Hati Faisal menunggu kemana gerangan arah pembicaraan terikan nafas lega berhembus pelan ketika Abik kembali bicara ,

"zefara bukan anakku ,Aku tak punya hak wali atas dirinya , dan dia tak punya hak harta waris dariku...,kecuali jika aku menghibahkan padanya." Suara lelaki itu pelan sepertinya dia ingin ini seperti bisikan hingga angin tak harus mencuri dengar.Faisal merasakan nyeri di jantungnya seperti ada pisau tajam yang memotong setiap pembuluh,dia juga melihat mata Abik berkaca -kaca meresapi kepedihan yang dalam.

" Dalam dokumen negara ,memamg tercantum namaku , dia adalah anak pertama keluargaku, Itu kulakukan untuk menjaga harga dirinya agar dia tidak resah bertanya tentang jati dirinya , tapi hukum Alloh bukan untuk dipermainkan faisal, saat dia menikah aku hanya boleh melihatnya seperti orang asing karena wali hakim lebih berhak berjabat tangan denganmu..., " Kali ini air mata begitu deras hingga tubuhnya terguncang ,Faisal menggengam lengan lelaki itu. mata tuanya yang mulai menyipit terus mengalirkan butir -butir bening yang sepertinya berlarian 

" Apakah zee mengetahui hal ini?" Tanya faisal kemudian

"Iyya...," Jawab Abik sembari mengangguk pelan  kemudian bercerita lagi " sejak dia mulai dewasa ku ceritakan prihal siapa dirinya , dia sempat terpukul berhari-hari tak makan sampai harus di rawat di rumah sakit , tapi sepahit apa pun ini kenyataan yang harus di telannya ," Kini Abik sudah kembali bercerita dengan tenang. " Dulu istriku juga mengalami masalah pembekuan darah setiap mengandung janin hanya bertahan 4 sampai 6 minggu ,pada keguguran yang ketiga.dia sangat terpukul, dia sudah berputus asa, di hari itu dokter yang merawat istriku mengatakan kalo ada seorang bayi perempuan yang baru saja kehilangan ibunya ada kemungkinan dia akan di serahkan ke lembaga sosial karena tak ada yang bisa merawatnya.Ibunya TKI yang mengalami pelecehan, Zee adalah bidadari yang terlahir tanpa ayah yang sah secara hukum  Faisal" Pukulan telak kini mengenai ulu hati Faisal sedih sekali 
"Ya Rob..., kuatkan hatiku bulatkan tekadku...," Pintanya pada sang maha kasih " Abik..., boleh ku berikan jawabanku hanya pada Zee" Pinta Faisal kemudian sambil mengikuti langkah-langkah tenang Abik , matahari sudah tepat diatas kepala saatnya pulang dzuhur tiba ,selepas dzuhur dan makan bersama Faisal pulang tanpa mengatakan apapun pada Zee.


2 Minggu berselang

Faisal mengajak zee untuk pergi, sebuah hutan kota mereka datangi , bukan hari minggu karena faisal segaja memilih hari dimana akan jarang orang datang ,agar suasana lebih tenang.

Snack di tangan sambil mengamati anggsa putih berenang dengan tenang ,langit berawan angin sepoi menyapa ramah dedaunan saling mengingatkan untuk taat pada tugas yang di emban .
Sepasang anak manusia tanpa suara , hanya mata dan senyum yang terus saling memberi tanda.
" Zee...!!!"
" hmmmmm"
" Maaf aku tak mengabarimu lebih dari dua minggu ,Aku tak punya alasan hanya maaf ,sayang..."

" Kau sudah biasa melakukannya ,aku tidak mengganggap itu kesalahan untuk di maafkan..."
 " Zee....!!!"
" Iyaa..."
" Semalam Aku bermimpi..., indah sekali..."
" Memang mimpi apa...?"
" Aku menciummu...,dalam mimpi itu kau cantik sekali.Kau tahu aku menciummu dimana...?" Faisal menatap mata bulat Zee lembut sekali Zee mengeleng, menunduk menyembunyikan senyum
 "Aku menciummu di depan penghulu saat semua orang bilang Syah..." Jelas faisal dengan suara pelan dia takut rumput yang di dudukinya mendengar dan mereka akan cemburu kemudian menusuk pantatnya. Zee mengangkat wajahnya ,matanya membelalak memancarkan rona bahagia " Amien..." balas zee senang tapi kemudian wajahnya menunduk layu" Kau sudah tahu siapa aku...,Masihkah kau yakin dengan aku perempuan tak jelas ,aku anak jadah...!!!" Lanjutnya parau suaranya terdengar begitu memilukan 
" Aku sudah mendengarnya , tapi aku tak akan membahasnya sampai kapan pun, seperti kau yang mengubur dalam kisah kebejatan masa laluku ,bahwa aku adalah bajingan..., Zee maukah bersepakat denganku sekarang...,Jangan bahas ini lagi ,kau menyakitiku dengan air matamu Faisal seperti tak pernah bosan menatap wajah Zee dengan lembut, sementara gadis dengan kerudung merah bata hanya menunduk mengiyakan dengan anggukan kepalanya.
" Zee...,kemarin aku mengantar Ibu belanja ke Mall..."
" Trus...?"
" Waktu ibu belanja aku juga , mendorong troli sendiri mencari keperluanku..."
"Lantas...?"
"Biasanya di kalo lewat ke blok pakaian dalam wanita..,perutku berontak aku mual...,Tapi hari itu biasa aza...,akhirnya aku mendekat berlaga seperti hendak membeli ,aku penasaran dengan perubahanku ,ternyata benar aku tetap nyaman, lama sekali aku di sana si Spg datang  menyapa hendak membantu

" Nyari untuk siapa ,Pak...?, Anaknya Istri atau untuk Ibunya?"Tanya si  Spg rada genit
Aku menjawab asal untuk Istriku..., eh si spg genit itu bertanya lagi ukurannya apa atau nomer berapa yang ini local punya ,yang disana import punya... jelasnya spontan aku jawab "tidak tahu... "dia tertawa " lain kali tanya istrinya dia pake ukuran berapa...,jadi lelaki jangan cuma bisa pakai pak...," katanya dengan nada bercanda aku hanya tersenyum dan berlalu spg  saling pandang dengan temannya mungkin mereka mengangap aku lelaki 'syaraf ' yang senang mengoleksi pakaian dalam perempuan,padahal kalo mereka tahu aku lelaki yang baru sembuh  dari 'syaraf'"Faisal tertawa mengakhiri ceritanya zee terpingkal -pingkal menertawakan lelaki 'syaraf di sisinya 
" terima kasih Zee  sudah sabar menungguku...," Kata faisal sangat serius" You are Angel's ,I love you so much more Zefara...!!!"
"I love you too..."
" Zee..."
"Hmmmmmm..."
"Kapan tanggal yang tepat menurutmmu...?"
" Hari yang sama saat kita berjumpa tanpa sengaja..."
"Undangannya...?"
"Tak lebih dari seratus orang...,yang mewah belum tentu kekal,aku mau yang sederhana tapi sakral di hiasi doa tulus orang -orang tersayang  
" Maharnya ?"
" Sesuai kesanggupanmu..."
" Zee..., pulang yuk aku akan bicarakan ini dengan keluargaku...,Ada syarat lain....?"
"Selama aku masih punya kesanggupan tak ada poligami di keluarga kecil kita, poligami itu tak haram itu disunahkan tapi kuharap itu bukan takdirku "
" Kenapa...?" 
"Aku ga bakal sanggup ,aku mau kau hanya milikku ,aku sayang kamu ,Bajinganku..."
" Zee...!!!"Rengek Faisal
"Apa...?"
"Aku peluk yah..." 
Zee mengepalkan jariya siap meninju ," jika kau sanggup berpuasa bertahun- tahun ,sempurnakan lah puasamu untuk beberapa waktu lagi..." Tukas gadis itu serius,demi mendengar kata -kata kekasihnya faisal jatuh terduduk dan merebahkan dirinya dengan manja diatas rumput... sementara zee melanjutkan langkahnya keparkiran , dimana sopir faisal menunggu dengan setia ,Faisal mengikuti langkah zee dari belakang senyum tak pernah lepas dari wajahnya Tamat




Saat cinta tak berbusana
Rindu tak berbaju
Berbohong agar dipercaya
Berhutang agar Elegan
Itulah tanda kenistaan diri

See you Assalammuallaikum warohmatullohi Wabarokatuh




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, January 18, 2018

Cerbung:Bismilah, pelarian terbaik Bag IV

 cicih surya     9:19 PM     cerbung     No comments   

Di episode yang lalu Faisal Darmawan menceritakan penyebab mendasar yang membuat dia membenci perempuan , dia berjumpa dengan perempuan bernama Zefara ,yang membuat hatinya melunak dan membiru karena rindu. meski cintanya mengantung tanpa jawab kepastian....,simak yang selanjutnya ok capcus...

Tolonglah Zee

 Ada yang berubah dalam hidupku , perubahan itu laksana gunung. mengerucut di puncak tapi semakin turun semakin luas. Semua aspek berubah ,hidupku , pemikiranku, hatiku .tak sama  lagi,meski harus ku akui tak ada hati yang sama untuk mencintai manusia yang berbeda. perlahan tapi pasti semua berganti .Zee sudah jadi bayangan ku kemana pun aku berlalu aku melihat senyumnya.

Ibu tersenyum sembari menatap lukisan yang masih ku kerjakan. kemudian memperhatikan raut wajahku seperti sedang mencari jawab dari pertanyaannya. Di waktu luangku aku memang senang melukis. kadang lukisan-lukisan itu jadi bonus .untuk orang atau instansi yang mempercayakan bagunannya ku tangani .Seorang teman menyarankan agar aku menjualnya ,menyelengarakan sebuah pameran misalnya sebagai ajang fublikasi ,tapi aku menolaknya. Bagiku itu hanya seniku idialismeku aku tidak berniat menjadikannya ladang uang. Yah mungkin aku bodoh , tapi aku memang tak peduli dengan tanggapan orang terhadapku toh hidupku sudah bergelimang kemewahan.

"Gadis cantik bergaun biru...,lebih anggun dari seorang ratu..."Komentar Ibu sembari tersenyum
" Iya...,Cantik sekali..."Balasku tanpa menoleh pada Ibu, Kuas terus menari
" Taukah kau Faisal...? "Tanya Ibu retoris" Hari ini Ibu bahagia..."Lanjutnya "Karena kau sudah jatuh cinta , terlepas dari dia membalas mu atau tidak, setidaknya hatimu tak lagi membeku ,dan itu yang penting untuk Ibu nak,,," Jelasnya beliau mengusap kepalaku sebelum berlalu meninggalkan aku dalam kesendirian. Sendiri adalah caraku untuk menjadi diriku yang utuh dan jujur. Meski harus ku akui  kesendirianku sekarang berbeda tak lagi sepenuhnya sendiri. Karena ada bayangan Zee yang  terus menari di pikiranku mengusik hati yang terbiasa dengan keheningan. kini terisi gaduh sekali.. obrolan dengannya terus terngiang di telinga aku gila aku lupa umurku berapa...,aku merasa baru kemarin lulus SMA. Aku kasmaran padamu Zefara.

Ampuni aku ya Alloh karena hati ini tak cuma mengeja asma Mu kini , mahluk indah Mu  menguntit ku layaknya bodyguart ,bagaimana  aku bisa tergoda mahluk genit yang mengelilingiku jika setiap aku mengedipkan mata  raut wajah Zefara yang sederhana membayang ,bagiku ini wow luar biasa.

Sepuluh tahun  perempuan bukanlah penggodaku ,aku membiarkan sepi memeluk diriku , aku mengusir sunyi dengan pekerjaan , aku hanya punya waktu tidur 2 jam itu pun kadang masih ku kurangi juga , sampai Zee membuat revolusi dalam hatiku , Merubah setiap sendi hidupku ,Dia Zefara Aisyah.

Tolonglah Zee...
Diamlah untuk ku
Aku tak minta banyak 
Tidak satu jam
Atau seharian

Tolonglah Zee...
Diamlah untukku
Temani aku
menghabiskan  sepiring Nasi

Zee...
Aku tak akan mengulur waktu 
Janji
Aku hanya akan
Menguyah nasi 32 kali
Itu  cukup untukku 
Menahan mu Disini 
Zee...,Oh Zee

Zefara bagiku Adalah Matahari pesan cintanya menghangatkan hatiku,,, Dia adalah pelangi senyum dan tawanya  mewarnai hariku ,Ucapan selamat tidur darinya adalah gerbang menuju mimpi indah yang hanya dimiliki sepasang kekasih
Meski baginya cintaku itu Abstrak...,tanpa kata tanpa rupa  tapi kita berjumpa lewat bait -bait doa. Namanya terbersit setiap ku baca Ayat suci...,Tuhan bimbinglah hati kami..., dari bius cinta akhir zaman , masukan kami kedalam golongan orang -orang yang kau selamatkan dan kau jaga dalam kemulyaan. Tenangkanlah Hatinya selama ku selesaikan kemelut dalam hatiku sendiri.

Air mata meleleh tanpa sadar ,aku merindunya,,,.Tunggu aku Zee...,tunggu Aku sebentar lagi saja. ku pejamkan mata ku baca doa tidur sebelum terlelap lelah bersama angin malam dan embun yang mulai turun.

Siang yang mendung aku menatap mata Zee . Binar  begitu teduh yang kurindu . kulit putih pucatnya di bubuhi bedak tipis bibirnya dipoles  lipstik merah jambu tak ada riasan mata ,tapi itu pun sudah cukup membuatku terpesona. hatiku tak henti mengangumi  mulutku menganga tanpa sadar luar biasa.

"Zee diam dulu ya 5 menit...,"Kataku setelah dia duduk tenang di depanku
"Kenapa..., Ada yang salah....,?
" Tidak..., aku hanya ingin memandang wajahmu ...,"Kataku serius sambil tersenyum. Dia tertawa lepas " Gombal...."Itu katanya
" Cewek cantik wajar dong di gombalin...,"Ucapku Asal dan jawaban Zee mengejutkan ,dia diam menunduk menyebunyikan senyum. Hatiku begitu sejuk melihatnya seperti inikah  Bidadari Akhir zaman Tuhan.

Halaman  belakang rumah Abik. Menjadi saksi begitu lama kami terpenjara dalam hening saling menunggu siapa yang membuka pembicaraan setelah sekian lama dipisahkan .Abik memintaku menjaga subuh 40 hari tapi aku kembali datang setelah 3 bulan.

Abik menerima dengan tangan terbuka kedatanganku..., awalnya aku berniat mengajak Zee pergi  tapi Abik tidak memberi izin , Beliau berujar dengan tenang " ini lepas dari percaya atau tidak  padaku..., Tapi inilah cara beliau menjaga anak perempuan .

Aku tersenyum dan merasa berunntung sekaligus minder itu artinya Zee adalah perempuan yang terpelihara sementara aku..., aku hanya lelaki bajingan yang pernah begitu bangga jadi seorang pezina...,berkawan dengan alkohol dan obat kenyataan yang miris layaknya bumi dan langit, itu juga yang membuatku segan untuk datang.
Tapi ibu selalu menguatkan ku bahwa mantan bajingan lebih mulia...,dari seorang berbaju kiai yang pekerjaannya mencuri , bangga dengan titel dan popularitas duniawi dia lupa bahwa tugasnya menjaga umat  bukan mengeruk materi.

Dengan mengucap bismilah...,dan tarikan nafas yang tenang ku buka pembicaraan. obrolan-obrolan santai kesana kemari...,senyum tawa kadang gombalan  ku membuat wajahnya merah jambu dan aku sangat suka itu .
Aku juga heran kapan aku belajar merayu...,tapi sudahlah itu mungkin Naluri
"Zee..., bisakah kau menunggu lagi... ?"Tanyaku ragu dia mengangkat wajah dan menatapku lama sekali." Bukan maksudku mengulur waktu..., aku juga tahu kebaikan harus di segerakan..., tapi ada hal lain dalam diriku...," aku berhenti berucap menarik nafas berkali -kali , mengumpulkan keberanian  untuk mengatakan aib ini. Tapi tatap mata Zee yang tenang membuatku membulatkan hati untuk jujur hari ini. "Aku pernah cerita padamu tentang Aku Siska dan penghianatannya. Luka itu terlalu dalam Zee," Aku sengaja berhenti bicara dan menatap wajah kekasihku , aku ingin tahu adakah perubahan disana, Tapi wajah itu tetap tenang dan menungguku bercerita."Aku membenci perempuan sampai ke ubun-ubunku ,dulu aku tak bisa makan jika aku duduk satu meja dengan seorang perempuan ,  benci itu membuatku merasa mual apalagi jika mereka genit dan berusaha mencuri perhatianku..., kalo sudah begitu aku pasti ke toilet dan muntah di sana "Zee terhenyak kaget raut wajahnya begitu murung.
"Tapi kau datang laksana gerimis..., Zee..., mencuci otakku dengan cara yang sangat manis. Kau mengajari aku kembali menyukai perempuan seperti bayi yang diajari Ibunya mengunyah makanan ,Aku mulai duduk nyaman saat bersamamu. tenang menikmati setiap pembicaraan kau kembali mengajariku indahnya merindu..."Ujarku panjang lebar aku terhenti menikmati senyumnya yang tersungging manis sekali. Aku suka bicara denganmu dadaku berdebar begitu kencang setiap membaca pesanmu..., kau tahu Zee aku hanya bisa memejamkan mata saat mendengar suaramu di telpon itu sebabnya aku tidak membalas pesanmu aku tidak bicara padamu karena aku sibuk menikmati perubahan pada hatiku Zee" Zee...,kau marah....? Maap kan aku Zee" Kataku melemah aku merasa sangat bersalah.
" Kamu jahat..., aku kesal sekali..., aku ingin sekali marah...,tapi setiap aku uring- uringan  aku ingat tatapanmu , ketenanganmu...,amarahku pelan- pelan Reda...,"Balas Zee sambil tersenyum  aku kembali melayang bahagia mendengarnya. Zee sayang padaku..., Dia jatuh cinta padaku seperti aku Mencintai dan menyayanginya bisik hatiku dalam diam, aku  kembali menarik nafas mengumpulkan kekuatan untuk melanjutkan ceritaku .Zee juga sudah kembali tenang dan siap mendengarkan kelanjutannya" Tapi Zee saat aku membayangkan kebersamaan lebih dari pembicaraan, dan kita dekat tanpa pembatas kapala ku pusing Zee....aku masih merasa mual  meski tak sampai muntah .Tapi itu pasti akan sangat mengganggu jika tidak ku beres kan dulu . Ibu mengajakku konsultasi untuk menyembuhkannya...,tapi aku menolak Zee..., kufikir  aku akan membiarkan cinta yang terus tumbuh menjadi obatnya..., Tapi aku pasrah Zee...,  keputusan kini ada padamu..., "Kataku pasrah Zee beranjak dari tempat duduknya  , melihat itu aku sudah menyiapkan diriku untuk patah hati."Aku akan diam untukmu...., Sudah Asyar  bersiaplah jadi Pak Imam ,Abik sudah menunggu. "Katanya sambil memberi jalan padaku agar berjalan di muka

Bada Asyar aku pamit pulang, "Jika Zee sudah setuju jagalah hatimu..., jika ada waktu datanglah lagi  Abik ingin bicara hal penting mengenai Zee yang hanya boleh di ketahui Calon suaminya...,"Kata Abik saat menyalamiku  aku mengangguk meski dalam hati ribuan tanya berkecamuk...,tapi aku tak ingin grasak -grusuk Abik Adalah orang tua yang bijak itu yang ku tahu dan membuatku merasa tenang     Bersambung




Wah....,ada apa  dengan Zee penasaran ????? Tunggu selanjutnya Ok dear See you





Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tuesday, December 5, 2017

Cerbung: Bismilah, pelarian terbaik bag III

 cicih surya     2:30 AM     cerbung     No comments   

Malam panjang mengantarku pada perih rindu , saat jarum jam terasa berdentang kencang seraut wajah ayu memintaku untuk terus terjaga  mengangumi dan semakin jatuh hati, rindu dan rindu lagi semakin mengembang laksana mawar merah muda yang mekar. Wajahnya bagiku adalah candu semakin kulihat semakin mabuk lah daku...

Ya Rob... semakin tak mampu aku Dia luruhkan beku kalbu  tatap nya  tajam senyumnya manis  aku jatuh hati kian mengagumi semakin hari tak mampu berpaling lagi 

Kau dara yang suaranya begitu manja meskipun kau bicara biasa saja tapi telingaku menyimpannya di tempat paling istimewa engkau kah gadis itu???


Asmara Cinta Kedua

Ruang tidur minimalis dengan penerangan redup yang menurut banyak orang membawa kesan romantis. Semerbak Aroma green tea yang lembut menemaniku berbaring seorang diri. Aku mulai membaca ayat-ayat penjaga yang diajarkan Ayah saat aku masih sekolah teka.

Ku pejamkan mata pelan sekali tapi aku membukanya lagi segera , aku duduk tegak karena terkejut kulihat jam dimeja  12 kurang 10 dengan napas memburu...,ku ambil air minum ku tenggak sekali habis tanpa sisa.

Aku kembali pada posisi  berbaring memejamkan mata tapi kemudian beranjak kembali duduk menarik napas perlahan berusaha menenangkan diri  namun terus begitu berkali-kali hingga aku menyerah  ku buka mataku menatap langit kamar aku menggigit bantal karena dilangit -langit kamar ada bayangan begitu indah ku eja nama tuhan dalam diam dia begitu menghantuiku

Sejak pertemuan itu hariku memang berbeda. Meski tak ada yang tahu aku bukan lagi Faisal Darmawan yang dulu dia memberi warna yang baru perlahan merubah warna hatiku  tak lagi kelabu  karena hatiku terus membiru terus merindu

Zefara..., kau kah itu, kau kah jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku? Sanggupkah kau dengan aku cukup tangguhkan dirimu karena langkahku terlalu ringkih berat sekali Zee.

Satu bulan ini aku kembali kerumahku. Mengurus lagi usahaku waktu 3 bulan yang di targetkan Ibu untuk menyamar Akhirnya Ibu batalkan karena orang yang ku percaya ternyata tak cukup mampu menghandle semuanya.

Hari itu jumat pagi seusai subuh berjamaah dan ku berikan jatah sedekah aku bertemu dengan seorang perempuan dia biasa saja tidak cantik jelita, tubuhnya tak melekuk seksi tapi entah mengapa mataku terus mengikutinya  dia berbicara dengan anak kecil layaknya anak kecil hingga anak itu tertawa tak henti sampai mereka terpisah di persimpangan.

Dia hanya tersenyum saat kami berpapasan lalu melangkah bergegas meninggalkan aku yang yah...,,ku pikir tak ada kesan kerudung yang seadanya wajah tanpa polesan senyum wajar ga ada yang istimewa.

perjumpaan demi perjumpaan tegur sapa yang biasa saja seperti gerimis yang tak terasa menyentuh tubuh tapi ternyata membasahi  pakaianku . Ada sunyi jika tak bicara dengannya mataku mencari jika sedang berada di jalan siapa tahu bisa berjumpa mendengar suaranya atau hanya melihat senyumnya aku sudah sangat bahagia.

Mungkin ini cinta seperti yang pernah kurasa dengan Siska si cantik yang membuatku patah hati dan menutup diri dari mahluk genit berlabel perempuan. Kala itu aku hampir bunuh diri hidupku terasa tak fungsi 2 tahun aku tenggelam di kesunyian berteman obat dan minuman. Tapi Ibuku tak patah arang dia menemaniku terapi hingga aku lepas dari latnat yang merusak diri. beliau mengajakku hijrah memulai hidup baru dia seperti satpam yang membuntutiku kemanapun aku pergi memblok semua teman yang akan membawaku kembali menyentuh obat dan minuman.

 Lukaku teramat dalam..., bagaimana tidak, saat itu undangan sudah disebar.  Ijab minggu depan  aku masih sibuk dengan segala urusan diluar pernikahan, usahaku sedang maju kala itu satu bulan aku buka 3 gerai. Calon istriku Siska sudah tinggal di apartemenku. Jujur saja pernikahan itu hanya peresmian buat aku dan Siska kami sudah tinggal serumah sejak lama mungkin semen leven sebutannya.  Ibu tentu tak tahu yang beliau tahu aku masih anaknya yang baik ganteng dan kaya raya.
Awalmya aku berniat memberi kejutan pada perempuan ku tersayang. Aku membawa buket bunga dan masuk kerumah tanpa suara dengan kunci yang ku bawa.
Aku masuk ke kamar yang kebetulan tak terkunci aku membayangkan Siska tertidur sendiri dengan busana minim dan seksi. Tapi keinginanku jauh panggang dari api. Begitu pintu ku buka kudengar gaduh lampu kunyalakan ada lelaki di sana diranjangku. Saat itu ku usir Siska tanpa  belas kasihan  bahkan tak ku beri kesempatan dia membenahi pakaiannya. Dia pergi dengan derai tangis bersama kekasihnya meninggalkan aku dengan luka menggaga percayaku terluka

Zefara tanpa sadar telah menghapus benci berkepanjangan dia laksana bening yang membasuh luka sabar dan perlahan mungkin juga dia tak tahu kalo dia adalah dokter cinta untukku, karena dia tak tahu cerita luka itu dia hanya tahu aku pemulung misterius yang sering rehat di beranda masjid saat dzuhur tiba  hanya itu.

Kala aku mengungkap perasaanku padanya  dia malah tertawa terbahak-bahak. mengangapku lelaki konyol. Aku juga sadar aku bukan siapa -siapa. Dibandingkan lelaki yang mengelilinginya tapi dia tertawa bukan mengolokku dia bilang dia lucu dengan ungkapan cinta ala ABG yang ku lakukan.
Dia Zefara  putri sang Imam yang dihormati dan dihargai didekati para cendikia dan santri tapi Zefara  masih berdiam diri tak memilih satu diantara mereka . dia menjawab santai dan klise belum ada yang klik di hati. Sampai aku datang memberanikan diri.Dia tersenyum penuh makna " yakinkan hatimu temui Abie ".Seminggu kemudian aku menemui Abie mengatakan keseriusanku tapi Abie juga tak memberi jawaban pasti Beliau meminta ku untuk menjaga subuh tanpa terlambat selama 40 hari tanpa terhenti . Jadi aku harus siap sebelum adzan berkumandang , Kupikiritu permintaan yang di buat-buat Abie menolakku secara halus. Sebab Abie tahu aku hanya pemulung tanpa masa depan mimpiku terlalu besar jika menginginkan Zee.

Aku pulang dengan perasaan gamang bertahun aku menanti begitu dapat yang klik malah ditolak mengenaskan sekali.
Ibu dan Bahtiar mendengar ceritaku dengan senyum bahagia antusias sekali mereka Ibu memintaku Istiharoh sebelum tidur memasrahkan segalanya pada tuhan Biarkan waktu membulatkan hatimu.Dan Alloh menautkan cinta kalian dalam halal.

Aku berusaha menjalani keduanya Istiharoh dan subuh permintaan dari ibu dan calon ayah mertua tapi Zee pernah bilang ada yang menganjal yang membuat dia menolak setiap yang datang apa itu Zee bilang itu urusan Abie dengan calon pengantin pria...Bersambung


Apa sih yang menyelimuti hidup Zee tunggu  episode  berikutnya ya...see you Assalammualaikum




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tuesday, September 5, 2017

Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II

 cicih surya     9:57 PM     cerbung     18 comments   

Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutanya,buat yang belum membaca kisah awalnya silahkan baca dulu biar ngalir... seperti air .... yuk ah cus

Impian Ibuku

Aku tidak punya waktu
Untuk siapapun
Aku tidak menuruti siapapun
Kecuali perintahmu
Ibu


Tergoda dalam diam, merenungi sinar bulan yang kian meredup menuju bulan baru, tatapan kosong menyaksikan kuasaMu ya Robb.tak ada yang kuasa penuh terhadap sesuatu kecuali Engkau, tak ada daun yang jatuh tanpa izinMu.

Setiap tarikan nafas hanya milikMu, hanya ingin sandarkan resah padaMu, tak mampu sungguh tak mampu menjaga diri Untuk utuh padaMu, MilikMu selalu selamanya.

Diam bukan berarti beku dan tak tahu, diam adalah jalan yang kupilih untuk menekuri segala kehendak takdir yang kualami saat ini.Tinggal dirumah petak yang kumuh sebagai pencari barang bekas. Kadang kufikir ini bukan hidupku ini bukan aku Faisal Darmawan.

Sendiri yang sedang ku jalani membawa ingatanku pada seorang wanita dengan kerutan penuh dikening dan bawah mata, tatapan sayu yang lembut membuatku tak mampu menolak semua kehendaknya. Ku tinggalkan hidupku jika Dia sudah merajuk manja bilang Aku sudah tak punya waktu.Tak punya waktu...,itu benar aku memang kekurangan waktu.menejemen sebaik apa tetap saja Aku terkubur dalam kata “ sibuk ”.

Malam minggu. Aku menatap mata perempuanku kali ini Dia juga mengeluh padaku tentang pekerjaan yang membuatku lalai tak lagi mengiriminya pesan manis penuh cinta sekedar tanya kabar. Aku memeluknya, dan pertanyaan lain membuatku tertengun lama tak punya jawaban.

“Kapan kamu menikah, Nak...?” Katanya pelan tapi jelas” Perempuan mana yang sedang dekat denganmu...?” Lanjutnya lagi tatapan penuh selidik.membuatku tertunduk.

“Tidak ada Buk...” Hanya itu Jawabanku. Aku semakin dalam menyembunyikan wajahku. Ku genggam jemari ibuku, Tapi kemudian tanganku bergetar. Mata tua ibuku mengalirkan butir bening.kesedihan.

“Sampai kapan, Nak...?” Kata itu terdengar begitu perih. Tak cukupkah waktu sepuluh tahun untuk mengobati lukamu".

“Saya tidak memerlukan perempuan lain, Buk...,saya sudah punya Ibu dan itu cukup.” Kataku sambil mencium kening Ibuku lalu bangkit meninggalkannya. Aku tak ingin memperpanjang pembicaraan tentang perempuan, aku malas. Kusibukan diri dengan file-file yang menumpuk di laptopku.

Aku tertegun melihat pintu kamar ibu tertutup rapat, konsentrasiku sudah buyar moodku berantakan, bayangan mata ibu yang mendung membebaniku. Lebih berat dari tugas untuk memberi makan 50 anak asuhku. memenuhi kebutuhan sandang pangan papan mereka.juga pendidikan. yang semakin hari semakin mahal.Aku ikhlas banting tulang.

Aku tertidur di meja kerja, dibangunkan ibu tepat jam 05. dengan mata yang masih sulit ku buka berwudhu dan subuhan, aku kembali tertidur diatas sajadah. dan Ibuku membiarkannya.

Jam 10 aroma terasi goreng menggoda perutku yang lapar, ku masuki dapur, Aku mendapati Bahtiar menata makanan di meja, pepes ikan sambal dan lalapan lengkap. Membuat ilerku menetes tanpa sengaja. Aku duduk dan Ibu segera mengalaskan nasi untukku. Bahtiar duduk menikmati makanan bersama kami. Bahtiar adalah anak Asuhku yang setiap hari juga membantu Ibu mengurus rumah dan anak- anak, Dia adalah awal mula panti asuhan yang kukelola,Anak cerdas putus sekolah karena bapaknya pergi merantau tak pulang- pulang.

Dia jadi tukang sol sepatu. Untuk mengambung hidup. Ibu tak tega melihatnya, karena kemauan Ibuku. Aku menjadi orang tua asuhnya.Usahaku berkembang pesat setelah memiliki dia, Aku jadi ketagihan membantu anak- anak putus sekolah, Awalnya mereka tinggal bersama orang tuanya. Tapi lama kelamaan aku punya kemampuan untuk menanggung penuh kehidupan mereka. Tak harus menikah dan menjadi ayah, Aku sudah dipanggil ayah. Semangat kerjaku terus terpacu, bisnisku menggurita mungkin karena doa mereka dan doa Ibuku yang menjaga sholat dhuha. Alloh menganugrahkanku rizki yang lebih dari cukup.Uangku tak habis karena diberikan, Hartaku tak sirna disedekahkan.

Ibu bilang tinggal satu yang kurang..., teman tidur. Aku hanya diam. Tak punya kata yang tepat untuk menjawab. Sakit itu kembali membebaniku. Tanpa ku katakan Ibuku memahaminya. Dia juga tak bisa memaksaku saat aku hanya diam dengan mata mendung lalu menghindar untuk menyudahi percakapan. Hanya air mata yang mengatakan segala keresahannya. Doa yang disetiap sujudnya hanya satu perempuan yang ditakdirkan untukku.

Seusai makan itu, Ibu mengungkapkan keinginannya lagi Bahtiar jadi pendengar. Aku hanya menatap wajah tua itu tanpa kata

 “Carilah perempuan itu, Nak..., Perempuan dalam mimpi Ibu, Seorang perempuan yang mengikatkan tali rami di tanganmu. Perempuan itu menyuruhmu menganti baju abu –abu yang kau pakai...”.

“Kemana Saya harus melangkah Buk..., Ibu yang bermimpi...?” Tanyaku pasrah, Bingung dengan pemikiran ibuku.

“Carilah ke arah Kiblat dari rumah kita, karena itu yang di katakanya saat kamu bertanya tentang rumahnya, dalam mimpi Ibu”

“Bagaimana Ibu yakin dengan mimpi..., mimpi itu hanya bunga tidur Ibu...?” Kataku mencoba menggungkapkan pemikiranku.Sekarang giliran Ibu yang diam,

“Tapi Ayah mimpi dari orang menjaga wudhu sebelum tertidur, itu adalah petunjuk, karena setan tidak akan mendekati seorang hamba yang sengaja berwudhu sebelum tidur. itu bukan mimpi Palsu ayah...” Kata Bahtiar aku diam tapi hatiku membenarkan.

“Baiklahlah akan kulakukan untuk Ibu..., beri waktu seminggu dulu, aku akan bicarakan urusan pekerjaanku pada orang –orang kepercayaanku, doakan aku buk, semoga orang yang ku pilih amanah. Ibuku mengangguk senang... Bismilah... berkahi langkah ya alloh jika ini adalah perintahmu melalui lidah ibuku. Perempuan yang paling ku sayangi dan ku hormati,,,, Bersambung





Tunggu lagi kelanjutannya yaa,,, penasaran khan? banyak pertanyaan pasti perlu banyak jawaban mangkanya sering kemari yaa,,,, see you dear Assalammuallaikum
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, August 21, 2017

cerbung:bismilah,pelarian terbaik

 cicih surya     12:49 AM     cerbung     8 comments   

Ini adalah cerita bersambung baru tentang seorang manusia yang mencari arti hidup dan jati diri

Persinggahan Terbaik

Di terik yang membakar, debu angkuh berterbangan, sesekali angin semilir memanjakan lelah yang meraja, memberi sedikit nafas. Sang segala maha mengajari hambanya bahwa yang sedikit juga berharga, seperti sepoy angin yang nikmat terasa saat berjumbu dengan panas mentari di tengah hari.

Aku denganmu ya Robb, mengijak bumimu mencari berkah, hikmah dan harapan kiranya sesuap nasi dapat kau beri dengan jalan begini, hina katanya, mengais rezeki dengan cara ini, tapi bukankah manusia adalah mahluk yang hina, kami terlahir tak tahu apa-apa, dan engkau yang mengajari kami bagaimana menarik nafas. Dan menangis kencang, kata orang itu takdir kemampuan alami tapi jika di telisik lagi itulah keagungan kasih sang maha pemberi

Masjid ini begitu megah, gerbang kembar dihias batu alam, halamannya ditempeli keramik kasar, terasnya keramik putih ukuran besar berpagar stenlis steell, dia jadi bagunan terluas dilingkungannya, bersanding dengan kantor kelurahan dan alun- alun yang kurang lebih sama ukuran kemewahannya Rumah disekitarnya cukup untuk memberi tanda padaku ini wilayah yang penduduknya cukup sejahtera.

Ku ambil gelas plastik bekas ku masukan kekarung.yang bertengger di punggungku, perutku mulai berbunyi minta diisi, aku memegang perutku”berpuasalah 20 menit lagi, setelah dzuhur ku penuhi hakmu”kataku seperti berbicara pada temanku, aku melihat matahari sudah masuk waktu dzuhur,maka itu aku putuskan untuk menepi di masjid ini,kubuka sepatu bututku ku basuh kaki sebelum ku injak terasnya yang putih bersih,berwudhu dan mengganti pakaiaku sebelum ku masuki bagian dalamnya,beruntung aku hari ini pintu masjid tak dikunci.

Tak sampai 1 menit bel berdentang tanda kalo waktu sholat sudah tiba, tapi tak ada orang lain disini, hanya ada aku dan statusku hanya tamu, hanya musafir yang singgah menumpang istirahat barang sejenak.

Kulirik lagi jam 10’ berjalan tetap tak ada yang datang, Akhirnya ku putuskan untuk adzan, tak baik tanda itu terus di tunda sebab sebaik-baik sholat adalah yang dikerjakan di awal waktunya jika telah tiba, lalu jika adzannya terlambat salah siapa?

Selesai adzan seorang lelaki paruh baya menghampiriku sambil tersenyum, tatapanya ramah tapi penuh tanya.

“Maaf saya lancang pak...,” kataku kikuk, ya meskipun mengumandangkan adzan adalah kewajiban tapi tatakrama mengajariku untuk tidak melanggar kebiasaan

“Tidak mengapa, Nak..., saya baru melihatmu,apakah kau baru pindah kemari?” Tanya lelaki paruh baya yang kumisnya sudah memutih. mata tuanya menatap lembut namun teliti melihat tamu asing yang dia temui.

“Saya hanya singgah dan ikut beristirahat Pak” Jawabku pelan aku mencoba mengerti tatapannya yang menyelidik, beliau menganguk menatap kearah pintu berharap kiranya ada orang lain yang datang ikut berjamaah, tapi harapan dijawab dengan hempasan nafasnya sendiri.

“Jadilah imamku aku ingin dipimpin seorang anak muda... ” Katanya sembari memberi tanda padaku aku hendak menolak tapi beliau berujar lagi dari adzan yang kau kumandangkan aku tahu kamu mampu.katanya penuh harap akhirnya aku langkahkan kakiku keposisi imam, Pak tua tadi mengumandangkan Iqomat suaranya lembut sekali.

Seusai sholat kulangkahkan kaki keluar, Pak tua yang mengaku sebagai penjaga masjid menjajari langkahku. Dia bercerita tentang kerisauanya. Tentang umat yang bersemangat membangun masjid yang megah tapi enggan untuk datang beribadah. Aku hanya diam mendengar tak berani mengiyakan atau menyanggah Aku menyimpan jawabanku dihati dan otakku, Ku biarkan Dia menyaksikan Aku makan, nasi dan telor dadar menjadi menu makan siangku, tapi Aku menyegerakan makanku dan pamit pergi saat beliau mulai menanyakan Asal-usulku, Aku sudah menjawabnya tapi sepertinya beliau tidak begitu percaya, kalo Aku hanya seorang pemulung karena proyekku bangkrut Aku merugi, kisaran uang yang hilang milyaran , rumah dan aset-asetku disita bank, Aku sedang jatuh sejatuh-jatuhnya, apa Aku harus jujur tentang segalanya pada orang baru dan baru pertama bertemu.Itu tak mungkin bukandan aku tak nyaman di tanyai seperti seorang pesakitan

Pak tua itu mengantarku dengan tatapannya saat Ku pakai lagi baju pemulungku,dan pertemuan kami berakhir dengan ucapan salam,

Aku sengaja membiarkan ribuan tanya memenuhi fikirannya,
Siapa aku pria muda bernama Darma, dengan kulit putih bersih, menurutnya aku tak pantas jadi seorang pemulung.tanganku yang halus menandakan aku tak pernah bekerja kasar, jari lentik.... dan bacaan sholatku semuanya menunjukan hal yang berbeda, itu celotehnya yang terus terdengar menemaniku memulung hari ini. ” Tolong ibu doakan anakmu semoga semuanya berakhir baik ” Pintaku dalam hati         bersambung





Itulah persembahan dari rumah kata baru permulaan jadi hanya perkenalan jangan lupa simpan linknya kata kuncinya rumah kata untuk memudahkanmu mampir kemari dan membaca yang selanjutnya see u Assallammualaikum soudaraku
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, July 6, 2017

cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V

 cicih surya     3:25 AM     cerbung     18 comments   

Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...!

Akhir sebuah pencarian

Angin pagi yang menusuk tulang penerpa wajah pucat tanpa polesan, namun cantik tetaplah cantik mata coklat besar tetap merayu bila menatap, Dia tergesa melewati lorong bercat putih biru, tapi Dia bukan satu satunya yang tampil dengan raut wajah khawatir, semua yang hilir mudik di sini nyaris tanpa senyum. Rumah sakit bagunan megah yang jadi momok untuk siapa saja, yang kaya dengan asuransi... Tapi lebih ikhlas asuransi sakitnya angus, dari pada harus terbaring di sini,apalagi yang miskin sesuatu yang ‘haram’ orang miskin sakit. Merasa tidak dipedulikan itu lebih nyakitin. Ketika sang recepsionis bilang semua ruangan penuh, itu memilukan padahal jika di biarkan mungkin 5 menit lagi nyawa akan melayang, tapi uang lebih di prioritaskan,,, kenyataan tak seramah nurani yang selalu ingin berbagi dan saling menolong sesama diri...

Nikendy sang desainer muda berusaha menjernihkan pandangan matanya, kabut itu ternyata terus membayang. Dia merasakan sesak di ulu hati jika berfikir jendral kecil terbaring lemah dengan infus dan labu darah, ” oh ya Alloh tuhanku lindungi Ibrahim hasanku,...” Langkah kaki rasanya sangat lambat..., lelet tingkat tinggi, padahal Dia sudah berusaha mempercepatnya, tapi ruangan tempat jendral Ibra di rawat belum terlihat.

Jantung rasanya berhenti berdetak saat matanya menangkap panorama menyedihkan Jendral kecil Ibra terbaring tak berdaya di tanjang, kaki Nikendy rasanya lemas keponakan tersayang yang mentasbihkan diri sebagai bodiguartnya sakit, Dia cidera saat berlatih pangkur malam kemarin, jatuh dari ketinggian 3 meter membuat tulang betisnya mengalami retak, setidaknya itu info yang di berikan sis aisyah saat memberi tahunya melalui telpon kemarin malam, Nikendy baru berada di bandara Internasional malpense Milan, perjalanan satu minggu di Italia membuatnya syok berat lelah. Sebuah brand pashion terkemuka tertarik pada tas etniknya. Dan berniat membeli desain yang di buat Nikendy, dan mengundang Nikendy untuk negosiasi.

Sebelum berangkat ke Milan kak Ibra memberinya saran supaya desain itu jangan di jual, dan tetap jadi miliknya, sepertinya Ibra tidak mengijinkan dia pergi jauh, dan kini inilah yang terjadi Ibra terbaring sakit, kakinya berbalut Gipsona bibirnya kadang meringis menahan sakit, Nikendy duduk di samping keponakan tersayang, Dia merasa terenyuh kala telinganya menangkap rintihan Ibra memanggil namanya.

“ Anty ... ” bukan ibunya atau ayahnya tapi malah dia Antynya yang dipanggil saat Ibra merasa kesakitan.

Anty Nikendy menggenggam jemari ponakannya, perlahan Ibra membuka matanya hidungnya menangkap bau parfum Antynya tangis Ibra pecah di pelukan Antynya.

“ Kakak ga bisa jalan,Anty..., Kakak takut Kalo kakak selamanya ga bisa jalan....” Keluh Ibra terdengar sangat menyedihkan.

“ Itu ga bakal kejadian sayang..., keponakanku akan kembali pandai berlari, bisa berlatih pangkur dan tetap akan jadi juara karate...,” Kata Nikendy menyemangati, meskipun hatinya juga perih, perempuan penyuka touring ini berusaha menahan air matanya supaya Ibra tidak semakin sedih tapi dia tak mampu sungguh tak mampu, air itu terus mengaliri pipinya bagai anak sungai.sakit sekali.

Tangis Ibra terhenti saat dokter masuk dan mulai menanyakan keadaanya dengan senyum yang ramah, Sis Aisah yang dari tadi duduk menyaksikan peristiwa dramatis Antara Nikendy Clara dan Ibrahim Hasan seperti terusik dari lamunannya ,dengan seksama dia mendengarkan pembicaraan dokter dengan putranya, dia menarik nafas lega saat dokter mengatakan tulang betis Ibra hanya retak dan akan kembali pulih dalam 1 atau dua bulan

Tapi pertanyaan kritis kemudian hadir dari Ibra,

“ Berarti kakak ga bisa kemana-mana dalam waktu dua bulan....? ”

“ Siapa bilang .jika kakimu belum bisa berjalan maka kaki Anty bisa kamu pakai, Anti akan menggendongmu kemanapun Jendral ingin pergi..., tapi hanya dua bulan yah... jadi jendral harus menuruti semua saran dokter, agar kakinya bisa pulih lebih cepat..., setuju...? "Kata Nikendy serius matanya menatap lurus wajah Ibra yang cubby.

“ siap...,Anty..., kakak Akan lakukan apapun yang membuat Anty senang... Kakak sayang Anty.” pelukan hangat kembali mereka lakukan, Dokter dan perawat terdiam terperangkap dalam perasaan haru, memang banyak tante dan ponakan yang sangat dekat, tapi menyaksikan Nikendy dan Ibra sungguh luar biasa.

Dokter spesialis ortopedi Taufik Himawan dokter yang sejak awal menangani kasus Ibra menatap lekat pada Nikendy,

“ Ini Anty Candy dokter yang ku ceritakan kemarin, pagi ini dia baru datang dari Milan dan langsung kemari...” Ibra memperkenalkan Nikendy, Dokter itu tersenyum pada perempuan berhijab peach, sangat manis berpadu dengan mata bulat besar dan hidung mungil yang mancung,

“ Anda sangat luar biasa kemarin saat saya bilang kemungkin terburuk Ibra harus operasi, dengan berani Ibra bilang mau di operasi atau apa silahkan tapi tunggu Anty pulang, Dia mengajukan syarat bahwa apapun tindakan medisnya Anty harus ada di sisinya..., ” Jelas sang dokter sambil tak melepaskan senyumnya.

“Kenapa..., begitu Jendral...?” Tanya Nikendy penasaran pada apa yang dipikirkan Keponakannya

“ga papa Anty tenang aza kalo Anty ada di dekat aku..., mangkanya, Kakak ga terlalu suka kalo Anty jauh, Aku jatuh khan karena kurang konsentrasi, Gimana yah Anty ke milam sendirian, Takut pesawatnya jatuh di tembak, khan Anty melewati daerah konflik, trus kalo anty di gangguin cowok italia gimana? Tapi sekarang, Aku tahu kalo Anty adalah Antyku yang sangat hebat....,” Jelas sang jendral membuat terkesan siapa yang mendengarkan, Dokter Taufik mengangguk mengerti kemudian dia melakukan prosedur pemeriksaan atas Ibra, Ibra menjalanin perawatan intens selama dua minggu, selama itu Nikendy menghabiskan waktunya di rumah sakit, butiknya dia serahkan pada Aina sahabatnya sebab percuma dia diam di butik tapi Fikiranya ada bersama Ibrahim hasan sang jendral kecil di rumah sakit, Lagi pula dia bisa mendesain dimana saja, tidak terikat waktu dan tempat, ide datang maka pencilnya akan menari dengan lincah.menghasikan pakaian muslim yang simple, syar’i namun tetap modis dan dinamis sesuatu yang di butuhkan muslimah modern.

Nikendy sang generasi pendobrak yang selalu mengatakan pada dirinya untuk membuat desain yang tidak melanggar akidah. Namun tetap bisa memancarkan kilau kecantikan seorang muslimah, karena hijab tidak menghalangi seseorang untuk tampil elegan, dan tampil cantik dengan hijab di setiap situasi adalah jalan yang dipilihnya untuk berdakwah.

Sepulang dari rumah sakit Ibra masih harus menjalani teraphy.untuk mengembalikan Fungsi kakinya seperti sediakala, intensitas itu membuat nikendy dekat dengan Dokter Taufik Himawan, duda cerai yang mempunyai dua orang anak seusia Jendral kecil Ibra dan princess Anikka concerta keponakannya yang merupakan seleb instagram, seusai teraphy Ibra Dokter menjelaskan perkembangan positif dari pasien kecilnya dengan kalimat terakhir yang mengejutkan untuk Nikendy sebelum mereka berpisah.

“Jika fokusmu sudah condong kearah pernikahan beri tahu saya, Clara....” ujar dokter itu, terdengar santai tapi mimiknya sangat serius.

"Fokusku bisa berubah kapan saja, kalau ada seorang pria yang lulus melewati Jendral Ibra, apa jawaban Ibra itu jawabanku”

“Kamu mempercayakan hal sebesar ini pada anak sekecil Ibra....?”

“Iya...,tanya Ibra jika dia mengiyakan jalan selanjutnya akan ku buka”Kata Nikendy lebih serius

“Saya boleh minta nomer kontakmu...?

“Itu urusannya dengan Ibra,setelah Ibra datangi waliku,Ayah Ibra,Setelah mereka menyetujui baru saya akan menemui mu...”

“saya minta dalam satu bulan kamu tidak berurusan dengan pria manapun”pinta sang dokter sembari menatap wajah Nikendy.gadis itu tersenyum dan menganguk.


Ruangan yang tidak begitu luas tapi cocok untuk rehat, Nikendy selonjoran santai di kursi bermotif monocrom, semangkok salad buah menjadi pillihan cemilannya sore ini, Mbak Las sedang memasak persiapan makan malam bang Ilham akan datang dan seperti biasa Mbak Las selalu menjamu dengan makanan kesukaan mereka setiap mereka datang siapapun itu, anak abie menantu abie, cucu atau hanya sekedar sahabat dari mereka, Mbak Las memanjakan lidah semua orang yang datang kerumahnya.masakan yang tak kalah mengoyang lidah jika disandingkan dengan racikan chef resto bintang 5

Bang Ilham datang dengan gaya Andalannya kaos dan celana kolor. Bener-benar tak singkron dengan propesinya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ”ga modis banget “ itu komentar Nikendy tapi Bang Ilham hanya tertawa

“pakaian tak selamanya jadi simbol banyaknya duit dan briliannya otak...” Balas Bang Ilham Nikendy manyun mendengar peryataan acuh dari Abangnya yang jenius.

“Kamu yakin dengan Taufik...., jika tak yakin jangan dipaksakan, jangan karena kamu dikejar deadline kamu jadi asal pegang....” Kata Bang Ilham mengalihkan pembicaraan dari soal pakaian yang menurutnya tidak penting.

“Aku tak yakin aku bisa jadi ibu sambung yang baik untuk anak-anaknya...” Keluh Gadis itu seperti pada dirinya sendiri.

“Cuma itu lalu statusnya yang Duda, atau mungkin kamu sudah punya orang lain di hatimu

“ itu tak masalah..., Duda itu mungkin adalah takdir, karena setiap orang yang menikah pasti berharap ini adalah pernikahan sekali seumur hidup. Tak ada yang berharap perceraian, Aku belum siap menjadi seorang Ibu”

“Tak ada lelaki lain yang ada di hatimu, mendekat padamu?” Kejar Bang Ilham lebih dalam
“lelaki itu banyak bang yang mendekat, berusaha mendapatkan hatiku juga ngantri,”
“tak ada dari mereka yang menarik untukmu...?”
“pasti ada, Bang tapi saat aku meminta untuk menemui bang Akbar, tak ada kabar, Aku bilang pada mereka aku tak mengenal pacaran jika yakin denganku datang pada Bang Akbar, dan hanya Taufik Himawan yang sanggup memenuhi tantanganku” Nikendy tersenyum lucu
“lagi pula siapa yang tak gemeteran berhadapan dengan Abang kita yang satu mendengar suaranya saja seperti petir” Ucap sang dosen membayangkan sosok Abang tertuanya tawa membahana di seluruh ruangan


“Kalo saranku jika kamu belum nyaman menjadi Ibu mereka kamu bisa me mainset fikiranmu, kalo mereka adalah ponakan yang harus kamu sayangi kamu jaga karena Ibunya tak ada,anggap saja kamu sayang pada fauziah putriku,simple sebenarnya kamu hanya perlu mengubah pola fikirmu, yakin dengan ayahnya maka sayangi anaknya, sayangi mereka dengan hatimu maka ketulusan itu akan sampai ke hati mereka” Ungkap Bang Ilham sambil menjajari langkah adiknya menuju ruang makan, bau pepes ikan dan sambal terasi sudah menggoda selera,

“Bantu doa bang...,ternyata ini lebih berat dari yang ku kira...”Ungkap Nikendy saat mereka berjalan menikmati angin malam berkeliling kampung

“ Itu tak harus kau minta sayang...., selalu ada bagian untukmu dalam doaku, Nikendyku putri abie yang paling cantik”

“ Bang apa yang dilakukan Abie jika melihatku sekarang...? aku kangen banget sama Abie Bang ” Desah nafas Nikendy amat berat

“Abie akan memberimu dua jempol dan senyum bangga inilah Nikendy yang dulu kolokan dan ingusan, sekarang sudah berani ke milan sendirian..., tetap jadi dirinya,, ,dan itu yang membedakanmu dengan orang lain..., Unik nyentrik cantik, ” Kata abangnya tulus Nikendy menunduk tiba-tiba pandangannya bekabut pesta pernikahan sudah semakin dekat gedung sudah diboking untuk 3 bulan mendatang dan karena kesibukan –kesibukan itu membuat Nikendy sangat merindukan Abinya Selesai




Itu ending dari cerita bersambung Nikendy sang disainer cantik dan salalu baik.Alloh menentukan siapa jodohmu jauh sebelum kau dilahirkan

Terima kasih sudah menepi see you N wassalamuaikum



























Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, May 18, 2017

Cerbung:Perjalanan cinta Hijabers NIkendy bag IV

 cicih surya     12:44 AM     cerbung     No comments   

Katakan apa yang harus ku lakukan, Saat moodku berantakan Saat aku tak sanggup menghilangkan bayang wajahmu dari otakku. Aku tak pintar lagi  Aku sudah tak waras.semua karenamu....

Episode yang lalu Nikendy mendapat ajakan lunch dari seorang teman pria yang sangat berharap Nikendy mau jadi pacarnya... lalu bagaimana cerita mereka selanjutnya...
Simak yuk di Nikendy bagian IV

LUNCH IN LOVE

Nikendy menghentikan langkahnya, dia meneliti payet yang sedang di pasang, dia memberi intruksi seperti apa hasil yang diinginkannya, sang pekerja mengerti, lanjut ke sewing, lalu ke finishing, idenya lagi buntu moodnya berantakan ajakan lunch itu membuatnya jadi males ngapa-ngapain.Di tolak ga baik di jalanin memberatkan.Ada-ada saja.

Nikendy akhirnya menelpon keponakannya Ibra..., biasanya Jendral kecil Ibrahim Hasan adalah mood booster untuknya ada saja celotehan asal dari mulut cablaknya, yang membuat Nikendy tertawa

“ Oh..., Anty di ajak nge date..., sama yang kemarin mengirim bunga sama Anty... yah? ”
“ bukan... ! ”
“ Wih ... hebat banyak sekali Fans nya Anty...,” Komentar asal itu keluar dari mulut sang Jendral. Nikendy tertawa lepas mendengar ucapan sang Jendral
“ Masalahnya Anty Perlu bodyguart..., dan tak ada yang lebih hebat dari Jendral Ibra ..., bisakah menemani Anti besok siang jam 2 ” Kata Nikendy langsung pada pokok masalah, di seberang sana hening cukup lama, Tapi sang desainer menanti dengan sabar.
“ Besok siang aku harus gladi resik untuk perpisahan Anty, aku ga bisa mangkir karena aku ketua regu,rampak gendangnya akan berantakan jika komandannya tak datang. Tapi tenang saja Anty kakak akan pastikan Anty ditemani orang yang tepat...,! ”Ungkap Ibra menyakinkan “  Anty percaya padaku...?, Aku akan menjaga Anty semampuku..., karena Anty adalah kesayangan aku...” Tambahnya so sweet, Nikendy tersenyum.
“ I love you kakak Ibra...” Itu balasan Nikendy untuk ungkapan cinta keponakannya
“ Love you too.Anty..., pokoknya besok siang aku kabarin siapa yang akan menemani Anty..., memenuhi undangan lunch itu,
“ Siap Anty percayakan urusan ini pada Kak Ibra, prinsipnya Anty ga mau datang sendirian , tapi kita maen cantik...”
“ Okeh...,Aku mengerti Anty sayang..., perintah siap di laksanakan...”
“ Laksanakan....Assalamuallaikum....”
“ Waalaikum salam Anty... ” Pembicaraan selesai sambungan telpon terputus Setelah itu Nikendy bernafas lega separuh bebannya lepas, karena biarpun ibra baru sepuluh tahun tapi soal beginian adalah keahliannya, dia kembali melanjutkan tugasnya, dia sedang tak ingin menggambar, jadi dia melangkah ke galery untuk melayani pembeli, keharusan untuk tersenyum ramah membuatnya kembali ceria. Pembelinya pun bahagia karena pendapatkan pelayanan special, dari sang desainer, harga senyum dan pelayanan Nikendy itu lebih menyenangkan dari potongan setengah harga.

Keesokan harinya Anty menjalani semuanya dengan semangat, tapi saat pengagumnya bicara soal lunch, fikirannya mulai kembali kalut dan galau.jam sudah menunjukan pukul 1 siang, sang Jendral belum juga memberi kabar, ditelpon orang rumahnya bilang Kakak Ibra sudah berangkat kesekolah, buat latihan rampak gendang. Dia menjatuhkan pantatnya dengan kesal di kursi, berkali –kali melihat jam dinding, waktu semakin sempit, dia mendesahkan nafas kesal, kesal kelas akut. Di lirik lagi, sudah lewat 5’, lewat 10’telponnya sepi, pintu ruangannya tak segera terbuka, Akhirnya dia mengambil keputusan kalo jam setengah 2, tak ada kabar maka dengan sangat terpaksa dia akan pergi sendiri,
Jam setengah 2, Nikendy merapikan riasan wajahnya, mematut pakaianya di cermin langkahnya berat, dan saat dia sampai di lobby butiknya, sebuah suara lembut memanggilnya

“ Tunggu aku Anty..., "teriaknya sambil melangkah cepat menghampiri.
“Princess...Anikka...,mau kemana? ” Tanya Nikendy heran melihat keponakan cantiknya datang tanpa memberi kabar dahulu.
“Aku di minta Kakak Ibra,untuk menemani Anty Lunch, maaf aku terlambat Anty seperti biasa aku tidak boleh pergi berdua saja dengan sopir jadi aku tunggu Bang Jaka menemaniku di mobil...”celotehnya jelas
.” kita belum terlambat...,” Kata Nikendy tersenyum, untuk princess, yang menurutnya lebih bule dari anak bule
“Abang tunggu di sini...,” Kata Jaka menyalami Anty nya kemudian dia masuk ke toko, menghabiskan waktu di butik Anty sangat menyenangkan banyak gadis-gadis cantik. Yang modis dan terlihat begitu genit,
“ Jangan nakal ya...” Pesan Anty sambil mengerlingkan matanya
“ Biasa lah Anty..., semoga sukses untuk lunchnya, Anty jangan tertipu dengan baju ya..., jangan hanya tergoda dengan warna....” Balas ponakannya sambil berlalu
Nikendy mendekati suzuki burgman R200 biru kesayangannya, menempatkan keponakannya di depan lantas siap melaju ,membelah kota dengan hijab yang manis. Motor matic premium miliknya bersaing mendapatkan jalan di sela kesibukan kota besar, pas ada longgar dia melarikan maticnya, Princess Anikka tertawa girang ternyata benar apa yang di katakan Kakak Ibra. Sangat menyenangkan naik motor sama Anty Nikendy apalagi kalo jalan sepi ngebut...wih rasanya terbang deh, ga ada duanya.

Sesampainya di resto, dia mencari teman yang sudah menantinya , melangkah cepat menuju mejanya,

“Maaf membuatmu lama menunggu...” Kata Nikendy berbasa-basi, sembari menarik kursi, dan duduk, temannya menarik kursi untuk Anikka dan memastikan gadis kecil itu duduk dengan nyaman.
“Maaf Om Anty terlambat datang karena aku ,Om tidak marah khan kalo aku ikut makan bersama kalian, habisnya Anty sibuk melulu, ga da waktu buat aku sekarang,” Celoteh Anikka saat menunggu pesanan mereka datang, mata kelabu Anikka menatap lelaki hitam manis di hadapannya, Dia hanya tersenyum dan mengangguk senang tampaknya dia terpesona dengan keluesan Anikka,

“Oh tenang saja..., om justru merasa beruntung, karena siang ini Om di beri kesempatan untuk makan bersama dua perempuan yang sangat luar biasa, desainer kenamaan dan seorang selebgram, kalo aku posting ke sosmed pasti banyak yang sirik, bisa jadi aku malah di tuding menyebarkan berita hoax.... ” Tanggap si Om Antusias, Nikendy tersenyum, Anikka tertawa senang,
“Apa yang Om suka dari aku...,?” Tembak Anikka kemudian
“Apa ya...”Si om pura-pura mikir”Om suka rambut Anikka yang kriwil pirang..., lucu aza... unik, itu hanya Anikka yang punya” Lanjutnya
“ Tapi Ibu justru bt dengan rambutku, kata Ibu nyusain, paling berantakan, mangkanya kalo di rumah rambut aku pasti di ikat, di gerai kalo mau Foto atau mau bikin vidio,” Cerita sang princess polos dua pendengarnya tertawa reyah bersama,

Mereka makan dengan penuh canda tawa, Princess yang sangat senang jika dirinya jadi bintang merasa jadi pusat perhatian makanya mulutnya terus mengoceh, layaknya burung di kasih makan sarang semut, terus berkicau, Namun ketenangan di usik, ketika kehadiran Anikka Concerta diketahui pengunjung lain, awalnya mereka meminta dengan sopan, berfoto dengan tertib, tapi kemudian menjadi kisruh Anikka di cium dan di cubiti dengan gemas,gadis kecil itu menjerit kesakitan,melihat situasi kacau tersebut Adil teman pria Nikendy mengambil inisiatif untuk memangku Anikka, dan membawa gadis itu lari, Nikendy membayar bill, lalu segera menyusul Anikka ke mobil,

“ Motor Anty....? ”Tanya Anikka kritis saat Nikendy ikut mereka ke mobil
“ Nanti kalo sudah aman Om yang urus...’ Kata Adil menenangkan lantas melarikan mobil, meninggalkan orang-orang yang histeris memanggil Anikka, setelah memastikan situasi aman Adil memberikan kemudi pada nikendy dia menaiki taxi, balik ke resto mengabil motor Nikendy, hingga mereka pulang dengan selamat.

Sampe rumah Bang Jaka, Kakak Ibra sudah menunugu sambil main game, sudah jadi kebiasaan kalo weekend dan tak ada acara keluar, rumah Anti Nikendy adalah favorit, ada Anty yang membebaskan, ponakannya mau ngapain aza, dan ada Mbak Las yang siap menjamu mereka dengan makanan paling makyus
Se usai makan malam, Bang Ibra, mengajak Anikka memisahkan diri dari kumpulan, Mbak las sudah faham tujuannya, makanya dia juga mengajak Nikendy duduk tak jauh dari Jendral dan Princess, tujuannya menguping laporan ‘hasil kerja’, tentu saja dengan cara yang sangat halus hingga mereka tidak merasa terusik

“Bagaimana menurutmu Bang Adil itu...? ” Ibra mulai mengintrogasi, tatapannya lurus menatap Anikka, Princess diam sejenak lalu menghela nafas, gerak –gerik itu tak lepas dari pengamatan Mbak Las dan Nikendy, mereka mengulum senyum, melihat Princess yang sok dewasa di depan sepupunya yang tampak begitu berkuasa. Sok gede banget keponakan –keponakan ingusannya, fikir Nikendy membatin.

“Dia Om yang baik..., tapi bukan suami terbaik buat Anty...” Kata Anikka mengejutkan, dia sigap menjadi bodyguart aku, saat situasi genting tapi dia tetap bicara saat adzan berkumandang, dia juga, tidak sholat saat kami berhenti untuk sholat di jalan , padahal itu sudah jam 5, makanya aku dan Anty, memilih untuk sholat di jalan"
“Mungkin dia berniat men Zama sholatnya ,Nik...” Bela Kak Ibra
“ ya bisa jadi...., tapi ayah bilang kalo memang masih bisa dan ada kesempatannya lebih baik sholat terlambat dari pada di Zama...” Jelas Princess, mengungkapkan pemikirannya. Ibu pernah menasehati Bang Jaka kalo semakin bertambah umur seorang laki-laki dia juga harus meningkatkan kualitas sholatnya , kalo sudah segede Om Adil harusnya sholatnya harus terpelihara,” Kata sang Princess penuh kenyakinan, Nikendy terhenyak dia tak menyangka Kalo Anikka yang sangat manja mampu mengatakan hal yang mungkin orang dewasa pun tak bisa mengungkapkannya” lagi pula Om adil itu mata keranjang, masa duduk satu meja sama aku dan Anty,ada yang lewat di depannya dia melotot dan main mata...” Lanjut Anikka semakin meyakinkan , Mbak Las melirik Nikendy,

“Aku sudah istiharoh, petunjuknya udah ada, Cuma aku sedang menunggu fakta pendukung sebab pada dasarnya aku tidak ingin menyakiti orang Mbak ” Keluh Nikendy menerawang, desah Nafasnya berat, mereka berhenti berbincang saat Ibra mendekat siap memberi laporan, dua orang pengupingnya pura –pura oon, mendengar dengan seksama setiap kata Jendral Ibrahim Hasan, dengan lancar dan tenang dia memberi penjelasan dan rekomendasi intinya Anty cantik harus jaga jarak dengan om Adil dan bersiap menyeleksi yang lain, dan sang Jendral siap jadi ketua panitia seleksi, sebelum lelaki itu menghadap Ayahnya sebagai wali nikah Nikendy Akbar Zulkarnaen

“Kami juga siap jadi kamera Anty...” Serbu ponakan Anty yang muncul bersamaan

"Tunggu giliran yah...., semua pasti kebagian dan punya Andil untuk menjadi tim seleksi,” Jawab sang Jendral bijak, yang lain tertawa

“Siapa yang besok ikut Anty...,Fashion show di karang taruna...?”Tawar nikendy ritoris sebab dia faham siapa yang akan sangat girang

"Aku...Anty... tapi bajunya koleksi Anty..., dan selesai Acara harus ku bawa pulang...” Ucap Princess sambil memeluk Antynya yang lain mengolok-oloknya tapi dia hanya tertawa menunjukan giginya yang ompong
“ Ok...tapi nanti bantuin Anty promo ya...”
“Urusan mudah itu...’tinggal bilang pada Ibu” Bersama ponakannya yang cerdas dan sangat lucu membuat Nikendy lupa pada beban nya ,setiap tangga akan terus ditapaki, jalan takdir akan tetap dia Nikmati, karena dia tahu meskipun dunia meninggalkan nya keluarga akan tetap jadi pasukan berani mati untuk membelanya... Bersambung




Lalu bagaimana kisah pencarian Nikendy selanjutnya, pria seperti apa yang mampu menundukan hatinya tunggu kisah selanjutnya minggu depan...,ok,,,




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Saturday, April 22, 2017

Cerbung : Perjalanan cintaHijabers Nikendy bag III

 cicih surya     7:58 PM     cerbung     2 comments   

Episode kemarin...,si jendral kecil demo sama ayahnya dan kabur kerumah si Anty cantik, dia merusak buket bunga yang dikirim untuk Anty Nikendy,  Dia bahagia dia fikir itu dari penggemar rahasia Nikendy, calon Om nya,tapi ternyata Penerimaan Anty Nikendy berbeda dia hanya melihat kartu uacapan itu, kemudian membuangnya ke tempat sampa.


Perempuan paling special

Nikendy pulang kerumahnya jam 8 malam. Dan..., di sambut makan malam special..., makanan terenak untuknya adalah masakan sop buntut buatan Mbak Las.

Mbak Las..., menyiapkan semuanya untuk si cantik, nyonya muda kesayangannya, yang selalu manis untuknya,  sayang padanya,sama seperti pada keluarganya sendiri, bukan seperti pada pembantu, hanya seorang perempuan yang awalnya, di tolong Abbie saat dia kabur dari kawanan penjualan manusia untuk di jadikan perempuan pemuas nafsu di Tailand, yang memang menjadikan seks sebagai komodity wisata, jadi sebenarnya hubungan mereka, lebih dari seorang pembantu dan majikan, tapi juga hubungan manusia dengan manusia lainnya yang dilandasi kasih sayang, itu yang menyebabkan, keduanya sama-sama merasa nyaman,

Mbak Las adalah perempuan yang sudah tak bisa memiliki anak, sebab saat dalam penyekapan sang penyalur memaksanya meminum obat yang efeknya... membuat rahimnya kering permanen, hal itu bisa di pahami, sebab jika seorang penjaja seks sampe hamil khan ngerepotin, tapi doa Mbak Las saat itu bersambut. Kala dia punya kesempatan kabur, dan di kejar,  mobil Abbi melintas dan Abbiedengan mudahnya memberi tumpangan,kemudian mengarahkan mobil ke kantor polisi terdekat,itu cara abie untuk lepas dari kejaran penjahat yang berniat mengambil kembali korban potensial, bernama Endah Sulastri alias Mbak Las, seminggu kemudian Abbie menjual mobilnya alasannya untuk menjaga keselamatan keluarganya, sebab bukan tak mungkin si penjahat berhasil mencatat nomer mobilnya dan mendendam pada keluarganya, walhasil abbie berhasil menyelamatkan seorang manusia dari jurang kenistaan, keselamatan keluarganya juga terjaga..., dan sekarang Mbak Las adalah orang yang paling bisa di percaya untuk menjaga keluarga Abbie, yang telah di tinggal Ummienya sejak kecil, Mbak Las juga pernah dinikahkan Abbie dengan sopir pribadinya tapi suami Mbak Las meninggal bersama Abbie dalam kecelakaan, mobil Abie menambrak pembatas jalan, Abbie dan sopirnya sama sama mengalami pendarahan di otak dan tidak terselamatkan, kala itu Bang Akbar baru menyelesaikan pendidikannya sebagai penerbang di angkatan udara, sementara adik –adiknya masih berada di pertengahan jalan dalam menempuh pendidikan, dan di paksa harus sibuk,bekerja paruh waktu, atau kesana kemari mencari beasiswa, mengingat semuanya adalah catatan berharga bagi hidup Nikendy,,, Abbie memang meningalkan harta yang cukup kalo hanya di pake makan,tapi untuk menempuh pendidikan yang mahal,jika hanya mengandalkan itu sama saja dengan bunuh diri,

Lamunan nya buyar.... kala Mbak Las. Memintanya segera makan. Dia juga duduk berhadapan dengan majikannya dan makan dia menatap wajah perempuan muda itu, sangat telik,
“Ada masalah...,??? ”Tanyanya tanggap, sebab tak biasanya Nikendra makan sop buntut dengan muka di tekuk,” Masakannya kurang enak...? ” Kejarnya berusaha memaksa perempuan muda itu bicara,
“ Enak cuma kurang pedas..., kurang nendang gimana ...” Ungkap Nikendra

“Iya ..., maaf yah..., Mbak fikir lada belum abis, jadi Mbak ga beli, pas detik terakhir mau dimasukin ,kolep ladanya jadi hasilnya begini ,,,.” Nikendra tersenyum mbak las senang melihat senyum itu tapi kemudian dia kembali di suguhi kebisuan,

”Siapa yang menggangumu...,???, Katakan padaku biar aku yang memarahinya, seperti dulu..., seperti saat kau kecil dulu..., kalo ada yang mengganggumu maka Mbak Las yang maju,” Ungkap Mbak Las serius, tapi Nikendra malah tertawa, dia ingat saat kecil teman- temannya sudah takut duluan jika Nikendra, ke sekolah sama Mbak Las, pasti ada yang di marahi lagi fikir mereka, Nikendy kecil memang pengadu, dia punya 6 kakak cowok yang akan siap menjadi perisai berani mati untuknya, Mbak Las yang akan meradang jika dia sampe di buat tak nyaman di sekolah, tapi tawanya kembali patah di tengah, dan dia terdiam lagi, kali ini Mbak Las tidak bertanya, dia membiarkan nyonyanya , menghabiskan makanannya,

“Tadi ada anak karang taruna kemari mereka mengadakan Acara untuk memeriahkan Isra & miraj, malam minggu yang akan datang, dan mereka mengharapkan kamu bisa jadi juri untuk lomba fasion show anak dan lomba mewarnai”.
“Aku...,”
“Kenapa...??? tak apa jika kamu benar-benar sibuk. Tapi jika mungkin untuk hadir kenapa mengelak, sudah sangat lama kamu tidak bertemu para tetangga, mereka hanya tahu kabar kamu dari Mbak atau internet”
“Bukan begitu...”
“Iya..., aku mengerti, Kamu adalah Nikendy Clara,,,. dan itu hanya acara kecil.Tapi sayang ..., nama besarmu tidak akan terluka hanya karena kamu, datang ke acara karang taruna..., mungkin itu sekalian jadi ajang reuni, kamu ketemu teman-temanmu “ Jelas Mbak Las
“Aku malu bertemu dengan mereka...,semua temanku sudah menikah dan menenteng buntut,sementara aku jangankan anak,suamipun tak ada,,,.boro-boro suami pacar aza ga ada, kasian sekali aku ini” Keluh Nikendra jujur diakhiri hempasan nafas yang berat

“Sabarlah..., pokoknya kamu jalankan apa yang ada di depanmu, jangan fikirkan apapun komentar orang padamu, yang kamu harus lakukan adalah terus melakukan yang terbaik,agar kamu layak mendapat lelaki terbaik, Mbak Las selalu berdoa untukmu di setiap sujud supaya kamu mendapat lelaki sholeh yang sepadan denganmu, jangan kerena sudah merasa terlambat kamu jadi asal pengang, buka matamu, berhati –hatilah menapaki setiap jalan takdir” Kata Mbak Las tenang, sembari menatap wajah gadis kecilnya yang manja

Nikendra beranjak dari tempat duduknya, memeluk Mbak Las dan menghujani wanita setengah baya itu dengan air matanya, hatinya mengucap syukur pada ilahi Robby yang telah mempertemukan dirinya dengan perempuan yang cantik dan cerdas seperti Mbak Las,

Kesalahannya di masa lalu yang membuatnya hampir celaka, telah membuat Mbak Las jadi perempuan yang kuat, dia banyak belajar, menjadikan buku sebagai teman kala sendiri, hingga dia bertranformasi, menjadi perempuan yang kepalanya penuh dengan ilmu, itu yang membuat keluarga abbie sayang padanya, Mbak Las adalah figur Ibu bagi mereka.dan nenek bagi cucu abbie,  meskipun Mbak Las sendiri menolak untuk dipanggil Ibu oleh Anak-Anak abbie, dia berkilah kalo kasih sayang tak perlu dilambangkan dengan panggilan yang penting adalah tautan hati

Selesai makan Nikendra naik ke kamarnya, dan dia menemukan pesan manis di handponnya

“Hai cantik yang bukan selebritis..., kamu tahu aku gagal fokus..., karena yang ku ingat hanya senyummu, aku harap kamu tak keberatan menghabiskan makan siangmu bersamaku, besok?”

“Ya...,tunggulah minggu depan...,” Jawab Nikendra membalas chatnya, lawan bicaranya terus mengirimi pertanyaan tapi Nikendra tak membalasnya, dia mengamit pigura ukuran 10R di meja kerjanya, menatapnya tanpa kedip

”seandainya Abbie masih ada di sini, mungkin akan lebih mudah untukku melewati semuanya...” Gumam nya membatin, gambar di Pigura itu adalah desain yang membuat Izin Abie turun, saat dia memilih untuk sekolah di SMK tata busana, Fikiranya kini melayang pada peristiwa Belasan tahun silam, Pada suatu malam di lepas Isya, Abie dan ke 7 anaknya berkumpul, Mbak Las dan suaminya juga turut serta menjadi pendengar setia,

“Candy,,,. mau jadi seorang desainer Abie...,” Kata Nikendy tenang, saat abie menanyakan Alasan kenapa Nikendy memilik masuk ke SMK dengan jurusan tata busana, bukan jurusan perkantoran,perhotelan ,atau mungkin tata boga.




“Oh begitu..., Coba Abbie mau liat Sketsa yang kamu buat, seorang desainer,,, harus pinter bikin Sketsa baju...”

Ok..., Aku punya banyak Abbie,...” Jawab Nikendy bersemangat. Lalu berlari kekamarnya dan kembali dengan setumpuk kertas Berisi Sketsa, yang kemudian dia letakan di meja didepan Abbie dan ke 6 saudaranya, Abbie, melihatnya satu persatu dengan seksama,yang sudah dia lihat di berikan pada putranya, meminta mereka turut menjadi juri..., tak ada yang bilang jelek mereka, memberi sang adik semangat dan Kritik yang membangun setelah semua gambar dinilai dengan obyektip tantangan datang dari Bang Ilham,
“Semuanya bagus..., kekurangan sedikit wajarlah namanya juga pemula. Tapi aku akan memberikan tantangan untukmu,,,. Sekarang dalam waktu 20’, kamu harus bisa menyesaikan satu desain,...” Ungkapnya sambil menatap tajam pada adiknya

“ Ok..., bisa” Jawab Nikendy menyanggupi
“Dibuat disini...”tambah Bang Akbar
“Ya...,”Jawab Nikendy tak kalah semangat
“Disertai keterangan warna...” Tambah Kanda
“Ya..., kecil itu..., Ungkap Nikendy menantang
“Desainnya..., baju muslim...” Kata abbie dengan tenang dan yakin.kali ini Nikendy tercenung...
“Baju muslim Abie...?”Tanya putrinya kurang yakin
“Iya...”
“Aku belum pernah melihat desain baju muslim Abie belum ada....” Protes putrinya
“Ya mangkanya harus ada yang memulai...,, trend itu di ciptakan...Nikendy, dan jangan takut untuk menjadi berbeda, jika kamu memang ada di jalur yang benar, karena apa yang sedang In belum tentu benar dan baik,,, maka jadilah anak Abbie pembeda...” Jelas Abbie
“Baiklah aku coba...” Kata Nikendy menjawab tantangan yang di berikan padanya, ” Tak ada tambahan Waktu...?” Nikendy mencoba mendapat keringanan
“Tak Ada..., hanya saja waktu dimulai dari saat kamu mulai menggambar,,,.” Jelas Bang Akbar
Nikendy menghela Nafas dia berfikir serius, tak kurang dari 5’ kemudian, pensilnya mulai menari, Abie melirik Arloji di tangannya, dan semuanya tersentak saat Nikendy menyerahkan gambarnya, hanya dalam 15’, Abbie tersenyum, Bang Ilham memberinya tepuk tangan,
“Abbie mengizinkan kamu masuk sekolah yang kamu pilih, jadilah yang terbaik. Semoga suatu saat Allah..., menyatukanmu dengan cita citamu..., cantiklah dengan jilbabmu, Ajaklah semua perempuan muslim berjilbab” Ungkap Abbie saat itu...,

Seminggu setelah itu Abie berangkat ke Riau untuk Urusan Pekerjaan, Tapi saat melanjutkan perjalanan, kepadang,,, Abie mengalami kecelakaan di jembatan kelok sembilan, dan meningal di tempat kejadian, bersama sopir setianya yang juga meninggal di Rumah sakit 3 jam setelahnya.

Maka jadilah itu adalah pembicaraan penting terakhir, Abbie dan keluarganya, Abbie membekali anak-anaknya dengan Karakter yang kuat, dan tetap menjadikan mereka dirinya sendiri, dan Abbie telah memberi Nikendy bodyguart ysng sempurna, di tujuh penjuru mata Angin, 6 kakak laki-laki tangguh, dan yang ke 7 adalah Mbak Las yang membuat Nikendy, tetap mendapatkan kelembutan seorang ibu.meskipun status Mbak Las hanya seorang pembantu,

Nikendy sudah menyiapkan rencana tentang ajakan makan siangnya dengan pria itu minggu depan, dia akan menagih janji pada jendral kecil untuk membantunya melakukan seleksi....  to be continue


Dan cerita selanjutnya tunggu minggu depan,,, di hari dan jam yang sama...., See You guys,,,Assalamuallaikum...
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Older Posts Home

Followers

Translate

Popular Posts

  • Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II
    Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutany...
  • Cerita Tragis Perempuan
    Dia tak tampan Bukan hartawan Dia hanya sopan Dan itu yang istimewa Aku tertawan oleh senyuman Tersesat tak bisa pulang Rahasia Bint...
  • Puisi Nasehat pernikahan dari Ayah untuk Putrinya
    Menikah adalah sesuatu yang sakral dan mengharukan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Biasanya mereka menitipkan pesan yang ...
  • Cerpen terbaru kunci sukses Mama
    Matahari ku Rara masih bersembunyi di balik selimutnya, padahal matahari mengelitiki matanya yang terasa perih saat harus di buka, sinar...
  • Pesan cinta mama
    Perintah tanpa alasan Argumen Atau sebuah penjelasan Yang dia tahu Hanya harus Tak punya frasa Tepat Agar kau percaya Cerita ind...
  • cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V
    Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...! Akhir sebuah pencarian Angin pagi yang me...
  • Cerita Manis sahabat
    Dear Mbak Devi Mbak Devi 10 tahun kita ga ketemu, Entah dimana keberadaanmu saat ini, di Jakarta atau pulang ke Padang. Kabar yang ku...
  • Cerita Tentang Seorang Nenek
    Nasehatnya... Peluknya... Bau tubuhnya Manjanya tak ada yang lebih indah Dari senyum tanpa gigi Milik Embah Masuk yuk kita bernostalgia t...
  • Pejantan Pilihan
    Sang pejantan Sore sudah lewat senja belum datang, tapi gelap gulita mungkin akan hujan, angin dari utara bertiup amat kencang, derit ran...
  • Novelet Remaja: Hijab Jingga Kinar bagian X
          Perjumpaan Kinar dengan ayahnya akhirnya menjadi nyata pertemuan yang merubah warna dunia Kinar. Lanjut yuk, masuk dan duduk manis jan...

Recent Posts

Categories

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)
Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Flickr Images

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Download

Sample Text

Copyright © Rumah Kata | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates