Rumah Kata

tempatnya cerita indah dan puisi romantis

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Wednesday, April 26, 2017

Jatuh cinta

 cicih surya     10:01 PM     cerita pendek     No comments   

Saat langit –langit kamarku,sudah penuh oleh sketsa wajahmu
Aku benar benar merasa sangat bodoh tak mampu mengedalikan nalarku
Otakku penuh senyummu mungkin inilah jatuh cinta

AKU JATUH CINTA

Aku tak bisa untuk tidak melirik saat ku dengar celotehan nya di ujung lorong, dan seperti biasa, dia tetap dengan posisinya terus bercerita dan tertawa, dia memang tak pernah peduli padaku, setidaknya itu menurutku, sebab setiap kali kami beradu tatap dia tidak tersenyum atau menunduk seperti gadis lain di sekolahku, mereka rata –rata sibuk jika ku tatap, mencari perhatianku itu sepertinya sudah menjadi makanan wajib buat mereka, Namaku Hendrik, wajahku ciamik meskipun ga mirip artis manapun tapi cukup untuk membuat mereka slowmotion sejenak mengagumi apa yang dianugerahkan tuhan pada diriku, Tuhan yang maha indah menitipiku setitik keindahan.

Terbiasa di kejar..., membuatku kehilangan sensasi saat melihat cewek cantik yang tersenyum semanis lolipop, mengharap aku membalas mereka dengan seulas senyum yang akan berlanjut dengan perjalanan berikutnya,

Tapi entahlah bagiku membalas senyum hanya sebuah kewajiban karena Papa selalu menasehati ku bahwa sombong adalah selendang Tuhan, yang maha kaya dan maha segalanya, hanya Dia yang layak untuk sombong. Karena memang memenuhi segala syarat yang di perlukan untuk menjadi sombong.
Namun jika Tuhan yang layak sombong pun tetap jadi penyayang, yang halus lembut, menjadi pengasih tanpa pilih kasih, apalah aku ini, apa yang bisa ku banggakan saat ini, aku makan masih dengan harta Papa, tinggal di rumah Papa, aku sekolah dengan uang P apa,meskipun secara pandangan manusia sangat layak jika aku sombong, pajak yang harus papa keluarkan dari hartanya lebih dari 500 juta, itu belum termasuk yang di rahasiakan tapi lagi –lagi dogma Papa lah yang membuat ku low profile,

Aku pelajar SMU kelas XI,yah jika aku adalah orang lain mungkin aku akan begadang tiap malam menikmati hingar bingar kota, tapi tidak denganku karna sepulang sekolah papa sudah menungguku untuk mengendalikan bisnisnya, Uang vie bagianku masuk tabungan dan yang memengang kendali atas tabungan ku adalah Mama, jagonya menejemen keuangan , bisa dibayangkan mereka mendesain masa depanku sebegitu detail, memberi ruang padaku dan tetap menjadi aku tapi tetap kendalinya ada pada mereka.

Baru sekali ini dadaku belajar bergetar oleh senyum seorang perempuan,mustahil jika dia tidak mengetahui siapa aku, tapi mengapa dia seperti batu yang tak tergiur dengan segala pesonaku,

Bukan seorang gadis cantik, dia hanya siswi yang lebih senang menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan, kadang kalo dia lagi enggan membaca dia membantu petugas perpus merapikan buku-buku,

Rambutnya di kuncir kuda, wajahnya hanya di poles makeup tipis tak tampak hasil hasil perawatan di sana ,Natural

Aku selalu tertegun dengan senyum itu, suaranya tak di lembutkan. Tidak terdengar manja, padahal aku ada di dekatnya, dia benar-benar biasa saja denganku dan itu yang membuatku jadi gemes banget sama dia, Tasya Adinda,,,ya Tuhan aku gagal fokus..., aku teropsesi, gadis yang menurut teman-temanku kampungan , sebab saat gadis lain sibuk berusaha cantik dia cuma senyum saat ku dengar sahabatnya merayunya untuk luluran,




Dia tersenyum ramah pada satpam di sekolahku, dan aku iri pada satpam itu, kenapa Tasya tak pernah tersenyum padaku, aku sudah menjatuhkan harga diri, aku nengajaknya ngedate, tapi dia mengelak halus,,, heh mau halus...,  mau kasar tetep aza nyakitin karena intinya aku di tolak,itu membuat aku jadi malas makan, males beraktifitas perempuan itu sudah membuat ku patah hati...,i’am broken heart, tapi aku tak berpatah arang ,aku itu Hendrik. Rasa penasaranku malah seemakin menjadi setiap malam aku malah jadi mimpiin dia, menolakan itu menantangku. Sang pemburu.

Fikiranku ga waras ini bukan cinta, ini adalah ambisi ini obsesi. Segalnya berubah aku membuntutinya selama berminggu-minggu dan kenyataan membenturkan aku pada kenyataan yang paling mengejutka.

Minggu ke 5 aku melakukan pengintaian..., aku melihat sebuah mobil sedan mewah memasuki perataran rumahnya, aku kenal mobil itu mobil ku dan yang keluar dari sana adalah Papaku mau apa Papa kerumah Tasya. Tapi kurang dari setengah jam Papa keluar, dan kembali memasuki mobilnya, ku pastikan papa ga kemana-mana lagi papa pulang.aku berusaha mendahului papa untuk sampai di rumah, syukurlah aku berhasil, Papa datang seperti biasa manis sekali, dia menanyakan Aktifitasku seharian seperti biasa, aku menjawabnya pun biasa aku tak ingin mengambil keputusan terlalu dini soal Papa dan Tasya.

Ku beranikan diri untuk mendekat pada Tasya, Seperti biasa dia menanggapi dingin kehadiran ku

“Aku hendak kerumahmu semalam..., tapi ga jadi sebab pas aku mau masuk ada sedan hitam di halaman,... jadi dia yang membuat mu menolak ku? ” Tanyaku tepat sasaran Tasya menatapku lalu menggangguk mantap.

“ Itu mobil pacarmu...? ” Kejarku Tasya mengeleng lalu memberi jawaban yang benar-benar syoking buat aku
“itu...,mobil ayah...”
“Maksudmu...,?”
“Itu mobil Ayahku Hendrik, suami dari Ibuku..., masa begitu saja kamu tak Faham...” Ucap Tasya pelan tapi menampar keras di hatiku
“Ayah tiri mu...? ”
“Bukan, Ayah kandungku...,? ” Terang Tasya sepertinya dia tak faham kalo pernyataannya ibarat pedang yang menghunus tepat di jantungku, kakiku lemas, petir terasa menyambar kepalaku, aku terduduk lesu..., tapi Tasya memengang tanganmu
“sejak awal Ayah sudah bilang padaku..., kalo aku satu sekolah dengan adik tiri ku yaitu kamu.... Kalo saja Ibuku tidak meninggal..., sebenarnya aku enggan pindah kemari. Sejak kecil aku hanya mengenal suara Ayah, karena beliau tak pernah datang, aku sudah membiasakan diri hidup bersama Ibuku, tapi Ibuku sakit keras dan meninggal tahun lalu, jadilah aku sebatang kara, makanya Ayah memindahkan sekolahku kemari..., meskipun aku hanya memiliki waktu ayah 2 hari dalam seminggu, aku sudah senang karena Ayah tetap meluangkan waktu menjenguk ku setiap hari sebelum pulang kerumah mu ” kali ini suara Tasya terdengar mengiba.


Aku mendengar setiap perkataan Tasya diantara nyata dan mimpi..., Nalarku tak bisa terima jika Papa punya anak selain aku, punya istri selain Ibuku dan dia adalah Tasya Adinda, perempuan yang mengajariku, apa yang di katakan orang jatuh cinta. Ini hidupku bukan film India,... aku jatuh cinta pada kakakku sendiri anak dari ayahku.Tuhan Adilkah ini untukku...jika ya ajari aku menerima kenyataan terpahit dalam hidupku...        THE END




Dan diantara kebesaran kuasaNya adalah menautkan hatimu dengan cinta, maka cintailah dia, dan jika kau belum memiliki cinta itu, maka tuhanmu sedang meengajarimu,,, cara mencintai dirimu sendiri
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Saturday, April 22, 2017

Cerbung : Perjalanan cintaHijabers Nikendy bag III

 cicih surya     7:58 PM     cerbung     2 comments   

Episode kemarin...,si jendral kecil demo sama ayahnya dan kabur kerumah si Anty cantik, dia merusak buket bunga yang dikirim untuk Anty Nikendy,  Dia bahagia dia fikir itu dari penggemar rahasia Nikendy, calon Om nya,tapi ternyata Penerimaan Anty Nikendy berbeda dia hanya melihat kartu uacapan itu, kemudian membuangnya ke tempat sampa.


Perempuan paling special

Nikendy pulang kerumahnya jam 8 malam. Dan..., di sambut makan malam special..., makanan terenak untuknya adalah masakan sop buntut buatan Mbak Las.

Mbak Las..., menyiapkan semuanya untuk si cantik, nyonya muda kesayangannya, yang selalu manis untuknya,  sayang padanya,sama seperti pada keluarganya sendiri, bukan seperti pada pembantu, hanya seorang perempuan yang awalnya, di tolong Abbie saat dia kabur dari kawanan penjualan manusia untuk di jadikan perempuan pemuas nafsu di Tailand, yang memang menjadikan seks sebagai komodity wisata, jadi sebenarnya hubungan mereka, lebih dari seorang pembantu dan majikan, tapi juga hubungan manusia dengan manusia lainnya yang dilandasi kasih sayang, itu yang menyebabkan, keduanya sama-sama merasa nyaman,

Mbak Las adalah perempuan yang sudah tak bisa memiliki anak, sebab saat dalam penyekapan sang penyalur memaksanya meminum obat yang efeknya... membuat rahimnya kering permanen, hal itu bisa di pahami, sebab jika seorang penjaja seks sampe hamil khan ngerepotin, tapi doa Mbak Las saat itu bersambut. Kala dia punya kesempatan kabur, dan di kejar,  mobil Abbi melintas dan Abbiedengan mudahnya memberi tumpangan,kemudian mengarahkan mobil ke kantor polisi terdekat,itu cara abie untuk lepas dari kejaran penjahat yang berniat mengambil kembali korban potensial, bernama Endah Sulastri alias Mbak Las, seminggu kemudian Abbie menjual mobilnya alasannya untuk menjaga keselamatan keluarganya, sebab bukan tak mungkin si penjahat berhasil mencatat nomer mobilnya dan mendendam pada keluarganya, walhasil abbie berhasil menyelamatkan seorang manusia dari jurang kenistaan, keselamatan keluarganya juga terjaga..., dan sekarang Mbak Las adalah orang yang paling bisa di percaya untuk menjaga keluarga Abbie, yang telah di tinggal Ummienya sejak kecil, Mbak Las juga pernah dinikahkan Abbie dengan sopir pribadinya tapi suami Mbak Las meninggal bersama Abbie dalam kecelakaan, mobil Abie menambrak pembatas jalan, Abbie dan sopirnya sama sama mengalami pendarahan di otak dan tidak terselamatkan, kala itu Bang Akbar baru menyelesaikan pendidikannya sebagai penerbang di angkatan udara, sementara adik –adiknya masih berada di pertengahan jalan dalam menempuh pendidikan, dan di paksa harus sibuk,bekerja paruh waktu, atau kesana kemari mencari beasiswa, mengingat semuanya adalah catatan berharga bagi hidup Nikendy,,, Abbie memang meningalkan harta yang cukup kalo hanya di pake makan,tapi untuk menempuh pendidikan yang mahal,jika hanya mengandalkan itu sama saja dengan bunuh diri,

Lamunan nya buyar.... kala Mbak Las. Memintanya segera makan. Dia juga duduk berhadapan dengan majikannya dan makan dia menatap wajah perempuan muda itu, sangat telik,
“Ada masalah...,??? ”Tanyanya tanggap, sebab tak biasanya Nikendra makan sop buntut dengan muka di tekuk,” Masakannya kurang enak...? ” Kejarnya berusaha memaksa perempuan muda itu bicara,
“ Enak cuma kurang pedas..., kurang nendang gimana ...” Ungkap Nikendra

“Iya ..., maaf yah..., Mbak fikir lada belum abis, jadi Mbak ga beli, pas detik terakhir mau dimasukin ,kolep ladanya jadi hasilnya begini ,,,.” Nikendra tersenyum mbak las senang melihat senyum itu tapi kemudian dia kembali di suguhi kebisuan,

”Siapa yang menggangumu...,???, Katakan padaku biar aku yang memarahinya, seperti dulu..., seperti saat kau kecil dulu..., kalo ada yang mengganggumu maka Mbak Las yang maju,” Ungkap Mbak Las serius, tapi Nikendra malah tertawa, dia ingat saat kecil teman- temannya sudah takut duluan jika Nikendra, ke sekolah sama Mbak Las, pasti ada yang di marahi lagi fikir mereka, Nikendy kecil memang pengadu, dia punya 6 kakak cowok yang akan siap menjadi perisai berani mati untuknya, Mbak Las yang akan meradang jika dia sampe di buat tak nyaman di sekolah, tapi tawanya kembali patah di tengah, dan dia terdiam lagi, kali ini Mbak Las tidak bertanya, dia membiarkan nyonyanya , menghabiskan makanannya,

“Tadi ada anak karang taruna kemari mereka mengadakan Acara untuk memeriahkan Isra & miraj, malam minggu yang akan datang, dan mereka mengharapkan kamu bisa jadi juri untuk lomba fasion show anak dan lomba mewarnai”.
“Aku...,”
“Kenapa...??? tak apa jika kamu benar-benar sibuk. Tapi jika mungkin untuk hadir kenapa mengelak, sudah sangat lama kamu tidak bertemu para tetangga, mereka hanya tahu kabar kamu dari Mbak atau internet”
“Bukan begitu...”
“Iya..., aku mengerti, Kamu adalah Nikendy Clara,,,. dan itu hanya acara kecil.Tapi sayang ..., nama besarmu tidak akan terluka hanya karena kamu, datang ke acara karang taruna..., mungkin itu sekalian jadi ajang reuni, kamu ketemu teman-temanmu “ Jelas Mbak Las
“Aku malu bertemu dengan mereka...,semua temanku sudah menikah dan menenteng buntut,sementara aku jangankan anak,suamipun tak ada,,,.boro-boro suami pacar aza ga ada, kasian sekali aku ini” Keluh Nikendra jujur diakhiri hempasan nafas yang berat

“Sabarlah..., pokoknya kamu jalankan apa yang ada di depanmu, jangan fikirkan apapun komentar orang padamu, yang kamu harus lakukan adalah terus melakukan yang terbaik,agar kamu layak mendapat lelaki terbaik, Mbak Las selalu berdoa untukmu di setiap sujud supaya kamu mendapat lelaki sholeh yang sepadan denganmu, jangan kerena sudah merasa terlambat kamu jadi asal pengang, buka matamu, berhati –hatilah menapaki setiap jalan takdir” Kata Mbak Las tenang, sembari menatap wajah gadis kecilnya yang manja

Nikendra beranjak dari tempat duduknya, memeluk Mbak Las dan menghujani wanita setengah baya itu dengan air matanya, hatinya mengucap syukur pada ilahi Robby yang telah mempertemukan dirinya dengan perempuan yang cantik dan cerdas seperti Mbak Las,

Kesalahannya di masa lalu yang membuatnya hampir celaka, telah membuat Mbak Las jadi perempuan yang kuat, dia banyak belajar, menjadikan buku sebagai teman kala sendiri, hingga dia bertranformasi, menjadi perempuan yang kepalanya penuh dengan ilmu, itu yang membuat keluarga abbie sayang padanya, Mbak Las adalah figur Ibu bagi mereka.dan nenek bagi cucu abbie,  meskipun Mbak Las sendiri menolak untuk dipanggil Ibu oleh Anak-Anak abbie, dia berkilah kalo kasih sayang tak perlu dilambangkan dengan panggilan yang penting adalah tautan hati

Selesai makan Nikendra naik ke kamarnya, dan dia menemukan pesan manis di handponnya

“Hai cantik yang bukan selebritis..., kamu tahu aku gagal fokus..., karena yang ku ingat hanya senyummu, aku harap kamu tak keberatan menghabiskan makan siangmu bersamaku, besok?”

“Ya...,tunggulah minggu depan...,” Jawab Nikendra membalas chatnya, lawan bicaranya terus mengirimi pertanyaan tapi Nikendra tak membalasnya, dia mengamit pigura ukuran 10R di meja kerjanya, menatapnya tanpa kedip

”seandainya Abbie masih ada di sini, mungkin akan lebih mudah untukku melewati semuanya...” Gumam nya membatin, gambar di Pigura itu adalah desain yang membuat Izin Abie turun, saat dia memilih untuk sekolah di SMK tata busana, Fikiranya kini melayang pada peristiwa Belasan tahun silam, Pada suatu malam di lepas Isya, Abie dan ke 7 anaknya berkumpul, Mbak Las dan suaminya juga turut serta menjadi pendengar setia,

“Candy,,,. mau jadi seorang desainer Abie...,” Kata Nikendy tenang, saat abie menanyakan Alasan kenapa Nikendy memilik masuk ke SMK dengan jurusan tata busana, bukan jurusan perkantoran,perhotelan ,atau mungkin tata boga.




“Oh begitu..., Coba Abbie mau liat Sketsa yang kamu buat, seorang desainer,,, harus pinter bikin Sketsa baju...”

Ok..., Aku punya banyak Abbie,...” Jawab Nikendy bersemangat. Lalu berlari kekamarnya dan kembali dengan setumpuk kertas Berisi Sketsa, yang kemudian dia letakan di meja didepan Abbie dan ke 6 saudaranya, Abbie, melihatnya satu persatu dengan seksama,yang sudah dia lihat di berikan pada putranya, meminta mereka turut menjadi juri..., tak ada yang bilang jelek mereka, memberi sang adik semangat dan Kritik yang membangun setelah semua gambar dinilai dengan obyektip tantangan datang dari Bang Ilham,
“Semuanya bagus..., kekurangan sedikit wajarlah namanya juga pemula. Tapi aku akan memberikan tantangan untukmu,,,. Sekarang dalam waktu 20’, kamu harus bisa menyesaikan satu desain,...” Ungkapnya sambil menatap tajam pada adiknya

“ Ok..., bisa” Jawab Nikendy menyanggupi
“Dibuat disini...”tambah Bang Akbar
“Ya...,”Jawab Nikendy tak kalah semangat
“Disertai keterangan warna...” Tambah Kanda
“Ya..., kecil itu..., Ungkap Nikendy menantang
“Desainnya..., baju muslim...” Kata abbie dengan tenang dan yakin.kali ini Nikendy tercenung...
“Baju muslim Abie...?”Tanya putrinya kurang yakin
“Iya...”
“Aku belum pernah melihat desain baju muslim Abie belum ada....” Protes putrinya
“Ya mangkanya harus ada yang memulai...,, trend itu di ciptakan...Nikendy, dan jangan takut untuk menjadi berbeda, jika kamu memang ada di jalur yang benar, karena apa yang sedang In belum tentu benar dan baik,,, maka jadilah anak Abbie pembeda...” Jelas Abbie
“Baiklah aku coba...” Kata Nikendy menjawab tantangan yang di berikan padanya, ” Tak ada tambahan Waktu...?” Nikendy mencoba mendapat keringanan
“Tak Ada..., hanya saja waktu dimulai dari saat kamu mulai menggambar,,,.” Jelas Bang Akbar
Nikendy menghela Nafas dia berfikir serius, tak kurang dari 5’ kemudian, pensilnya mulai menari, Abie melirik Arloji di tangannya, dan semuanya tersentak saat Nikendy menyerahkan gambarnya, hanya dalam 15’, Abbie tersenyum, Bang Ilham memberinya tepuk tangan,
“Abbie mengizinkan kamu masuk sekolah yang kamu pilih, jadilah yang terbaik. Semoga suatu saat Allah..., menyatukanmu dengan cita citamu..., cantiklah dengan jilbabmu, Ajaklah semua perempuan muslim berjilbab” Ungkap Abbie saat itu...,

Seminggu setelah itu Abie berangkat ke Riau untuk Urusan Pekerjaan, Tapi saat melanjutkan perjalanan, kepadang,,, Abie mengalami kecelakaan di jembatan kelok sembilan, dan meningal di tempat kejadian, bersama sopir setianya yang juga meninggal di Rumah sakit 3 jam setelahnya.

Maka jadilah itu adalah pembicaraan penting terakhir, Abbie dan keluarganya, Abbie membekali anak-anaknya dengan Karakter yang kuat, dan tetap menjadikan mereka dirinya sendiri, dan Abbie telah memberi Nikendy bodyguart ysng sempurna, di tujuh penjuru mata Angin, 6 kakak laki-laki tangguh, dan yang ke 7 adalah Mbak Las yang membuat Nikendy, tetap mendapatkan kelembutan seorang ibu.meskipun status Mbak Las hanya seorang pembantu,

Nikendy sudah menyiapkan rencana tentang ajakan makan siangnya dengan pria itu minggu depan, dia akan menagih janji pada jendral kecil untuk membantunya melakukan seleksi....  to be continue


Dan cerita selanjutnya tunggu minggu depan,,, di hari dan jam yang sama...., See You guys,,,Assalamuallaikum...
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, April 20, 2017

Cerita selingkuh

 cicih surya     5:28 PM     cerita pendek     No comments   

Ditinggal sahabat yang merupakan cinta terpendam menikah,,,. biasa, sudah ada lagunya, sudah banyak Filmnya, diputar setiap valentine..., my friends is wedding, atau lagunya, (masih)sahabatku kekasihku. Tapi kalo rasanya di tinggal merried sama selingkuhan..., mungkin Cuma aku yang tahu betapa sakitnya,,,. mau tahu lengkapnya sok..., eta tah... cek... olangan

MY SELINGKUHAN IS WEDDING


Dan aku merasakan perasaan paling tak nyaman saat ini. Makan tak enak tidur tak nyenyak, asli..., nyebelin ngeselin..., ngebetein, saat aku kembali merindukan dia, kangen tawanya. Kangen candaannya..., jujur sebagai lelaki dewasa. yang sudah merasakan hangatnya perempuan, aku kangen permainan bibirnya..., gila memang..., sinting iya..., padahal kata orang istriku adalah perempuan cantik.  dia bukan mahmud yang terlihat bau kencur bawa anak,istriku masuk dalam katagori mamah cantik, dialah si macan cina,,,.mamah cantik antar anak..., aku memang bukan suami yang baik..., yang di rumah dimakan...lapar dijalan ya jajan..., ku fikir aku bukan satu –satunya lelaki yang kayak begitu,,, hidung belang itungannya,,,.padahal hidungku mancung. Warnanya sama sawo coklat, sebab kalo sawo mateng nanti ada yang ingin mengupas khan bahaya saat aku ga laper tapi di paksa makan malah muntah. Hahaha

Yah lelaki zaman sekarang kalo selalu makan masakan yang rasanya begitu-begitu aza...,      bosan...,tapi aku adalah ayah yang baik...,aku sayang dua anakku,,aku juga menyayangi dua keponakanku...   apapun yang dia minta kalo sekiranya baik dan aku sanggup beliin aku memberikannya...ga ada itung-itungan buat anak...,

Sebenarnya jika di tanya kenapa aku doyan jajan diluar aku ga bisa jawab, sebab istriku yang cantik nyaris tanpa cela, dia memanjakan lidahku dengan masakannya yang lezat,  urusan ranjang juga sebenarnya aku kenyang,,, .Tapi dasar lelaki yah ...begitulah lelaki...,kalo nikah sama anak orang maunya yang masih perawan,padahal dia sendiri... bekas ayam kampus sama bebek tongki

Biarpun di rumah punya istri secantik ratu sejagat, tapi tetep aza ngiler...,ngeliat cewek genit yang lebih mirif boneka mampang,,, lelaki itu gila,,,, bener, alasan mereka kadang sederhana,,,. Ganti suasana.

Aku..., aku..., aku..... umurku 40 tahun, badanku tinggi besar. Kulitku coklat karena terbakar matahari di pasar, wajahku ganteng,,, Dina putriku..., bilang kalo aku mirip aktor bollywod kenamaan Aksay Kumar, Dina putriku sudah berumur 16 tahun. Dia sekarang sekolah di smk perawat gadis manjaku yang sangat cantik. Pulang pergi sekolag dengan skuter matic yang dia tempelin stiker hello kitty makin ketauan khan kalo dia cewek bunget,,,.

Suatu sore,,, .Saat aku pulang se usai magrib putriku sedang mengadu pada ibunya
“Ibu..., aku mau lihat surat nikah Ibu sama akte lahir aku...,” Katanya sambil terus mayun tak pernah aku melihat putriku masang muka sekesal itu...,

“Buat apa Neng ..., diminta pihak sekolah...???, selidikku sambil duduh di kursi berhadapan dengan dia,  sementara istriku menyiapkan kopi...dan cemilanya,,, rutinitas yang dia lakukan kalo aku pulang.
“ga..., pak, aku mau cocokin aza..., aku dikandung ibu 9 bulan atau tidak ” Jawaban Dina mengejutkan untukku

“Neng kalo ngomong hati- hati kamu...,” Hardik Ibunya agak tersinggung
“Aku hanya mencari kebenaran Ibu..., apa benar aku itu anak jadah.... apa benar aku anak diluar nikah,,,. benarkah kalo aku itu bukan anak si Appa...” Jerit Dina histeris tangis yang dari tadi di tahannya, pecah... aku dan Ibunya saling pandang, tadi aku hampir saja menampar mulut putriku, tapi melihat tangisnya tanganku gemetar aku memeluknya membiarkan air matanya membasahi kemejaku, Ibunya terdiam tak mengerti apa yang sebenarnya di hadapi putrinya, pulang sekolah tadi sore...,masuk kamarnya tanpa makan keluar kamar.manyun mogok ngomong,,,Appa nya pulang baru bicara. Dan membicaraannya aneh sekali..
“Sekarang ceritakan pada Appa sama Ibu..., apa yang kamu alami..., seharian..., sampe kamu begini...,” Pintaku saat dina tenang.dan kembali duduk di kursinya

“Aku mau Ibu tunjukin Akte..., sama... surat nikah...  dulu??? ” Pinta Dina keras hati, Akhirnya aku memberi kode pada istriku untuk memberikan apa yang diminta putri kami, setelah dua dokumen itu, ada di tangannya,dina membacanya dengan seksama jarinya kadang menghitung kemudian dia tersenyum senang,  melihat senyum itu aku agak lega, tapi aku penasaran. Ada apa dengan putriku,

“Berarti aku anak si Appa...,” Katanya sambil tersenyum dan memeluk aku kemudian memeluk ibunya, meminta Maaf atas kata –kata yang terlanjur terlontar .Isteriku mencium keningnya, setelah itu putriku bicara..., Rian yang dari tadi hanya menyaksikan segalanya. sambil duduk santai di tangga ikut nimrung di arena, Rian putraku baru kelas 4 sd, kata orang dia nakal, karena apa saja yang dia inginkan harus dia dapatkan, apa saja caranya pokoknya dapet. Tapi pangeran kecilku adalah anak yang kritis. Saat kami melakukan dialog untuk memutuskan suatu masalah di keluarga, Rian seringkali punya ide-ide brilian. Yang membuatku tercengang kok bisa anak sekecil itu punya pemikiran seluas itu. Mangkanya kalo ada sesuatu yang harus ku putuskan aku mengumpulkan 2 anakku kami mengadakan rapat keluarga. Yah tentu sesuai dengan porsi mereka tapi intinya anak-anakku adalah bukan bagian yang pasif di rumahnya sendiri,

Dina menarik nafasnya perlahan dan mengembuskannya dengan tenang, kemudian dia membagi tatap pada kami semua. Sebelum akhirnya bicara tenang dan lancar




“Tadi pulang sekolah..., aku dicegat orang di deket warung Mie Aceh..., dia menyilangkan motornya di depan motor aku, aku ngerem mendadak untung ga jatoh,,,. Ucapnya mulai cerita, kami mendengarkan dengan seksama, Isteriku terlihat terhenyak, tapi dia menahan dirinya untuk tidak memotong pembicaraan, agar putriku fokus cerita. ” Dia turun membuka helmnya..., ternyata dia perempuan Ibu,,,. Dia manggil aku anak jadah..., ” Dina menghentikan kata –katanya, menghela nafas sejenak lalu lanjut bercerita ” Katanya hai kamu itu... anak jadah. Kamu itu lahir, hanya sebulan setelah bapak dan ibumu menikah, kamu itu bukan anak dari bapakmu..., anak haram...,anak ga jelas....,mangkanya kulitmu bule itu...,karena kamu anak bule...,bati dari kawin kontrak...,” Kali ini mata Dina mulai kembali mendung namun aku segera menggeser pantatku menyuruh ,barbie ku duduk di dekatku agar aku bisa merengkuhnya, Dina menurut

“Kamu..., Itu anak si Appa,,,. bukan anak haram, kamu itu lahir setelah 3 tahun kami menikah. Dan saat menikah dengan si Appa ibumu masih perawan..., jadi kamu tak perlu..., meragukan jati dirimu..., ngeti...!!!” Kataku memperjelas fakta yang tertulis di surat nikah, Dina mengangguk dan yang membigungkan ku kemudian adalah pertanyaan dari anak lelaki ku Rian..., siapa perempuan yang menelor Gadisku, Aku dan Ibunya langsung faham orangnya setelah dina memberi tahu.... ciri ciri perempuan itu, istriku sekuat tenaga menahan emosinya agar tak bertengkar denganku di depan anak-anak, yang membuatku bingung adalah mencari jawaban yang tepat untuk si kritis Rian, yang sepertinya memang punya bakat terpendam untuk jadi seorang detektif,,,. Seperti seperti tokoh Idolanya Conan

“Perempuan itu ga bakal meneror kalo ga ada sebabnya, .emangnya dia orang syaraf. pasti dia punya dendam sama kita..., mungkin dia Ibu dari anak yang kalah berkelahi dengan aku..., atau mungkin dia selingkuhan si Appa yang sakit hati..., karena ga pernah di nikahi,,,” Kali ini aku dan Ibunya saling pandang dari mana dia tahu. Soal selingkuhan segala

“Kamu tahu dari mana..., kalo si Appa selingkuh... sok tahu!!!” Cibir ibunya tersenyum masam

“Aku denger..., dari temen –temen sekolahku..., kalo Appa..., punya selingkuhan pegawai pemda..., si Ibu juga pernah kan ribut dengan perempuan itu,,,. Bahkan perempuan itu dapat sangsi kedisiplinan, dan peringatan keras karena Ibu ngadu ke atasan nya di sertai Foto-Foto yang waktu itu aku temukan di tas Ibu, Ibu pemengang copy surat perjanjian dia dengan instansinya bahwa kalo dia membuat keributan lagi maka dia akan diberentikan secara tidak hormat,...” Kami berdua saling pandang, aku dan Istriku sama –sama tercengang ,tak menyangka kalo Rian melakukan Investigasi sedetail itu,,sumpah kejutan yang bikin syok setengah mati..., “ Sekarang begini..., kita bikin surat perjanjian ,Kata si bungsu memberi keputusan, "Isinya bahwa si Appa akan menyelesaikan urusan si Appa dengan perempuan itu..., setelah selesai.Si Appa harus berhenti selingkuh...., kalo Aku tahu si Appa selingkuh maka si Appa harus keluar dari rumah ini,,,. Rumah ini akan jadi milik, aku sama teteh.,, dan aku akan ikut Ibu, Ibu aku itu pinter masak Pak, masakannya lebih Enak dari masakan katering,jadi jangan appa pikir kalo aku ikut ibu...,aku akan kelaparan tanpa uang si Appa...,Aku itu malu Pak..., setiap aku kemana –mana,Selalu saja ada yang bilang kalo aku Anak si Appa..., lelaki tukang selingkuh..., dari dulu sebenarnya aku sudah tahu, kalo si Appa sama si ibu sering berantem, tapi bibi bilang itu urusan orang tua... Anak kecil ga boleh ikut –ikutan..., tapi sekarang si teteh sudah ikutan di teror dia sudah masuk ke pusaran, ini bukan lagi urusan orang tua... Tapi juga urusanku...!!!” Kata Rian panjang lebar Aku melongo makan pil bengong, Rian kick aku dan memojokanku, ke sudut paling tidak menyenangkan. Aku tak punya kata-kata, jika Isteriku yang berkata demikian maka aku mungkin akan bisa mendebatnya, tapi saat anak –kecilku yang menegurku demikian Aku malu,sungguh –sungguh malu.,Yah benar kalo menurut emosi aku ingin sekali memarahi, putraku yang lancang sekali berkata demikian pada orang tuanya, tapi aku tak bisa melakukannya,sebab aku sepakat dengan Isteriku untuk selalu mendengarkan apapun perkataan anakku, tanpa intimidasi, kalo benar ya katakan benar, kalo salah ya salah..., mereka kami didik untuk menghargai orang tua, tapi kami sebagai orang tua... juga mendengar mereka, jadi komunikasi kami aktif tak ada yang superior, melanggar dapat hukuman. Melakukan prestasi maka berarti hadiah....

Memang benar Anak adalah peniru orang tuanya, aku dan Ibunya juga melakukan perjanjian dengan Rian untuk menghentikan kebiasaannya bekelahi... bahwa kalo dia berkelahi lagi maka selama setahun dia tidak akan dapat uang jajan..., dia kesekolah hanya membawa. Bekal buatan Ibunya, dan sekarang Rian menggunakan bola yang sama untuk menyerang ku.

“Aku setuju.... aku juga malu punya bapak tukang selingkuh..., Apak itu punya anak perempuan..., kalo nanti Dina..., Dina di selingkuhin suami Dina gimana Pak..., karma itu deket loh Pak..., apa yang dilakukan orang tua mungkin tak dipanen orang tua, tapi pembalasannya di terima anaknya..., Dina takut Pak...” Kata Dina memelas, kali ini aku benar- benar tersungkur, kaki ku rasanya lemas, dua anak yang ku sayangi malu memiliki aku. Aku sudah gagal jadi ayah, kenyataan yang memilukan dan baru ku tahu sekarang.bhawa yang wajib menjaga nama baik keluarga , bukan hanya anak-anak tapi terlebih lagi aku orang tuanya

Setelah 6 bulan berlalu bukan hal mudah meninggalkan kebiasaan jajan ku,tapi saat aku mau beraksi, dan aku ingat 2 anakku. Aku menarik diri dan segera pulang, mencari isteriku..., makan yang kenyang darinya. Aku tahu sekarang aku bukaan bapak yang baik..., tapi sayangku pada 2 anakku .membuat ku pelan pelan menjauh dari jajanan.. Memang aku tak suka bunga warung aku lebih suka, memacari perempuan kemudian kupakai sepuas hati, jadi yang ku dapat bukan piala bergilir. Yang di gilir tiap malam, tapi barang baru yang ku ikat yah minimal satu triwulan,

Tapi sekarang moodku benar benar berantakan selingkuhan yang ku masih ingin ku dekap tapi harus ku lepas gara –gara perjajian itu..., mengirim undangan akan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya. Hari sabtu depan..., sial sial..., sang petualang kalah perang..., sekarang yang ku rasakan Ibarat pribahasa air diminum terasa duri, nasi dinakan terasa sekam, sangat menenaskan, tapi aku melakukan semuanya untuk anakku...,I love you...,selingkuhanku semoga kamu bahagia,,,.semoga suamimu bukan lelaki yang mengecewakan seperti aku... selesai



Tak selamanya selingkuh itu indah..., itu lirik sebuah lagu..., mau selingkuhan mau simpanan atau mau kekasih resmi..., Namanya patah hati tetep aza Nyakitin , apalagi kalo sudah pake hati,,,, main hati..., sakitnya tuh begini,selingkuh itu racunnya kayak Narkoba,,, kalo sudah mencoba sulit berhenti, harus masuk rehabilitasi...dan keinginan kuat dari diri sendiri..., ok semuanya aku hanya ingin berbagi,,, sering mampir kesini yah kalo lagi selancar...., dijamin banyak kejutan special buat kamu...,iya,,,kamu,,,.see you
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Saturday, April 15, 2017

Cerbung:Perjalanan Cinta Hijabers Nikendy bagian II

 cicih surya     7:04 PM     cerbung     No comments   

Masih ingat kisah seorang gadis bernama Nikendra yang satu satunya anak perempuan abie..., dari 7 bersaudara di ceritaku yang lalu berjudul Seindah Sayang Lecybell Alena, kalo belum baca..., baca dulu yang itu biar nyambung kesini..., Dan ini dia kelanjutan cerita, dari si bungsu Nikendra alias Nikendy Clara...


SKETSA MERAH MUDA


Nikendra sedang sibuk dengan coretan-coretan sketsa, ide nya lagi cemerlang..., pencilnya menari begitu dinamis, indah bagai gerakan sang balerina, kepalanya menganguk-anguk mengikuti irama, menyenangkan kalau sudah begini,,, dia memang lebih senang mendesain di kertas, baru di scan.dan menemukan warna yang tepat dengan komputernya. Tarian nya hanya terhenti saat dia mengamati, lalu bergerak lagi..., selesai satu.... dua ..., tiga..., kertas baru dan baru lagi..., seorang patner nya... berkelakar menggoda

”Sang desainer sedang jatuh cinta... inspirasi nya banyak sekali sampe... kepalanya begitu besar..., kepenuhan mau meledak....!!!” Ledek perempuan bertubuh agak mungil, kulitnya putih..., sambil menggerakan matanya nakal, Tawa nya terdengar begitu renyah apalagi saat dia tahu. Nikendra kesal dan melempar karet penghapus kearahnya. Dia yang bergegas menghindar dan keluar.malas mengganggu singa kecil yang sedang tenang

Keasikan Nikendra terusik dengan dering telpon... si cantik berkerudung babyblue hanya melirik lalu asyik lagi menggambar... dia meletakkan pensil nya pada panggilan ke 3..., Tapi sebelum dia pasang headset dengan benar di telinganya, dia mendengar Notifikasi lain memberinya tanda pesan masuk. Mulutnya menyapa penelpon tapi matanya tertuju pada pesan di handpon yang dia pengang dahinya mengerut
“Anty..., kakak di rumah anty..., tapi jangan bilang Ayah kalo... kakak di sini...” Begitu isi pesannya dari ibra..keponakan nya putra bang Akbar yang paling bontot
“siap komandan..., laksanakan...!!!!” Balasnya menyanggupi
Lalu dia fokus pada penelpon nya..., Bang Akbar.

“Kami berdebat..., kemudian Ibra masuk kamar..., Aku fikir ya dia ada di sana..., tapi tadi pas Ibunya meminta dia turun makan,,, Ibra ga ada di kamarnya, satpam komplek bilang melihat Ibra naik taksi” Celoteh Bang Akbar sekarang Nikendra tahu, pangkal masalahnya” Aku sudah berusaha menghubungi teman –temannya. Tapi Ibra tak ada di sana. Mangkanya nanya ke kamu..., kalo di kamu ga ada aku akan tanya neneknya di Lampung, barangkali dia ngabarin mau kesana lagi...” Suara Bang Akbar terdengar putus asa.
“Ibra.., ada di rumahku... tapi dia meminta ku merahasiakan keberadaannya dari Abang...” Kata Nikendra menenangkan ,
“ Ya..., Alloh tuhanku dia begitu bahagia jika orang tuanya panik...” Keluh Akbar
“Abang tenang dia aman di rumahku..., sementara ini biarkan dia menginap di rumah. Nanti Abang jemput dia hari minggu, aku akan coba bicara dengannya...” Ucap Nikendy memberi solusi. Bang Akbar menyetujui, pembicaraan terputus,Nikendy menghela Napas mood nya sudah rusak buyar,,,, dia merapikan kertas di mejanya, mengemasi barang-barang pribadinya lalu meninggalkan ruangan,
“Aku pulang ada urusan..., kalo ada yang mau ketemu kamu atur jadwalnya,,,. Aku tak punya janji khan hari ini...?” Katanya pas dia di meja recepcionis, Aina sahabatnya hanya mengeleng cepat, tak berani banyak bertanya melihat raut wajah Nikendy yang badmood, meskipun Nikendy berusaha bersikap wajar, tapi dia kenal sahabatnya ada hal serius yang lagi ganggu. Tanpa banyak bicara lagi nikendy, berlalu dengan Moge nya pemandangan yang tak biasa seorang hijabers, modis polesan wajah manis membelah panasnya siang mengedarai motor gede.

Tapi itulah Nikendy..., yang cantik dengan hijab modisnya, mandiri. Dengan pemikiran yang kadang aneh..., dia bukan pencinta keteraturan baginya berbeda itu tak masalah. Melanggar kebiasan orang kebanyakan .juga ok...ok aza, asal ga melanggar hukum.ga melanggar Aturan tuhan.

Bisa dibilang Nikendy adalah generasi pendobrak... yang dinamis..., dan punya jiwa pembaharu. Tak jarang dia dianggap aneh di lingkungannya... di omongin tapi di ikutin terus kalo begitu yang aneh itu siapa yah Nikendy atau orang yang mencibir dia tapi kemudian ngikutin..., yang ga aneh ya yang waras yang ga telat minum obat,,, hehehe

Sampai di rumah pas jam satu siang..., hidungnya mencium bau yang sangat menggoda... Celoteh senang datang dari Ibra keponakannya
“Anty..., pulang..., Asyik kakak makan ada temennya...” Celoteh anak berumur delapan tahun, bertubuh gempal itu antusias. Antinya tersenyum manis sambil mengacak-acak rambut Ibra
“Ok...sabar sebentar Anty belum dzuhuran...,”
“Kakak sudah..., Mbak Las yang belum....”Celoteh si kecil sambil melirik, perempuan paruh baya yang sibuk menata meja makan,
“Selesai ini Mbak Las langsung sholat..., Mbaknya khan nyiapin makan untuk jendral kecil dulu tadi katanya udah lapar...” Kata si Mbak membela diri. Sejurus kemudian dia berlalu ,memasuki kamarnya untuk sembahyang dan rehat sejenak
“Anty tidak boleh bicara sekarang, nanti... kakak yang akan bicara kalo marah kakak sama ayah sudah hilang...” Ucap sang jendral kecil menutup mulut Antinya yang mulai membuka obrolan,

“Ok..., tapi sore nanti Kamu harus temanin Anty belanja...,” Balas Nikendra...
“Anty perlu bodyguart ..., yah???” Ledek ponakannya menggemaskan membuat Nikendra tak bisa menahan tawa.
“Iya..., bodyguart yang kuat dan pemberani seperti kamu...!” Ujar Anty cantik serius

Sore yang cerah selepas magrib Nikendra pergi bersama si jendral kecil jalan- jalan. Dia sudah tahu jurus jitu untuk membuat sang pemberontak bicara, jalan-jalan menikmati malam dengan Moge, menikmati jajanan yang berjajar sepanjang jalan , ga usah bicara soal higienis atau tidak yang jelas dia memang lebih menyukai jajanan di kaki lima, lidahnya lebih familiar dengan makanan yang demikian,  Apalagi dia jalan sama Ibra yang sama-senang berpetualang,
Menikmati makanan dan berbagai permainan membuat mood Ibra... kembali baik
“Aku benci Ayah... Anty, Ayah selalu memintaku..., untuk pandai di sekolah, ikut bimbel... ini dan itu..., padahal aku sudah bilang aku benci sekolahku, aku harus ikut semua pelajaran yang aku tak suka...,” Ibra mulai bercerita. Nikendy mendengarkan dengan serius. Setiap kata yang keluar dari bocah 8 tahun itu selalu ajaib untuknya,” Ayah marah gara –gara nilai PPKN dan IPS ku jelek...” Aku sudah bilang berkali-kali sama Ayah kalo aku tak suka jika aku harus menghapal.kepalaku pusing sekali Anty..., tapi jika aku harus berhitung aku bisa menyelesaikan dengan cepat...” Aku suka musik Anty tapi ayah bilang belajar musik itu ga ada gunanya..., Ayah itu pemaksa...” Ibra menyelesaikan ceritanya..., lalu menghampiri pedangang hamster dan merengek pada Antynya untuk membeli.

“ Iya..., Anty beliin tapi harus di rawat di kasih makan jangan sampe lupa, saat kita memelihara sesuatu..., maka kita harus memberikan hak nya dengan baik,,”
Ok..., jendral janji princess...” Kata Ibra menyanggupi,” Jendral akan menjaga pemberian princess,,, sebaik jendral menjadi penjaga Anty ...” Lanjutnya mantap
“dengan rodanya...,???” Tanya Nikendra
“ga usah Anty..., kakak masih punya rodanya...,” Jawab pangeran kecil, dan Nikendra tersenyum senang saat sang jendral bertanya pada sang penjual cara memelihara hamster, karena itu adalah bukti awal kalo sang jendral akan memenuhi janjinya menjadi pemelihara yang baik untuk tikus putih kecil yang di belinya, belajar bertanggung jawab itu intinya

Hari minggu yang telah di sepakati, Bang Akbar datang bersama Sis Aisyah istrinya, menjemput sang putra yang sedang menjalankan misi protes padanya. Ibra di temui Ibunya terlebih dahulu sementara Ayahnya bicara dengan Nikendy

“Aku bingung menghadapi Anak ini..., aku punya lima anak tapi yang ini benar-benar membuat kepalaku kleyengan..” Keluh Bang Akbar yang tinggi besar,
“Tapi jika Ibra di beri kesempatan untuk melakukan apa yang dia suka..., gelombang protesnya tidak akan sebesar ini,yang dia mau Cuma satu sebenarnya Bang dia ingin di dengarkan...”

“Kamu tahu apa yang dia mau..., dia mau belajar musik dan yang ia pilih adalah Celo..., mau jadi apa..., laki-laki kok belajar Celo” Protes Abang nya kurang setuju
“Abang pernah mendengar Celo dimainkan ...?”
“ya..., tentu saja..., Celo adalah alat musik lembut yang lebih pantas di dimainkan seorang perempuan...”




“Abang harus belajar dari abik..., Abang ingat saat aku ingin jadi seorang desainer... Abik tidak melarang, padahal kala itu, pekerjaan sebagai desainer sangat menakutkan, karena desainer berarti membuat baju-baju terbuka yang memamerkan keindahan lekuk tubuh, tapi abik Cuma pesan jaga jilbab mu dan ajaklah semua perempuan untuk berjilbab.Abang tentu Paham bagaimana trens saat itu dimana, hijab adalah pakaian yang di kultuskan , seseorang yang berjilbab adalah orang tua yang kampungan, tapi abang lihat sekarang..., pakaian untuk wanita berhijab lebih beragam , di bandingkan pakaian untuk perempuan tanpa hijab, ”Ucap Nikendra panjang lebar, ia berusaha membuka mata Abang nya, dan Abang nya, manggut-manggut membenarkan.

“Baiklah aku akan memberi dia kesempatan..., satu tahun untuk menjadi seperti apa yang dia mau... , Anggaplah ini percobaan, kalo pun gagal..., dia masih kecil masih bisa ku kembalikan pada aturan awal...,”  Ucap abang akhirya, sebelum dia melakukan negosiasi dengan jendralnya,

Jam 9 malam...,Ibra pulang...,
“Anty..., pikirkan 4 laki laki yang kakak ceritakan pada Anty...” Pesan Sang jendral serius
Kedua orang tuanya saling pandang,hampir berbarengan menatap Nikendra, tapi yang di tatap Cuma tersenyum ,,,.
“ Baiklah..., Anty akan lakukan apa yang Kakak Ibra sarankan...” Kata Perempuan tinggi besar itu amat tenang
Sepergi nya Ibra..., Nikendy duduk di teras menikmati semilir angin malam pikirannya melayang pada pembicaraan malam kemarin bersama Ibra keponakanya saat mereka berangkat tidur.

“Anty..., tadi siang ada yang datang kesini, membawa buket bunga mawar putih untuk Anty tapi maaf..., Kakak membuangnya ke tempat sampah,karena Kakak main –main, terus rusak tersenggol, pecah..., Kakak takut Anty marah jadi kakak minta sama mbak Las untuk tutup mulut...,” Aku anak kecil itu..., mukanya pucat takut di marahi Antinya,” Tapi kakak menyimpan kartu Ucapannya, tadinya pas sudah di rumah kakak akan menggantinya.Tapi kakak ingat pesan Ibu, Ibu bilang kakak ga boleh ngorekin celengan lagi...,Terangnya, tatapan matanya memelas minta di ampuni
“Mana kartunya...,?”

Ibra menyerahkan, kartu yang ditemukan di buket mawar tadi siang, Nikendra menerimanya membacanya lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada dekat meja kerjanya, apa yang di lakukannya tak lepas dari tatapan jeli si jendral kecil,
“Kenapa..., di buang...,? ” Tanya Anak kecil itu heran
“Memang kenapa...? ”Balas Anty nya balik bertanya
“Mbak Kemala..., selalu menyimpan apa yang di kasih pacarnya” Jawab Anak itu santai tapi tak bisa menutupi rasa herannya,” Apa anty selalu begitu membuang pemberian lelaki yang sayang sama Anty...???”Selidik anak itu lagi-lagi ajaib untuk Nikendy” Kenapa..., Anty tak suka dengan orangnya,.... Tadi Mbak Las juga bilang kalo banyak lelaki yang mendekati Anty ingin jadi pacar Anty,...,Ada 4 apa 5,Itu yang sekarang,yang sudah mundur entah ada berapa...” Anty mau yang seperti apa sih ...”Tanya si kecil kritis,

“Anti mau yang seperti kamu..., Jendral Ibrahim Hasan...Yang sayang sama Anty yang jadi bodyguart kuat dan hebat buat Anty...” Kata Sang desainer sambil memeluk keponakannya, kemudian mereka sepakat untuk tidur..., Nikendra mendengarkan keponakannya melapalkan ayat –ayat yang biasa di bacanya sebelum tidur,,,. Dan di tutup dengan bismika Allohuma Ahya wa ammutu...
“Abik..., Apakah mereka akan tetap datang..., mendekat, seandainya aku bukan anak abik,Apakah mereka akan tetap datang seandainya Aku bukan adik Bang Akbar seorang perwira tinggi angkatan udara, Atau aku bukan ipar Lecybell Alena...Abik..., Apakah mereka akan tetap merapat jika aku hanya perempuan biasa, bukan seorang Nikendy Clara...Abik..., abik...,”Tangis tak kuasa di bendungnya. Dia segera mengunci pintu dan naik ke kamar nya...,




bersambung... Bagaimana kelanjutan cerita Nikendra..., siapa 4 pria yang medekat Padanya... Pasti makin seru jadi minggu depan di hari minggu jam 09 pagi..., datang lagi ya,,,.




























Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Newer Posts Older Posts Home

Followers

Translate

Popular Posts

  • Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II
    Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutany...
  • Cerita Tragis Perempuan
    Dia tak tampan Bukan hartawan Dia hanya sopan Dan itu yang istimewa Aku tertawan oleh senyuman Tersesat tak bisa pulang Rahasia Bint...
  • Puisi Nasehat pernikahan dari Ayah untuk Putrinya
    Menikah adalah sesuatu yang sakral dan mengharukan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Biasanya mereka menitipkan pesan yang ...
  • Cerpen terbaru kunci sukses Mama
    Matahari ku Rara masih bersembunyi di balik selimutnya, padahal matahari mengelitiki matanya yang terasa perih saat harus di buka, sinar...
  • Pesan cinta mama
    Perintah tanpa alasan Argumen Atau sebuah penjelasan Yang dia tahu Hanya harus Tak punya frasa Tepat Agar kau percaya Cerita ind...
  • Cerita Tentang Seorang Nenek
    Nasehatnya... Peluknya... Bau tubuhnya Manjanya tak ada yang lebih indah Dari senyum tanpa gigi Milik Embah Masuk yuk kita bernostalgia t...
  • cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V
    Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...! Akhir sebuah pencarian Angin pagi yang me...
  • Cerita Manis sahabat
    Dear Mbak Devi Mbak Devi 10 tahun kita ga ketemu, Entah dimana keberadaanmu saat ini, di Jakarta atau pulang ke Padang. Kabar yang ku...
  • Pejantan Pilihan
    Sang pejantan Sore sudah lewat senja belum datang, tapi gelap gulita mungkin akan hujan, angin dari utara bertiup amat kencang, derit ran...
  • Novelet Remaja: Hijab Jingga Kinar bagian X
          Perjumpaan Kinar dengan ayahnya akhirnya menjadi nyata pertemuan yang merubah warna dunia Kinar. Lanjut yuk, masuk dan duduk manis jan...

Recent Posts

Categories

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)
Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Flickr Images

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Download

Sample Text

Copyright © Rumah Kata | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates