Rumah Kata

tempatnya cerita indah dan puisi romantis

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Saturday, November 4, 2017

Cerita Cinta, Restu Ibuku

 cicih surya     6:34 AM     cerita pendek     No comments   

Takut itu di kecilkan
Ngeri itu dihilangkan
Trauma itu dilawan
Bukan dipuja 
Dan membiarkan setan
Yang menang

Utari

Bersolek di depan cermin , membubuhkan beberapa warna di kelopak mata dia ingin terlihat dramatis riasan mewah cocok untuk pesta malam hari , gaun panjang hitam cuttingnya sederhana sengaja dia pilih dia sedang ingin bermain dengan riasan make up trend terbaru. Dua jam lalu Diaz membawa kotak besar yang diletakan di hadapannya " Ini trend warna baru limited Edition...,Sengaja Diaz beli untuk Ibu...., Bu, Temani Diaz memenuhi undangan teman Diaz malam ini..., dia dan ibunya berulang tahun pada hari yang sama. Jadi Diaz di undang bersama Ibu..." Kata Diaz putra bungsunya mengganggu lamunan kesendiriannya. Perempuan itu hanya melirik kemudian sibuk kembali dengan pikirannya "Tolonglah Bu..., Hanya untuk malam ini..., Diaz janji ga lama kita akan pulang sebelum tengah malam...." Bujuk putranya mengiba

"Tapi Ibu ga bisa....,Tolong jangan memaksa..." Tolak perempuan itu halus nada suaranya datar 
" Hanya hari  ini Ibu..., Diaz  tidak akan  memaksa ibu lagi...., Ini  undangan dari orang yang Istimewa buat Diaz...,"Jelas pria tirus berkacamata itu.
" Mandilah Ibu akan ikut jika Ayahmu mengijinkan...," Kata perempuan berkulit kuning itu Akhirnya
" Ayah sudah memberi Izin..., " Tempas Diaz sembari tersenyum senang lalu pamit pada Ibunya untuk bersiap.

Diaz  sudah berulang kali menegok Ibunya yang bersolek tanpa berucap beginilah resahnya menunggu perempuan bersolek Lamreta  Hadeh .

Jam tujuh lewat Ibunya keluar kamar dan yang berdiri adalah Ayah dengan mulut menganga terhiptotis kecantikan perempuannya. Dia mendekat.
" Sepertinya kamu tak boleh pergi..., Kecantikanmu  membangkitkan seleraku...." Rayunya  sambil menatap mata Istrinya.
" Mengalahlah Untuk Diaz, Zul...,"
" Sudah sangat lama aku tidak melihat matamu secerah  ini..., Gadisku. " Ungkapnya sambil tersenyum dan melepas jemari Istrinya, " Kuharap  Inilah kebangkitanmu Utari...." Desis batinnya meratap, sejak 3 bulan Utari menutup diri. dia seperti perempuan anti sosial. yang dia tahu hanya ruang tidur kamar mandi dan dapur. Selebihnya dia tertidur bicara hanya dalam  keadaan terpaksa.  Tak ada tawa hangat yang jadi trade marknya tak ada senyum manis sungguh karakternya seperti mati. Mati bersama kepiluan itu, kepiluan yang membuatnya menjadi pandai mengunci mulut.

" Diaz , Jangan  lepas tangan Ibumu..., jangan jauh darinya...,perempuan cantik harus dijaga kalo tidak dia akan coba dirayu orang...," Pesan Zul pada putra bungsunya .Diaz hanya mengedipkan sebelah matanya memasuki mobil  menstaternya  pelan kemudian berlalu santai sekali

" Siapa yang akan kita temui sesungguhnya...?"Tanya  Utari pelan
" Seorang Gadis Bu..., Yang mengajari ku tentang betapa menyiksanya rasa rindu hingga membuatku tak bisa tidur, aku menikmati setiap denting jarum jam  yang terasa bising jika lewat tengah malam. Yang memberi tahuku pahitnya cemburu hingga aku tak sanggup menelan makananku kepalaku rasanya meledak, Ibu dia mahluk  jadi- jadian   dia tak tahu caranya berdandan .Aku mengungkap perasaanku dan dia menerimanya tapi dia selalu pergi setiap kali kuajak bicara apalagi kalo ada banyak orang jangankan makan bersamaku bicara saja sepertinya dia tak mau..., Jika hendak ku antar dengan mudah dia jawab dia bisa sendiri....,dia tidak membutuhkanku." Keluh Diaz kesal 
" Lantas....,"
" Tapi dia selalu mengatakan kalo dia sayang padaku..., semua dia lakukan semata karena sayangnya..., sayang tapi sering sekali meninggalkanku.... menyebalkan"
" Kamu pernah mencarinya saat dia menghilang..., Kamu pernah bertanya kenapa dia  menjauh....?"

" Tidak.... , Biarkan saja  dia yang pergi...., kebagusan amat aku harus mencarinya dia yang pergi seenaknya datang semau dia..., mudah sekali mempermainkan perasaanku...." Keluh Diaz lagi makin meluap.
" Itulah sisi manja yang berbeda Diaz..., dia sedang sangat manja dia ingin kamu mencarinya  bertanya padanya ditempat dimana kalian hanya berdua bicara. Mungkin bukan kata yang dibutuhkan cobalah menatap matanya di sana akan ada kejujuran yang akan mematahkan keraguanmu padanya..."
" Tapi Bu..."
" Kesampingkan Ego dan harga diri..., Tanya lah hatimu  jika kau masih menginginkan dia  maka pengang erat dia..., " Tukas Ibunya kemudian menutup mulutnya. Diaz pun fokus pada kemudinya

Sampai di pesta suasana sudah ramai pesta ini tak besar si empunya hajat mengatakan kalo mereka hanya mengundang kerabat dekat. lalu kenapa Diaz diundang Kenanga mengatakan bahwa diantara teman -temannya hanya Diaz yang tahu rumahnya. Itu cukup untuk menunjukan bahwa Kenanga  menganggap Diaz special  penilaian -penilaian  itu Utari berikan  untuk Kenanga  selain penilaian seorang ibu untuk gadis yang dipilih putranya kali ini Diaz cuma terdiam mendengar setiap celoteh Ibunya. dirinya merasa amat beruntung bisa kembali menikmati celoteh cerewet sang Ibu yang sejak 3 bulan membisu  menyesali diri menghujat Tuhan mengapa harus dirinya.

Sore itu jalanan yang licin karena hujan. penerangan jalan yang minin. juga kelelahan yang membuatnya mengantuk membuat Utari kehilangan keseimbangan.. Mobil menabrak pilar jembatan  Utari tak mengingat apapun  kecuali ledakan.Begitu sadar dia sudah ada di Rumah Sakit Rahayu Putrinya mengatakan kalo dirinya tak sadarkan diri selama 3 hari akibat benturan yang amat keras.
Kedakan yang didengarnya bukan mobil  yang terbakar melainkan gendang telinganya yang pecah  kecelakaaan itu juga membuat syaraf mata kirinya mati.
Dia amat menyesali hari dimana kecelakaan itu terjadi sebelah telinganya sudah mati tak pungsi.sekarang mata kirinya pun buta,
Dia cuma punya satu mata dan satu telinga... pertanyaan yang terus bergejolak dalam dirinya selama 3 bulan adalah "Tuhan kenapa harus saya....?"

Motivasi demi motivasi dia dengar dari suami dan anaknya  tapi semua nihil karena semangatnya sendiri sudah mati, dunia sudah kiamat baginya . sampai pada sore tadi saat Diaz mengatakan "Ibu harus Ikut Diaz...,Karena Diaz memerlukan mata ibu untuk melihat seperti apa karakter gadis yang Diaz sukai...,Jika ibu setuju Diaz akan lanjutkan ...."
Diaz memang  terlalu pandai untuk membuat semua orang menuruti kehendaknya. saat berhias itulah dia menyadari bahwa Tuhan telah mengambil terang dari mata kirinya tapi tuhan tidak merubah bentuknya.
Tak ada yang akan tahu bahwa telinganya tuli satu,matanya pun begitu, tak ada yang berubah Zul tetap memuji keindahan mata itu. Anaknya masih percaya dan ada untuknya, dia masih bisa melanjutkan Hidupnya.
Jika dia merasa berbeda kacamata bisa membantunya sembunyi,tapi kalopun tidak  tak ada yang akan sadar pada mata dan telinganya kecuali jika dia memberitahukannya

Biarlah yang rahasia tetap menjadi rahasia. sampai waktu membukanya atau dia terlindung darinya dia harus kembali menata hari melanjutkan hidup, Sebagai Utari yang sangat cantik


Kisah cantik dari rumah kata untuk kalian... live must go on,,,be smile and Assalammuallaikum




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, October 30, 2017

Cerita sedih terbaru 2017

 cicih surya     8:07 PM     cerita pendek     No comments   

Sepatu Baru Kyra


Siang yang terik , mentari tepat ada di ubun-ubun tanah berdebu daun menguning mengharap hujan sepertinya harus ada kawinan kodok ,  Istisko sudah dilakukan tapi awan masih putih , langit membiru dengan bintang berkelip manja setiap malam. Hujan yang diharap sepertinya  belum ditakdirkan Tuhan. 

Kyra duduk di beranda rumah . menerawang jauh menatap kupu-kupu yang menari mengitari bunga melati , pikirannya melayang jauh seandainya tangan ini tangan yang kuat , atau tuhan mentakdirkan kiranya sejenak menjadi sayap mungkin dia akan melayang menari indah melintasi laut dan samudra.

Abah menemani nya duduk di beranda  bertanya dengan tatap mata tanpa kata , mata itu begitu sayu , mungkin terlalu lelah seharian mengayuh becak. Pangkalannya di stasiun kereta tak  lagi seperti dulu. Akhir pekan Awal pekan atau di hari sibuk tak ada bedanya. Mereka yang turun hanya tersenyum dan mengatakan tidak , atau jawaban pahit sudah ada yang jemput.
Mungkin Abah harus bersyukur atau menangis beliau tak begitu paham. Para penumpang sudah lebih sejahtera langganannya hilang  satu persatu . Setelah sekian lama Kyra akhirnya bicara.
" Saya terpilih mewakili sekolah untuk lari maraton dan lompat jauh bulan depan. Saya mungkin akan sering pulang terlambat untuk ikut latihan , Abah "
" Kamu..., Hebat sekali Alhamdulilah....," Tanggap Abah dengan mata bersinar terang,"  Sayang sekali Abah tidak bisa memberimu makanan yang baik setiap hari. untuk mempersiapkan fisikmu menjadi juara..., jangankan ayam dan daging telur saja Abah tak mampu." Lanjutnya sangat sedih " Tapi semoga tempe tahu yang Abah usahakan dengan halal..., memberimu Manfaat yang besar...," Katanya matanya mulai tertutup mendung berkaca-kaca
"Itu lebih dari cukup..., Abah..., Bukankah kita masih bisa makan  meski kadang hanya sehari sekali kita punya rumah walaupun jika hujan sibuk sekali memajang ember dan baskom..." Kyra tersenyum pahit " Dan yang paling membuat saya bersyukur..., Abah  tetap memberi izin saya sekolah..., saya tidak mengemis atau mengamen di jalan..., kalo saya harus mencuci pakaian orang setiap malam...,itu lebih baik Bah...." Celoteh Kyra " Seperti Abah bilang Tuhan masih memberi kita banyak tenaga untuk bekerja keras...," Lanjutnya mantap , Demi Abah yang mendengar setiap perkataan Kyra menahan sesak di dada menahan tangis yang hampir saja mengalir tak terbendung.

" Kyra...., Apa yang kau mau dari lomba itu...? " Tanya Abah kemudian sepertinya beliau ingin tahu apa yang dipikirkan Putrinya yang tinggi kurus dengan mata cekung , Rambut tipis dan memerah kebanyakan kena sinar matahari dan dipaksa ikhlas mandi dengan air asin.

" Saya tak ingin piagam , Abah..., Piala juga tidak..., Saya dengar juara ketiga dapat uang  lima ratus ribu..., saya ingin membeli sepatu Abah..., sepatu saya sudah beralas kain di dalamnya sakit kalo dipake jalan..." Kyra berkata seperti pada dirinya sendiri dia menatap tapak kaki yang memerah, tidak berdarah tapi ngilu jika dia harus berjalan."Uang tabungan saya tak pernah cukup..., sebab setiap kali Ade merengek lapar sebelum berangkat ke sekolah saya selalu tak tega..., Akhirnya saya korek kembali uang yang semalam baru saya masukan kecelengan..., Ade masih terlalu kecil untuk mengerti sakitnya lapar..., saya juga ingin beli sepatu untuk Ade Bah..., sudah seminggu dia pake sendal sepatunya kesempitan... dia sudah tak kuat lagi memaksa melipat jari." Kali ini Abah benar-benar  menangis , beliau biarkan Air mata itu dilihat putrinya , dia malu. Tapi dia hanya seorang ayah yang tak mampu penghasilan sebagai pengayuh becak kadang 50 ribu pun tak sampai itu harus dipotong setoran pada juragan becak lima belas ribu rupiah.
Sementara istrinya harus terus diasuh obat semprot Asma.

"Kyra ...., Abah punya cara agar kamu menang..." Kata Abah kemudian penuh semangat setelah merenung sekian lama dan berhasil menguasai dirinya. Kyra  menatap mata  Abah tanpa kata dia menunggu penuh pengharapan "Mulai besok bangunlah setengah jam sebelum subuh. kita pergi kesurau yang ada di ujung kampung , di belakang surau itu perbukitan. kita akan lomba lari disana selepas subuh. Saat kita berangkat kesana anggaplah itu pemanasan. Sholat  subuh itu jedanya lari di bukit itu latihan inti saat kita pulang itu pendinginan. Abah akan antar kamu kesekolah jadi kamu bisa istirahat diatas becak dan mempersiapkan diri untuk fokus pada pelajaran " Kata Abah jelas dan detail  sepertinya dia sangat yakin dengan cara yang dia akan lakukan. Kyra terdiam tapi kemudian gadis itu tersenyum dan mengiyakan dengan anggukan.
Hari berganti waktu terus beranjak sebulan rasanya sekejap lomba tinggal menghitung hari kenyakinan Kyra semakin kuat. pencapaian waktunya semakin cepat.

Malam itu seminggu sebelum  pertandingan  Mimih sedang mengobati telapak kakinya dengan daun -daunan. sepatu lamanya sudah tak dipakai kerusakannya sudah terlihat dari luar , hingga sahabat dekatnya memaksa memberi sepatu yang sudah lama duduk manis di bagian paling bawah rak sepatu rumahnya. Kakinya perlahan sembuh. mereka yang tahu keadaan telapak kaki Kyra bertanya bagaimana Kyra mampu berlari dengan kaki cidera parah begitu. Kyra hanya menjawabnya dengan senyum dan diam lebih bersemangat berlatih.

Hari yang dinantikan tiba Kyra diantar Abah dengan Becak. Kala melihat lawan kaki kyra terasa bergetar mereka terlihat tangguh dan hebat.bTapi dia ingat kata -kata Ade saat memijatinya 3 hari yang lalu.  Ade bilang kakinya adalah kakinya ramping seperti kaki sang kancil , kaki sang juara.
Diputaran pertama dia tertinggal di belakang. Tapi saat ingat obat Asma Mimih habis sejak 3 hari semangatnya terlecut 2, 3,4, lawan terlewati dan dia berhasil ada di tengah , sampai putaran terakhir dia tetap ada ditengah sulit sekali untuk terlampaui." Bismilah..., Kyra  jika kau bisa menaklukan bukit terjal yakinlah  mudah untukmu berlari dijalan rata. Jangan pikirkan siapa lawanmu  lakukan yang terbaik semampumu..." Suara Abah terngiang di telinga pada latihan terakhir berlari melewati bukit. Larinya makin cepat  hingga dia berada di barisan depan ,  bukan hal yang mudah karena yang ada di depan adalah langganan juara. Mendengar namanya bulu kuduknya merinding tapi banyangan wajah Ade yang sedih saat harus kesekolah memakai sendal seperti hal magic yang membawanya terus kedepan. Yang ada di otaknya adalah senyum Ade saat dia memakai sepatu baru. Dia tak peduli siapa lawannya yang dia tahu dirinya harus berlari lebih cepat dan cepat lagi. Tapi dia harus menghela napas saat sampai finish  pita batas sudah terbuka. dia tak kuat menopang dirinya dia terlentang merasa gagal. Tim kesehatan menandunya kepinggir satu jam dia siuman..., dan senyuman tersunging sempurna namanya dipanggil naik podium sebagai juara kedua.

Guru olahraga menjemput dan memapahnya di podium berkali kali mengucap selamat...,tapi sepertinya telinganya ditulikan  dia hanya ingin pulang , mengajak Ade kepasar membeli sepatu. mampir ke Apotek untuk Obat Asma Mimih..., lalu  membeli nasi jamlang untuk Abah sang pelatih sejati.Selesai  


Motivasi terbaik Untuk untuk mencapai tujuan yang baik adalah senyuman dari orang-orang terkasih.
  See u dear  Assalammuallaikum...



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, October 22, 2017

Cerita Indah , Salam Untuk Bunda

 cicih surya     3:32 AM     cerita pendek     No comments   

Panggil Aku Sunche

Lelaki Itu adalah orang yang pertama kali menemukanku, saat aku terpuruk dalam hidup dan merasa aku perempuan paling sial, Tuhan tak adil terhadapku, 

Dia memperkenalkan namanya Galuh. Lengkapnya Arya Galuh Irvana Sukmawan Dewanata Hadiningrat, Selanjutnya ku panggil dia Kang Galuh atau Aa Galuh.
Tahun Itu tahun yang berat untukku, kegagalan demi kegagalan , terus datang bertubi- tubi  terus menerus sepertinya tak ada jeda , Airmata layaknya badai yang berhias gelegar petir dan angin topan.

Si Akang , perawakannya pendek gendut dengan perut yang agak buncit, kulitnya putih wajahnya  cubby Baby face  tanganya halus sekali ada satu hal yang membuatku iri padanya kulitnya terlihat berkilau saking halus dan lembab , mungkin jika ku sebut kulitnya mengingatkan aku pada Agar-agar. kalau aku ingin kulit seperti itu aku harus mandi susu sebulan terus berendam, 

Dia datang Layaknya penawar, memberiku pencerahan bukan hanya cerah tapi juga terang benderang , Aku adalah si bebek buruk rupa yang acuh dan kasar, pemarah ga sabaran, dengan prinsip semau Gua.
Kang Galuh tak bosan menasehatiku kami menghabiskan waktu sepanjang malam hanya untuk bicara dia  membuatku percaya , sampai pada akhirnya  setiap kata aku Iyakan tanpa pemikiran karena aku sangat yakin dia tidak akan mencelakai Aku.

Bahkan Kala dia memutuskan untuk mengurungku  terisolasi dari kehidupan aku hanya mengangguk nurut dan mengkuti setiap Intruksinya. Tanpa bantahan aku menjadi pembebek yang sangat patuh.
Malam itu menjelang tidur , si Akang  Masuk kamarku kupikir seperti biasa untuk mengucap selamat  tidur. Tapi kali ini dia bicara serius denganku,
" kesayanganku..., Aku besok akan mendekor ulang kamarmu , menjadi kamar paling nyaman aku akan membuat kamar ini adalah sekolah untukmu ,  Jadwalmu aku juga yang mengatur Kamu tinggal menuruti menjalani tanpa banyak bicara..., " Kata -kata itu terdengar memaksa, Aku hanya mengangguk sembari  mencari posisi , nyaman untuk terlelap seperti biasa dia duduk di kursi dengan jarak aman , dia memang tak pernah mau duduk di ranjang kalo aku ada di sana katanya terlalu berbahaya , dia menceritakan cerita berhikmah dan saat  aku hampir terlelap dia akan meletakan punggung tangan di keningku , dan mencium tangannya sendiri. Aku menyebutnya Itu kecupan ala dia , dia  hanya tertawa saat aku mengatakannya 
" Nikmati saja tak perlu bicara. akan ada saat aku akan kemukakan alasannya tunggu saja " Katanya sok misterius ,
" Mimpi Indah kesayanganku..., besok mentari tak akan cerah tanpamu..." Ucapnya sambil menutup pintu kamarku

Keesokan harinya kamarku di dekorasi ulang tak  tanggung 7 orang dia kerahkan untuk menyelesaiknya dan yang membuatku shok adalah kehadiran rak buku dengan isi yang padat dan sesak , warna cat tembok hampir tak tampak saking tertutup buku , "Apa yang akan dilakukannya?" itu Pikirku.
 "Apa ini Kang..., untuk apa  semuanya...?" Tanyaku malam itu sebelum dia melakukan ritualnya, melantunkan Waqiah  dan Arrohman  Katanya ayat itu untuk menjagaku. Dia tersenyum lantas  berucap pelan
" Semua buku itu adalah semua yang harus  kau telan  jika kau mau jadi perempuan yang sesungguhnya , sebab jadi perempuan itu berat dia harus lembut namun berprinsif, dia harus baik dan tidak munapik , mengendalikan dirinya dari keinginan dan godaan zaman , dia genit nakal manja itu adalah kodratnya , Tapi saat diperlukan dia akan mandiri jauh lebih kuat dari laki-laki..."
" bagaimana aku melakukannya....?"
" Menurutlah padaku aku akan memapah langkahmu..."
"Apa rencanamu denganku..., sesungguhnya? "
" Aku akan menjadikan kau mawar yang indah , yang akan ku letakkan di hutan larangan dijaga ketat dengan sembilan lapis penjagaan , wangimu,,, akan menyebar kilaumu menggiurkan tapi hanya seseorang  berjiwa kesatria  yang sanggup penyentuh tanganmu... , jika itu terjadi pakailah rasamu Insya alloh dia sanggup menjagamu.
" Kamu gila...,"
"Aku itu gila..., tapi aku yakin dengan ide gila ini..., tak akan ada perempuan lain seberuntung kamu..., sekalipun itu Istriku" Katanya sembari tersenyum " Kamu hanya perlu fokus jangan pikirkan apapun  selain pelajaran mu.
" Kamu yakin aku mampu...?" Tanyaku
"Aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak ku yakini..." Jawabnya Mantap
" Baik aku siap menjalani semuanya aku akan fokus., Agar kekasihmu tak menunggumu terlalu lama kasihan dia..."
" Pandai...., Itu jawaban yang ku ingikan..., sebuah kesanggupan , Syaratnya tidak mengeluh..., Kau hanya boleh keluar kamar seminggu sekali..., jika ada yang kau kehendaki aku yang akan menyediakan semua yang kau butuhkan aku akan ceritakan apa   saja yang harus kau ketahui ,  apa yang terjadi di luar selama kau terisolasi hingga kau tetap akan tahu apa yang sedang terjadi. Aku mendesah merasakan sesuatu yang amat berat di sini di hatiku  tapi aku mengiyakan dengan kedipan mata.

Hari-hari berikutnya aku terpenjara di rumah mewah milik Arya Galuh  dia menemuiku pagi memberiku jadwal apa saja yang harus kupelajari , lalu datang lagi malam jam sembilan sebagai tanda kalo pelajaran selesai.  dia melantunkan Ayat -Ayat suci , Sampai akhirnya dia tahu aku suka sekali Al Kahfi
Setiap Sabtu jadwal berbeda ,dia akan menemaniku jalan-jalan , malamnya dia memainkan gitar elekrik...,drum...,piano atau mungkin hanya aqustikan.
Hari minggu aku masuk dapur Katanya perempuan harus pandai memasak , Karena masakan yang lezat adalah hiburan  setelah seharian suami lelah bekerja

Suatu hari dia mengajakku keruang bawah tanah di sana ada brangkas.dan yang mengejutkan dia memberi tahu aku kodenya aku membukanya ,  tumpukan dolar terpampang jelas di depan mata
" Ini asli...? " Tanyaku diantara gumaman dan pertanyaan. dia menganguk dan tersenyum.." Kenapa tak disimpan di bank...?" Lanjutku
" Kalkulator bank elor menghitung uangku..."Jawabnya  sembari tertawa , Aku senyum.
" Hari ini aku melakukan tugas penyergapan...,resikonya hidup dan mati jika ini adalah pembicaraan terakhir ambil sepucuk surat beramlop coklat di kamarku. Antarkan yang unggu kerumah kekasihku , katakan padanya bahwa aku sangat mencintainya , Setelah itu dia keluar aku mengikutinya , dia memakai rompi anti peluru dua pucuk senjata api , ditutup lagi dengan jaket hitam , surat tugasnya dia letakan terlindung rompinya .
 " Lindungi aku dengan doamu..., kesayanganku..., Selama kutinggalkan jadilah murid yang baik...," Pesannya sebelum mengucap salam. Aku menganguk dan menjawab salamnya , setelah itu kembali ke kamar  memeriksa semua jadwal dan mengerjakanya , sepuluh hari dia kembali dengan keadaan baik , membawa jilbab berwarna hitam. " Sudah waktunya kamu berhijab..., kalo tidak sekarang maka tidak untuk selamanya " Katanya mendikte
" Aku ga siap...," Tolakku diantara ragu dan takut
" Harus ku ulangi kalimatku kau tak mengerti..."
" Bukan itu...."
" Pakai...aku menunggumu di ruang makan." Giska datang..., temani dia..." Katanya sambil  berlalu. Aku termangu sangat lama hijab aku belum siap.Tapi jika tidak sekarang  apa harus terus ditunda. aku memakainya dan Giska kekasih si Akang tersenyum bertapuk tangan.  3 bulan setelah itu pelajaranku selasai hampir lima tahun setara dengan waktu untuk meraih gelar sarjana. si Akang menikah dengan kekasihnya aku dilepas mandiri. Aku punya nama yang indah untukmu. Sunche.. matahari keberuntungan. semoga kamu menjadi perempuan yang paling beruntung." Katanya sambil mencium keningku dengan caranya
" Boleh ku tanya satu hal..."
" Pasti..."
" Kenapa kamu melakukan ini..., Maksudku pelajaranku...,"
" Aku ingin Ibuku memaafkan ku..., saat beliau sakit keras sebelum meninggal  aku tak bisa ada di sisinya karena aku harus bertugas , semoga dengan aku menolong seorang perempuan dengan tulus surga untuknya bisa kutebus."
" Lalu ciuman keningmuu yang Aneh itu...? "
"Aku melalukanmya sebagai tanda sayangku ,  tapi aku tidak ingin mengambil hak suamimu... karena hanya dia yang berhak atas setiap centi kulitmu Adik kesayanganku. jadi  jaga dirimu baik- baik sebelum Ijab Kobul seseorang belum tentu jadi jodohmu , karena diatas keyakinan kita masih ada takdirnya Sayang.  Setelah itu dia bagai hilang di telan bumi tapi janji akan datang jika tuhan mentakdirkan jodoh untukku  The End


Terima kasih untuk Arya galuh keberuntunganku dimulai dari kamu.
See you dear And Assalamuallaikum 









Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, October 16, 2017

Cerita Manis Remaja, I Miss You

 cicih surya     9:39 PM     cerita pendek     No comments   


 Miss You Alana


Diana  Menatap lantai sisa hujan kemarin, belum sempat dia sapu sebab hujan kembali turun dia tak tahu masihkah ada kemarau..., Mungkin ada tapi masih 2 atau 3 bulan kedepan.Tatapannya lurus membatu pada tanah basah di bawah pohon jambu. Betapa pilu

Air mata yang terus tertumpah mengenang kala itu Kecerian milik Alana, senyum itu tawa itu sekarang sudah tak ada, Entahlah apa yang dimiliki gadis itu Hingga dia begitu mudah mengambil cinta, membawa hati kami ikut serta Mamih, Papih, Vero, Richard semuanya.

Dia Alana perempuan yang memujinya sebagai simbol cantik dimatanya..Dengan Gamlang dia bilang Standar cantik ku adalah kamu Miss Diana. Dia bilang dia suka senyum ku yang sering tertunduk malu- malu, sumpah melayang rasanya Apalagi saat dia bilang, Kamu itu cantiknya Indonesia bersahaja Namun mempesona. sumpah lebih dari dirayu pacar si Richard sering gombalin aku tapi tak pernah membuatku punya wajah bersemu merah jambu

Hari itu hari sabtu seperti biasa aku minta Pak Kirman menjemputnya kemari Omah bilang dia pandai berkelakar dan membuatnya tertawa. Mamih memuji lidahnya saat harus mencicipi resep baru sebelum dilempar kepasaran ditawarkan pada pelanggan, sedang Papih senang pada gaya bicaranya yang manja Papih bilang itu mirip dengan Linxi adikku yang 7 tahun yang lalu tenggelam di pulau Seram Aku juga memang mengakuinya. suaranya Manja Mirip dengan Linxi

Dia Alana tatapnya punya sesuatu mungkin itu yang menarik darinya Kadang lembut namun mungkin kadang membakar aku tak begitu faham, sebab itu bukan penilaianku  Itu Richard yang mengungkapnya, Richard juga berpesan supaya Peri kecil Alana berhati-hati Kepribadian yang sangat menarik dihias suara manja yang menggoda akan banyak sekali mengundang orang gila. Alana cuma tertawa sembari menatap Tas kecil yang ku hadiahkan  padanya

sebulan sebelumnya Alana masih menangis di pangkuanku dan sekarang saat yang menyenangkan tapi menyakitkan itu datang Alana harus pergi tak lagi tinggal di kota ini.

"Miss... , Bagaimana jika aku  tak lolos tes kali ini...??" Katanya sambil menatap ku yang sibuk menata buku, dia menolongku merapikan meja dan kursi kelas hari ini sudah selesai, Murid ku semua sudah pulang, Tapi dentingan piano di kelas Vero masih terdengar meski sayup
"Ada apa Alana..., Inikah yang membuatmu sedih dari tadi..., Ini juga yang membuat kamu menghilang , setiap kali ditelpon Satpam selalu bilang Alana tak ditemukan" Tanyaku mencoba mencari tahu apa yang sedang membebani temanku
" Tes itu minggu lalu,,, Miss"
"Lantas...?"
" Aku Ragu..., Aku takut pada kenyataan buruk bahwa aku tak lulus seleksi. Quotanya cuma seratus Miss "
" Lalu...? "
" Ya begitu..., Miss Kumat oonnya Nih...," Rungutnya kesal
" Bahasamu masih Ambigu, Sayang..., aku orang ekonomi  bicaralah dengan tenang sopan dan detail..."Jelasku pelan tapi jelas, tatapan mataku beradu dengan matanya. Aku melihat ketakutan yang begitu perih dipendam berhari-hari. Ku benamkan kepalanya ku biarkan dia menumpahkan ketakutannya " Maaf  aku sibuk dengan urusanku hingga aku terlambat menyadari kau membutuhkan aku..."Kataku lembut kepalanya, setelah puas menangis dia mulai bicara 
" Ada  satu hal yang ku takutkan Miss, Aku gagal di kecepatan tangan..., Aku mengulangnya dua kali baloknya jatuh semua ,Tak bisa ku jaga keseimbangannya..."
" Tes lain...?"
" Aku yakin kalo yang lain..., Otakku cukup bisa untuk bersaing..." Katanya mantap. Dan aku tersenyum senang membimbingnya kembali duduk tegak 
" Dengar aku Alana..., Kenyataan mungkin tak selalu seindah yang kau harapkan, tapi kegagalan juga tidak sebegitunya mengerikan, ketakutanmu mungkin adalah cara tuhan kembali memanggilmu mendekat padaNya. Dia merindukan Air matamu Dia sedang mengujimu  Ingin kau mendatangiNya, Yakinlah pada dirimu...,berjuang. Saat surat pengumuman ditanganmu panggil aku kita akan membukanya bersama " Kataku  yakin dia diam hanya kedipan matanya saja yang mengiyakan,
" Jika kau gagal Alana kau masih punya kami..., Kami akan mengajarimu mengelola rumah belajar seperti yang kami lakukan..." Kata Vero dipintu
"Aku Miss Vero... ,Mengajar....?"
" Iyya..., Richard bilang Kamu bisa dilatih untuk jadi seorang pendidik, meskipun tanpa pendidik formal... karena kamu itu senang berbagi..., kamu tidak membiarkan orang tersesat dalam kebodohan  kamu punya tangan yang lembut membimbing..., itu pondasi awalnya yang lain bisa diajarkan sambil jalan " Jelas Vero menyakinkan
" Aku tak yakin..."Alana berusaha menyangkal, sementara aku diam mendengar
"Kadang seseorang memerlukan orang lain untuk melihat apa yang bisa dilakukannya, atau apa kekurangan dalam dirinya sebab kita tak bisa melihat sempurna punggung kita meski dengan bantuan dua kaca..." Vero semakin menancapkan motivasinya Alana menganguk Mantap.Mulai melihat cahaya kecil dalam jalannya yang gelap.

Seminggu setelah itu  surat pengumuman datang Alana lulus Ujian permohonan Beasiswanya di kabulkan, Kami yang di sergap  dawai-dawai kesepian malam terakhir sebelum pergi Kami mengadakan pesta makan malam special and only Untuk Alana. Kala pamitan Alana menyentil kami sekeluarga Bahwa yang Ada dihadapan mereka adalah Alana  Bukan Linxia. Kami harus belajar melepas Linxia dari padangan kami. Linxia membutuhkan kerelaan dari orang-orang  yang mencintainya. Agar dia tenang disana..., dan kita bisa melangkahkan kaki lebih ringan menatap masa depan sebab hati tidak terbebani dengan duka dan dendam... Kami semua terdiam Papih berdiri ku pikir akan menampar...ternyata dia memeluk Alana dan melepaskan semua duka yang selama ini membebaninya...Selesai


selesai see you dear ... simpan lingku assalamualaikum wr wb 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Newer Posts Older Posts Home

Followers

Translate

Popular Posts

  • Pesan cinta mama
    Perintah tanpa alasan Argumen Atau sebuah penjelasan Yang dia tahu Hanya harus Tak punya frasa Tepat Agar kau percaya Cerita ind...
  • Cerita Tragis Perempuan
    Dia tak tampan Bukan hartawan Dia hanya sopan Dan itu yang istimewa Aku tertawan oleh senyuman Tersesat tak bisa pulang Rahasia Bint...
  • Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II
    Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutany...
  • cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V
    Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...! Akhir sebuah pencarian Angin pagi yang me...
  • Puisi Nasehat pernikahan dari Ayah untuk Putrinya
    Menikah adalah sesuatu yang sakral dan mengharukan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Biasanya mereka menitipkan pesan yang ...
  • Cerpen terbaru kunci sukses Mama
    Matahari ku Rara masih bersembunyi di balik selimutnya, padahal matahari mengelitiki matanya yang terasa perih saat harus di buka, sinar...
  • Cerita Manis sahabat
    Dear Mbak Devi Mbak Devi 10 tahun kita ga ketemu, Entah dimana keberadaanmu saat ini, di Jakarta atau pulang ke Padang. Kabar yang ku...
  • Cerita Tentang Seorang Nenek
    Nasehatnya... Peluknya... Bau tubuhnya Manjanya tak ada yang lebih indah Dari senyum tanpa gigi Milik Embah Masuk yuk kita bernostalgia t...
  • Pejantan Pilihan
    Sang pejantan Sore sudah lewat senja belum datang, tapi gelap gulita mungkin akan hujan, angin dari utara bertiup amat kencang, derit ran...
  • Novelet Remaja: Hijab Jingga Kinar bagian X
          Perjumpaan Kinar dengan ayahnya akhirnya menjadi nyata pertemuan yang merubah warna dunia Kinar. Lanjut yuk, masuk dan duduk manis jan...

Recent Posts

Categories

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)
Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Flickr Images

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Download

Sample Text

Copyright © Rumah Kata | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates