Rumah Kata

tempatnya cerita indah dan puisi romantis

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Friday, October 5, 2018

Cerita malam Hujan di pucuk senja

 cicih surya     8:53 AM     cerita pendek     No comments   

Hujan di pucuk senja


Seluruh tulang terasa remuk ,bukan karena angin mengamuk ,tapi karena kau diam bibirmu terus mengatup pipimu mendadak gemuk , Angin Selatan berubah sudah ,tugasnya usai kata Babah
Mesin waktu berjalan pelan namun pasti terus mendekat.

Ku naiki titian tangga atas nama takdir , Aku menunduk menerimanya. Seperti daun kering yang patuh jika waktu harus terjatuh.

Aku memang aku... bukan dia mereka atau siapa .Mata coklatku ,hidung tak mancung ,Kulit tak putih tapi aku tetap manis aku cantik dengan keadaanku , Karena Dia Adalah Maha sempurna yang menciptakan setiap hambanya dengan sebaik- baik bentuk

Panggilan kembali terdengar. Aku bergegas merapikan pakaian. Lalu keluar dengan wajah semeringah  Mungkin kali ini Pak kepsek akan luluh menandatangani surat  kelulusanku. Ku patut wajahku di depan cermin berhias tipis agar pantas berjumpa orang yang ku Hormati .
Bagiku berhias bukan untuk terlihat cantik , Tapi karena Buk kepsek mengatakan wanita berhias adalah tanda syukur pada Alloh bahwa kita  di takdirkan jadi seorang wanita. Dan agar kita tidak menyerupai laki-laki  Karena tidak di bolehkan perempuan menyerupai laki-laki , begitupun sebaliknya.
 Berhiaslah tapi sebaik-baiknya berhiasan adalah Iman dan takwa. yang melahirkan Ahlak mulia senyum tulus kata yang penuh nasehat kebaikan dan doa.

Ah..., semuanya mudah di katakan seperti pujangga yang mampu melahirkan ribuan puisi saat dia jatuh cinta  atau saat patah hati tapi pengamalannya sulit sekali saking sulitnya mungkin sepanjang hidup belajar hanya mampu untuk mengerti tapi tak sempat mengamalkan.

Aku bergegas menuju pintu berlari keluar dengan tak sabar. meniti anak tangga lebih dari seribu lalu berjalan terus menanjak berpegang seutas tali sebesar kelingking bayi, jembatan kawat yang merapuh di mana-mana adalah jalan yang harus ku lalui jika ingin bertemu Babah di puncak bukit .
Ku ucap basmalah menutup mata , kaki melangkah mengandalkan rasa hati. mengandalkan cahaya suci dari wahyu ilahi.
Tak ada daya dan kekuatan melebihi kehendak Mu ,Jika  Engkau menghendaki sesuatu jadi maka jadilah. Saat ku buka mata  pintu gerbang terbuka Senyum Babah di sana. berjalan menjejeri langkahku ,"Aku tak pernah percaya Hari ini aku harus melepaskanmu...., Aku mendidikmu sejak usiamu tujuh tahun, Saat itu kau tak tahu bahwa Alif itu berdiri dan ain di baca dengung. tapi kini kau mampu melakukan semuanya meninggalkan aku yang tua di pertapaan. Aku terdiam tersayat bathin mendengar tuturnya.  aku selalu ingin pergi tapi benarkah ini hari perpisahan???  aku baru tahu aku tak siap untuk melewati setiap perpisahan maka itu aku hanya tertunduk diam.

"Aku sudah pernah katakan Kau muridku tapi aku menyanyanyimu seperti putriku. Aku bahagia saat kau merengek manja minta keringanan pelajaranmu . kau tahu aku selalu mengajarimu dengan cara paling sulit dan paling berat tapi kau selalu selesai dengan waktu tercepat dan jawaban terbaik."Helaan napas berat terdengar aku makin terduduk dalam tangis yang pilu

"Sebenarnya kau sudah lulus sejak tiga tahun lalu saat ku buatkan kau jendela agar kau dapat melihat dunia dari atas menara. tapi aku masih takut bahwa kakimu tak mampu.... Maka aku menahan Izajahmu agar kau tetap duduk disini menunggu pagi menghitung bintang sampai hangat mentari di timur melambaikan tangan padamu untuk bersyukur" Ku peluk tubuh tuanya kali ini dia tidak mengelak dia diam dengan tubuh tergoncang pelan menahan isak yang memilukan
Sejurus kemudian sepasang tangan tua menyentuh kepalaku " Aku ingin menguncir rambutku...,seperti saat kau kecil dulu" Ungkap Biung sambil menghujaniku dengan tatapan berlinangan air mata .Kau perempuan dewasa sekarang Nak..., Kau tak cantik tapi penuh pesona .Kau bukan mawar bukan melati kau menyebut dirimu Anggrek gunung  tapi kau tahu kekasihmu menjulukimu Bunga matahari di Puncak bukit...
"Aku tidak tahu itu Biung..."
" Dia berdiam di kesunyian  menjaga bunga matahari yang terus mekar ,Katakan padanya hari sudah pagi bukan saatnya sembunyi..."

" Biung ... Boleh aku datang saat ku lelah dalam keramaian....,"
"Pelajaranmu usai Nak, tugasmu sudah tunai ... saat kau terbangun gerbang akan terkunci kau takkan bisa kemari lagi...,Kami ada di hatimu...,bersyukurlah saat senang...,bersabarlah dan bersandarlah hanya dengan Alloh saja...,"
Seketika gerakan tangan biung terhenti Beliau menyelidik rajah basmalah di tangan kananku  lalu berucap pelan namun berwibawa "Ini bukan rajahan Babahmu...,"
Iya... biung..., suatu hari aku menemukan sebuah rumah kecil dalam perjalanan. Karena lelah aku duduk di bangku bambu di berandanya. Rumah itu sederhana tapi ditata dengan baik bersih dan wangi. Aku suka . Hingga aku sering sekali datang hanya sekedar duduk , sampai saatnya pemilik rumah mempersilahkan aku masuk ,dan aku tak menampik ku ikuti langkahnya ,dan aku kaget saat itu Biung , jika di lihat dari luar rumah itu biasa saja ,jangan kan untuk duduk melirik pun ogah..., Tapi begitu masuk aku baru tahu setiap sudut indah..., Rumah itu tak lebih megah dari rumah Babah yang tukang sapunya saja harus 10, tapi cukup untuk membuat orang yang berkunjung berdecak kagum memuji perabotan mahal di sana ,Dia menunjukan padaku semuanya dia menyuruhku memilih apa saja yang ingin di bawa pulang, tapi aku tak melakukannya...!"
" Kenapa ...Nak...???"
" Aku ingat Babah..., Saat aku kecil sebelum Babah mengajariku apapun Babah bilang Kalo aku tidak boleh memiliki sesuatu hanya untuk di simpan dan dipamerkan ,Aku merasa tidak membutuhkan itu semua , jikapun aku membutuhkan sesuatu Babah akan memberikan nya untuku ,Aku belajar cukup dengan apa yang ku punya.
" Aku senang kau masih mengingat dan melakukannya..., Lalu... lanjutkan ceritamu Babah ingin dengar....,"
" dia mengajakku masuk keruang Pribadinya dimana tak seorangpun di izinkan untuk menginjakkan kaki disana selain dirinya sendiri.bahkan kucing kesayangannya tak pernah tahu ruangan itu ,Saat aku di sana  Hujan deras Babah.kami menikmati hujan dari balik jendela tanpa pembicaraan apapun  sangat lama  dari dhuha sampai lepas senja. Baru saat hujan reda dia bicara...,
" Apakah kau suka Hujan..., seperti aku?" Tanya nya padaku saat itu
" Tidak ..., Aku tidak suka hujan. Tapi aku suka menanti pelangi yang muncul setelahnya "
" Kau tahu  hujan itu dulu adalah kesedihan tapi sejak kau hadir Hujan adalah kerinduan ,aku suka melihatmu...,dirimu... senyum mu... kau indah... ,"
" Sudah saatnya aku pulang..." Pamitku menutup pembicaraan ,aku bergegas pulang tapi mataku tertumpu pada sebuah sudut meja sederhana ada di sana,dia punya pena banyak sekali beraneka warna dan rupa ,aku mendekati meja itu lalu berucap pelan
"Aku ingin penamu...."
" Untuk apa itu tak berharga ,bawalah yang lain saja, jika kau tak sanggup membawanya aku akan mengantarkannya kerumahmu...
" Sesuatu yang tak bernilai  di mata banyak orang...,mungkin itulah yang paling disayangi..."
" Apakah kau punya kebiasaan meminta sesuatu yang paling disayangi..."
"Aku tak ingin apapun selain penamu... dan waktu..."
"Pilihlah yang kau mau...,"
" yang mana saja yang ikhlas kau berikan..."
" kau tahu saat kau meminta tak akan ada yang sanggup penolaknya, ini pena kesayanganku bawalah...!!!" Katanya sembari menamit tanganku merajahkan kaligrafi basmalah disana...,tak pernah terhapus musim Babah..."
" Rajahan ini adalah tanda bahwa kau miliknya..., tak ada yang boleh menggangumu...,dia siap jadi pagar hidup untukmu.... jelas Babah sembari tersenyum, tugas Babah selesai sayang...,Pulanglah dia sudah menunggumu di ruang tamu..." Babah menyerahkan Izasah ku...,"Selamat Jalan Murid ku yang manja doaku menaungimu"
"Terima kasih guruku yang sabar dan baik hati  aku akan membawamu dalam setiap doaku" Balasku sambil menyalaminya menahan tangis yang tiba -tiba menyerang mataku tanpa ampun lalu ku palingkan diri pada biung 
" Biung ingin tanya berapa banyak gurumu ,,, Nak???"
"Aku tidak tahu jumlahnya ,Biung. Aku terlalu bodoh untuk menghitungnya...,yang jelas banyak sekali , karena meski aku hanya mengetuk satu pintu untuk satu bidang ilmu ,aku adalah anak kecil bodoh yang selalu mau tahu banyak hal jadi guru ku banyak tapi yang menentukan kelulusanku hanya Babah..."
" kau tahu ...,Nak ...,Balasan terbaik untuk seorang Guru adalah gunakan ilmunya untuk hal yang baik  agar ilmu itu menjadi tabungan jariah yang menolongnya kelak saat tak ada lagi penolong..." 
" Aku akan merindukanmu Biung....Perempuan cantik yang sari wajahnya sesejuk embun pagi..."
"Aku sayang padamu  Putri kecilku yang nakal dan manja , jika tersenyum bunga ditaman  seperti mekar karena bahagia...,cukuplah Alloh sebagai penolongmu maka dunia akan menunduk padamu..."Pesan Biung saat aku menyalaminya aku hanya sanggup mengangguk  lalu melangkah mundur meninggalkan mereka dengan tatapan berkaca-kaca ,ku ucap salam pelan di pintu gerbang..., setelah itu gerbang terkunci sendiri semua berubah gelap tertutup malam yang pekat.
di hati yang diselimuti takut satu tangan memengangiku kuat,Ikut denganku akan ku antar kau pulang..." orang yang sama yang merajahkan Basmalah di lenganku... 
"Masuklah ... sudah saatnya aku turun gunung karena tugasmu selesai kau tunaikan..." katanya sebelum berlalu 
" aku hanya mengganguk dan tersenyum... sebelum menutup pintu Selesai

 



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tuesday, September 18, 2018

Cerita cinta Ilalang

 cicih surya     12:53 AM     cerita pendek     No comments   

Seikat Ilalang

Debu musim panas begitu ganas tak ada ampun menerpa wajah yang kian terpanggang ,Ricardo memacu kudanya  makin jauh ke utara, tak jelas apa tujuannya berburu atau sekedar patroli saja. kekacauan  terjadi di mana -mana, pemberontakan -demi pemberontakan membuat kepalanya pecah terbelah. Tak tahu entah karena sebab apa rakyat enggan penuhi kewajiban atas pajak .atau penguasa yang tak bisa mengayomi rakyatnya. Tak ada yang bisa menjawab pertayaan itu , karena semua merasa dirinya lah paling benar.

Ricardo semakin jauh menelusuri hutan  menyisir setiap penjuru , pepohonan makin lebat hingga dia merasakan angin sejuk  menerpa wajah yang kelelahan. Matahari siang harusnya membakar tapi mengapa dia merasa ini matahari pagi." perjalanan yang menyenangkan" Fikirnya dengan terlena sesaat beban di kepalanya sirna,

Ternyata disinilah obat paling mujarab berada ,Angin semilir dan hangat sang surya juga rimbun hijau yang menyejukan mata kebosanan dan bebannya sirna .
"Oh Tuhan betapa kecil semesta di banding kuasa-Mu ,yang meliputi langit bumi dan segala isi ,Kecil sekali aku..."Gumamnya pada diri sendiri.
Dengan segera dia turun dari punggung kuda. Bunga putih biru mengodanya untuk mendekat. Niat hati ingin sekali memetik tapi belum tangannya sampai sebuah suara  menghentikannya

" Jangan menyentuhnya dia milikku...!" Suara seorang perempuan membuatnya terhenyak dan diam. Tanpa kata Ricardo  mundur dua langkah menjauh ,dahi yang mengerjit menandakan dia masih mencerna larangan itu.
" Ini kebun bungaku...!" Perempuan bermata coklat gelap itu berusaha memberi penjelasan.
Ricardo mengnyipitkan matanya yang bulat besar.tapi dia diam dan mundur perlahan tak elok rasanya berdebat dengan seorang perempuan,dekil ,kumel pakaiannya lebih layak jadi lap di kandang kuda menemani si jose yang jago lari.

mundur beberapa langkah menatap punggung itu dari belakang kenapa dia merasa tak asing dengan gadis galak ini. seperti ada yang berbeda  entah apa teramat sulit mengungkapnya dengan kata , tapi rasa dan pemikirannya merasa kenal dan dekat itu yang membuat dia diam bertahan,telinganya mendengar gumaman kecil ,sederet nada ,dia juga kenal pernah mendengar tapi entah dimana siapa yang menyanyikan lagu itu sudah sangat lama, dia sudah lupa

" Kupikir kau sudah pergi..., kudamu sudah kenyang sudah berhenti makan...," Ungkap si pirang galak bernada mengusir
"Apa tanah yang ku injak juga kebunmu..Kufikir hanya orang bodoh yang tak bisa membedakan bunga liar dan bunga yang di jaga..."
" Maksudmu ...? kau menuduhku bicara bohong...??"
"Aku tidak mengatakan demikian aku hanya bicara tentang logika..." Ricardo berusaha membela diri
"Tidak semua yang kau lihat dapat kau uji dengan logika , bukankah tuhan kadang menyajikan skenario yang tidak logis untuk membuat kita berfikir..., menggali merenung sebelum kemudian bersyukur"
Ricardo terdiam.bathinya mulai memberikan penilaian perempuan yang bicara denganya saat ini. adalah seorang cendikia. Tapi mungkinkah...? bukankah sekolah hanya bisa dinikmati kalangan terbatas, Sekali lagi dia membagi pandang kesekeliling ada perempuan di tengah hutan, Dia memukul tangannya sendiri ,dan dia menjerit  lirih  kesakitan .,
Gadis pirang melirik cepat dengan waspada..., " Bangsawan bodoh..." Keluhnya kesal ,"Apa mungkin lelaki bodoh yang sangat polos masuk dunia politik yang  terlalu kejam..., penuh intrik berisi manusia-manusia munafik , dunia dimana kejujuran jadi sangat kerdil...,Kasihan...!!!"
" Aku hanya pemburu..., meski bukan pencari kayu...,Ayahku membuka kedai di pinggir kota..." Ricardo berdalih Dia berusaha menutup jati dirinya yang terbuka
" Aku tahu kau adalah Putra mahkota..., pemilik tahta yang sah jika baginda raja tak lagi sanggup memimpin...,"
Ricardo menatap gadis di hadapannya...," Kau kenal aku...,Kita pernah bertemu...??" Tanya Ricardo Polos ,Gadis itu tersenyum lucu seperti mendengar celotehan anak kecil yang bertanya pada ibunya tentang apa yang di lihat dan didengarnya. 
" Kau Putra mahkota, Yang mulya raja morgan dari Visby Castle di Barat , semua orang mengenalmu...,"
" Apakah baju penyamaranku tidak sempurna hingga sangat mudah kau tahu siapa aku...?" Tanya Ricardo semakin heran  , perjalanannya kali ini sudah sangat panjang kampung ,bukit gunung sungai setiap sudut kota di telanjangi berjumpa manusia berbagai rupa dan tabiat tapi tak ada yang mengenali jati dirinya , sebagai putra mahkota Visby .
" Aku Benedicta..., Aku tinggal di gubuk pinggir hutan ini. "
Sekilas dia melihat tanda yang ada di lengan kiri gadis itu...," Kau B Angel seorang penyanyi opera yang terkenal itu..., Ibuku teramat menyukaimu..., Bahkah saat sakit suaramu seperti sihir penyembuh untuknya "
" Apakah yang mulya Ratu sedang sakit...?"
" Sejak aku mulai bisa berfikir, Aku tahu Ibu menanggung beban yang sangat berat Kehilangan Almira Adalah pukulan telak baginya...,"
Almira...?" Siapa Dia...?" Kejar B angel 
" Aku tidak tahu siapa dia..., dia seperti sebuah cerita legenda yang ada dalam keluargaku , dulu aku sempat bertanya tentang kebenaran berita Almira Tapi Ayahku marah ,Ibuku menangis berhari -hari dan sakit ,sejak saat itu aku tidak pernah bertanya tentang Almira, aku hanya tahu kalo Almira  adalah kakakku yang meninggal karena menyakit aneh.
Cerita yang beredar di istana Almira kakakku yang gila. dia sering keraksukan roh leluhur. saat umurnya 5 tahun dia sering terjaga semalaman berbicara tentang apa saja yang tak masuk diakal  Ibu mengatakan kalo Almira putri yang sangat cerdas , tapi para penasehat istana mengatakan kalo Almira putri yang akan membawa petaka dia akan menjadi seorang pemberontak ,nasib tragis kemudian menimpa nya dia hilang . binatang buas memangsanya saat dia bermain di hutan sendirian. aku kadang berpikir apa mungkin seorang putri raja di biarkan ke hutan seorang diri..,Keragaman ceita itu membuatku bingung dan akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan dan keputusan hanya waktu pengadilan paling baik untuk membuka tabir misteri tentang Almira. Pangeran Ricardo menyudahi ceritanya dengan hempasan nafas penuh beban. B Angel mempercepat langkahnya tanpa memberi tanggapan.,
" Berikan ini pada Yang mulya Ratu ,anggaplah tanda kasih seorang hamba pada ratunya" Kata B Angel sembari mengikat beberapa helai ilalang.
" Kenapa kau tidak berikan bunga unggu putih itu untuk Ibuku...?" Tanya Ricardo heran
" Kadang apa yang dianggap tidak bernilai di mata banyak orang , itulah yang istimewa .karena setiap orang punya nilai dan cara pandang yang berbeda.Orang yang Istimewa akan memberimu sesuatu yang istimewa dengan cara yang berbeda ".Setelah mengatakan hal itu B Angel lari secepat angin ,menghilang dalam sekejap.

Pangeran Ricardo menyusuri lorong demi lorong rumahnya setelah melepas lelah dari perburuan panjang ,dan memakai pakaian yang layak dia berniat menemui yang mulya ratu Ibunya.
Mengapa semakin hari dia melihat Ibunya semakin lemah dan tua .Mungkinkah dua minggu  bisa terlihat sekurus itu lalu apa kerja pelayan dan tabib kerajaan.
" Ceritakan padaku apa yang kau tahu..., sekarang...,Anakku???" Tanya sang Ibu lembut , Ricardo memengangi jemari Ibunya sembari duduk bersimpuh disisi perempuan tua itu
" Yang ku tahu tak berubah , Ibu adalah malaikat yang dikirim tuhan dengan wajah paling kurindukan..." Jawab pangeran Ricardo sembari mengecup kening tua ibunya lembut ,Pelayan mundur menjauh membiarkan seorang anak bercerita dengan ibunya ,
" Seseorang menitipkan ini untuk Ibu dan berdoa semoga Ibu cepat sembuh..." Pangeran Ricardo memberikan seikat ilalang kering  ,dengan tatapan mata penuh keraguan ,dia takut Ibunya merasa terhina ,Sebagai ratu beliau terbiasa dengan buket-buket indah yang dirancang khusus untuk yang mulya Ratu. Demi Ibu Ratu tertegun begitu lama menatap seikat Ilalang di tangan Putranya . tangannya bergetar , tubuhnya tiba -tiba merasa lunglai seperti tak bertulang, Ingatannya sampai di peristiwa belasan tahun silam ,saat Gadis kecil berlari riang memamerkan tiara yang dia buat sendiri dari rangkaian bunga liar..." Ini untuk Ibu...,seikat ilalang  yang aku ambil di tepi tebing Buk...!!!" Maaf Ibu aku memberikan apa yang aku suka bukan apa yang ibu suka ..., Mungkin suatu hari ibu akan merindukannya..." Ungkap si kecil riang sembari menatap mata ibunya
" Ibu tidak akan merindukannya karena setiap hari kau akan memberikannya pada Ibu..."
" Jika itu menyenangkan hatimu... , aku akan melakukannya Buk...,meski pun untuk mengambilnya  aku harus terjatuh Buk...,Ungkap gadis kecil itu sambil tertawa. dia menunjukan pantatnya yang kotor ,
" Dasar...,Gadis nakal...!!!, Apa yang akan dilakukan Ayahmu jika tahu calon ratu Visby seperti ini..."
" Ibu Ku mohon  Jangan katakan ini pada Ayah..., Aku tidak mau di kurung Buk...,"
" Katakan pada Ibu , kenapa kau beri Ibu ilalang...,"
" Ilalang adalah kelembutan ,dia seperti penurut yang mau di bawa angin kemanapun bertiup, tumbuh di tebing curam ,,, dia adalah gambar dari kesulitan hidup ibu.Akarnya begitu kuat menahan batu agar tak hanyut..., aku ingin seperti ilalang Buk...,yang menunjukan kelembutan dan menyimpan kekuatan yang tak takut pada badai ..., Celoteh Gadis kecil itu menabjubkan sekerika Ibu Ratu memeluk Putrinya dan menangis...," Jika suatu hari ada yang menggangapmu gadis gila , kau tidak gila kau hanya terlalu cerdas dan banyak orang tidak siap dengan kecerdasanmu..., Jangan sembunyikan bintangmu sayang...,Akan selalu ada Ibu yang siap menjadi perisai penjagamu...,"
" Aku tidak akan menuruti siapa pun Buk ...,  Hanya Ibu..." 
" Ayahmu..., Kau tak mau mendengarkannya...?"
" Tidak Ibu...,aku hanya akan mendengar kata-kata Ayah saat apa yang di katakannya adalah benar keinginannya , bukan keinginan dari Sir Dominiqu yang meminjam lidah Ayah..., Ayah memang Raja tapi dia terlalu bodoh untuk jadi seorang Raja . Hati Ayah terlalu lembut untuk bercampur dengan intrik - intrik kekuasaan..., haruskah Ayah menanggung beban itu selamanya ?"
" Bagaimana kau membedakan itu titah Ayah atau perpanjangan tangan Sir Dominiqu..." Kejar Ibunya dengan tatapan mata kagum tapi bercampur kehawatiran.
" Ukurannya Ada pada hatiku Ibu..., Aku kenal Ayahku..., Aku menyayanginya Itu yang membuat perasaanku Peka dan dapat membedakannya..." Ucapnya Almira tandas di matanya terlintas wajah Ayahnya kesedihan mengelayut pelan pada kepolosannya. Sampai saat sang ratu menuntunnya pulang ke istana  gadis itu hanya diam.

" Putriku...., dia masih hidup...,Oh terima kasih tuhan kau sudah  mengabulkan keinginanku..." Terdengar lirih ucap syukur sang Ratu , Pangeran Bernardo seperti tersengat lebah mendengar nya tapi dia tak ingin langsung bertanya dia takut melukai perasaan ibunya ..., Dia akan tunggu sampai Ibunya mau bicara.

" Dimana kau bertemu gadis ini , Nando...?"
" Di hutan Pinus di Utara.., Dia menjual bunga yang kebanyakan dia dapat dari hutan di kedai pinggiran kota ,Tapi aku kesal karena dia Gadis miskin yang sangat kikir, dia memberi Ibu Ilalang..., tidak memberi Ibu rangkaian bunga yang di buatnya , " Ungkap Pangeran menyampaikan kekesalan hatinya.
" apakah kau membeli Bunga yang dia jual...?"
Tidak Ibu aku sangat kesal hingga aku malas melakukannya , aku merasa Gadis dusun itu menghina Ibu  karena memberikan Ibuku seikat ilalang..."
" Dia pasti memanggilmu lelaki bodoh..., karena dia Gadis hutan yang cerdas...,"
" Iya Buk dia tertawa meledekku..., Dia juga bercerita tentang sebuah tempat..., seperti ruang bawah tanah di Istana kita...,Meskipun dia tidak mengatakan bahwa tempat itu ada di Istana Visby, tapi dia ceritakan dengan sangat detail apa saja yang ada di sana tulisan apa...,gambar apa...,  dan tadi sebelum kemari aku menyusuri ruang bawah tanah ,semua tulisan masih ada ,gambar itu nyata. Bu...,ceritakan Padaku apa yang Ibu pikirkan..., Apakah Ibu ingin Aku mencarinya untuk berjumpa dengan Ibu...,
" Kembalilah berpetualang pastikan dia Baik-Baik saja..., sementara itu ibu akan membujuk Ayahmu untuk membawanya ke istana..."

Gadis itu Kakak mu Almira..., Mintalah dia menjadi penasehatmu saat kau naik tahta maka dengan begitu ibu yakin Visby akan sampai pada puncak ke jayaannya..."
" Ibu yakin...,Bahwa dia Almira...?" tanya sang pangeran mendesak dia berusaha menyakinkan dirinya dengan mendengar kepastian Ibunya .
" Hanya Ibu dan Almira yang punya tahu cerita tentang lima helai batang ilalang..., Kau tahu Nak ... saat jarak dan waktu memisahkan..., sebuah kenangan yang di buat bersama yang mampu menyatukan perasaan.
"Apa dia akan  bersedia Buk...???",
" Dia akan bersedia menjadi penasehatmu...,Karena cintanya pada visby  kerajaannya , karena sayangnya pada kau dan Ayahmu ,juga karena janjinya pada Ibu..., Meski Ibu tak yakin dia mau tinggal bersama kita karena rasa sakit yang dia pernah rasakan...,terusir dari rumahnya sendiri ,di asingkan keluarga untuk sebuah kesalahan yang dia sendiri tak tahu..."
" Baik Ibu..., Sekalipun dia tidak di Istana Aku akan pastikan kalo dia baik -baik saja . Aku akan membawanya kemari bukan sebagai hamba pada Ratunya...,tapi karena sudah saatnya pengembara kembali kerumahnya..." Janji pangeran Ricardo di sambut senyum cerah Sang Ratu....The end

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, July 19, 2018

Puisi Rindu Romantis

 cicih surya     8:21 PM     puisi cinta     2 comments   

 Orang kangen  itu aneh  rembulan diajak ngomong...,angin di tantang berlari ya kalah
cinta itu kadang memang membalikan otak ada di mata kaki tapi rasa indahnya seperti candu yang di sajikan  di cawan sang bidadari , masuk yuk ada yang lagi kangen tuh  ikut baper yuk



Bisikan Rembulan

Pondok kecil di puncak bukit
Desir angin terdengar jelas
Kodok dan tikus hutan indah berkawan

Rembuln di balik pucuk tersenyum
Malu... namun tak mau berlalu
Kau merindu...

Diapun begitu...
Sedetik yang lalu ku lihat  Ia
Menatapku berkaca
Memanggilmu dengan hati yang luluh
Rindu

Rembulan menemaniku
Menyulam malam
Menyambut Embun
Berharap malam segera lalu
Sampai senyum itu hadir
Di subuh yang Anggun
Ayatmu mengalun bak secawan anggur

Sebuah nama di balik doa
Kamu
Pemilik senja yang jingga
Sampai bunga putih mekar
Penuhi taman Firdaus  yang agung



Selamat menyulam rindu... jaga hatimu sebelum kau berniat menjaga orang yang kau rindu... see U

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, May 27, 2018

Puisi Renungan diri

 cicih surya     10:59 PM     puisi cinta     No comments   

 MANUSIA EGOIS


Aku egois
Aku sedang ingin membuat grup sendiri
Satu hati, satu rasa, satu jiwa, satu jantung dan satu keinginan
Aku sedang ingin membuat grup sendiri 
Anggotanya semua jari dan badanku dari kepala sampai mata kaki

Akan ku suruh mereka diskusi
membuat panel mewah megah
merenung diam tanpa diksi
tak mencari beda ,bersama untuk satu kata

Saat tanya kelak menggelegar
Siapa dirimu ,siapa tuhanmu, apa kitab
Siapa panutan penuntunmu
Mereka akan jawab

Beda kata satu makna
Satu tuhan berjuta ciptaan
Esa dalam dzat  hujud dan tindakan
Tak jauh mengejar jawab
Sebab Akulah jawab

Aku sedang Egois 
Akan ku buat grup sendiri
Menyusun tujuan , merumuskan jalan 
Hingga saat pulang
Aku tak linglung mencari pintu
Aku sudah tahu




Terimakasih sudah menepi ,See you dear
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Newer Posts Older Posts Home

Followers

Translate

Popular Posts

  • Cerbung:bismilah,Pelarian terbaik bag II
    Di cerita yang lalu kita berkenalan dengan seorang anak muda unik yang bekerja sebagai pemulung... dan sekarang kita akan simak kelanjutany...
  • Cerita Tragis Perempuan
    Dia tak tampan Bukan hartawan Dia hanya sopan Dan itu yang istimewa Aku tertawan oleh senyuman Tersesat tak bisa pulang Rahasia Bint...
  • Puisi Nasehat pernikahan dari Ayah untuk Putrinya
    Menikah adalah sesuatu yang sakral dan mengharukan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk orang tua. Biasanya mereka menitipkan pesan yang ...
  • Cerpen terbaru kunci sukses Mama
    Matahari ku Rara masih bersembunyi di balik selimutnya, padahal matahari mengelitiki matanya yang terasa perih saat harus di buka, sinar...
  • Pesan cinta mama
    Perintah tanpa alasan Argumen Atau sebuah penjelasan Yang dia tahu Hanya harus Tak punya frasa Tepat Agar kau percaya Cerita ind...
  • Cerita Tentang Seorang Nenek
    Nasehatnya... Peluknya... Bau tubuhnya Manjanya tak ada yang lebih indah Dari senyum tanpa gigi Milik Embah Masuk yuk kita bernostalgia t...
  • cerbung: Perjalanan cinta Hijabers Nikendy V
    Memiliki aku itu mudah, yang sulit adalah mendapatkan hatiku,,,, masuk kedalam yukk cus ah...! Akhir sebuah pencarian Angin pagi yang me...
  • Cerita Manis sahabat
    Dear Mbak Devi Mbak Devi 10 tahun kita ga ketemu, Entah dimana keberadaanmu saat ini, di Jakarta atau pulang ke Padang. Kabar yang ku...
  • Pejantan Pilihan
    Sang pejantan Sore sudah lewat senja belum datang, tapi gelap gulita mungkin akan hujan, angin dari utara bertiup amat kencang, derit ran...
  • Novelet Remaja: Hijab Jingga Kinar bagian X
          Perjumpaan Kinar dengan ayahnya akhirnya menjadi nyata pertemuan yang merubah warna dunia Kinar. Lanjut yuk, masuk dan duduk manis jan...

Recent Posts

Categories

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)

Blog Archive

  • ▼  2019 (12)
    • ▼  October (2)
      • Kisah Inspiratif, Cerita SuksesTallia,Memulai deng...
      • Kisah Inspiratif, Cerita Sukses Anak Rantau
    • ►  January (10)
  • ►  2018 (30)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2017 (68)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (7)
    • ►  September (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (7)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (8)
    • ►  March (16)
Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Flickr Images

Labels

  • cerbung
  • cerita pendek
  • Kisah Inspiratif
  • Motivasi
  • Novelet
  • puisi cinta
  • ucapan di hari special

Download

Sample Text

Copyright © Rumah Kata | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates