Cerita malam Hujan di pucuk senja
Hujan di pucuk senja
Seluruh tulang terasa remuk ,bukan karena angin mengamuk ,tapi karena kau diam bibirmu terus mengatup pipimu mendadak gemuk , Angin Selatan berubah sudah ,tugasnya usai kata Babah
Mesin waktu berjalan pelan namun pasti terus mendekat.
Ku naiki titian tangga atas nama takdir , Aku menunduk menerimanya. Seperti daun kering...